Senin, 20 Jul 2026 09:38 WIB

Sebut Ditindas Suami, Istri Kader PDIP Surabaya Minta Bantuan Wali Kota Eri Cahyadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Okt 2025 10:35 WIB

selalu.id – Unggahan di media sosial Instagram milik akun @drg.cindysaconk menarik perhatian publik setelah meminta bantuan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan tokoh PDIP Surabaya lain.

Dalam video reels yang diunggah pada 1 Oktober 2025, drg. Cindy mengaku mengalami penindasan dari suaminya, Hadrean Renanda, yang disebut sebagai kader PDIP DPC Kota Surabaya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

“Bolehkah saya memohonkan keadilan atas perempuan yang sudah ditindas habis-habisan dan tidak berujung oleh kader PDIP DPC Kota Surabaya Hadrean Renanda. Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulis Cindy dalam unggahan tersebut.

Unggahan itu telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram. Dalam keterangannya, Cindy juga menyebut nama ayah dari suaminya, Iskandar Adikoesoemo, dan meminta agar pemerintah kota memberi perhatian atas persoalan yang dihadapinya.

“Saya rakyat kecil memohonkan kebijakan Bapak dan Ibu yang terhormat, salam hormat saya,” tulisnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Cindy turut menceritakan perjalanan rumah tangganya yang disebut bermasalah sejak awal pernikahan tahun 2012. Ia menulis bahwa pernikahan tersebut diwarnai perselingkuhan dan kekerasan verbal.

“2012–2015 terus-terusan nakal, dengan berbagai perempuan, pelacur, hingga saya kabur dari rumah. Tahun 2015 saya sudah sempat ajukan cerai tapi dibujuk untuk rujuk lagi,” tulisnya.

Ia juga mengaku sempat berharap kehadiran anak pertama pada 2016 dapat memperbaiki hubungan, namun perilaku suaminya disebut tak berubah hingga kini memiliki tiga anak.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

“Sampai dengan sudah lahir tiga anak, tabiat laki-laki jika sudah sekali nakal dan tahu enak jangan harap insaf,” tulis Cindy.

Cindy menegaskan unggahannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk perjuangan agar dokumen pribadi miliknya dikembalikan dan haknya sebagai perempuan dihormati.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.