Sebut Ditindas Suami, Istri Kader PDIP Surabaya Minta Bantuan Wali Kota Eri Cahyadi
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 11 Okt 2025 10:35 WIB
selalu.id – Unggahan di media sosial Instagram milik akun @drg.cindysaconk menarik perhatian publik setelah meminta bantuan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan tokoh PDIP Surabaya lain.
Dalam video reels yang diunggah pada 1 Oktober 2025, drg. Cindy mengaku mengalami penindasan dari suaminya, Hadrean Renanda, yang disebut sebagai kader PDIP DPC Kota Surabaya.
Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
“Bolehkah saya memohonkan keadilan atas perempuan yang sudah ditindas habis-habisan dan tidak berujung oleh kader PDIP DPC Kota Surabaya Hadrean Renanda. Saya hanya memohonkan dikembalikannya sertifikat saya, beserta STR dokter, SIP, serta ijazah saya yang diambil secara paksa,” tulis Cindy dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu telah disukai lebih dari 21 ribu pengguna Instagram. Dalam keterangannya, Cindy juga menyebut nama ayah dari suaminya, Iskandar Adikoesoemo, dan meminta agar pemerintah kota memberi perhatian atas persoalan yang dihadapinya.
“Saya rakyat kecil memohonkan kebijakan Bapak dan Ibu yang terhormat, salam hormat saya,” tulisnya.
Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya
Cindy turut menceritakan perjalanan rumah tangganya yang disebut bermasalah sejak awal pernikahan tahun 2012. Ia menulis bahwa pernikahan tersebut diwarnai perselingkuhan dan kekerasan verbal.
“2012–2015 terus-terusan nakal, dengan berbagai perempuan, pelacur, hingga saya kabur dari rumah. Tahun 2015 saya sudah sempat ajukan cerai tapi dibujuk untuk rujuk lagi,” tulisnya.
Ia juga mengaku sempat berharap kehadiran anak pertama pada 2016 dapat memperbaiki hubungan, namun perilaku suaminya disebut tak berubah hingga kini memiliki tiga anak.
Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
“Sampai dengan sudah lahir tiga anak, tabiat laki-laki jika sudah sekali nakal dan tahu enak jangan harap insaf,” tulis Cindy.
Cindy menegaskan unggahannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk perjuangan agar dokumen pribadi miliknya dikembalikan dan haknya sebagai perempuan dihormati.
Editor : Ading