Rabu, 05 Agu 2026 23:52 WIB

Pemkot Surabaya Data Ulang Pesantren, Wajib Penuhi IMB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Okt 2025 18:10 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai mendata seluruh pondok pesantren (ponpes) di Kota Pahlawan untuk memastikan kelayakan bangunan dan keamanan santri yang tinggal maupun belajar di lingkungan pesantren.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pendataan ini penting dilakukan, terutama bagi pesantren yang juga menyelenggarakan pendidikan formal dari jenjang SD hingga SMA.

 

“Itu nanti yang kita lakukan pendataan. Kita akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Eri, Jumat (10/10/2025).

 

Menurutnya, pemetaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup pemeriksaan kondisi fisik bangunan yang digunakan sebagai tempat belajar dan asrama santri.

 

“Pondok pesantren ini kan tidak masuk dalam anggaran pemerintah. Tapi karena berada di wilayah Kota Surabaya, kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar bisa bersama-sama melihat kondisi di pondok-pondok yang ada di kota ini,” jelasnya.

 

Eri menegaskan, izin mendirikan bangunan (IMB) menjadi syarat utama agar Pemkot dapat memberikan intervensi dan bantuan, khususnya dalam hal kelayakan struktur bangunan.

 

“Kalau pondok itu sudah punya izin, kami bisa bantu melakukan perbaikan terhadap struktur bangunan di sana,” katanya.

 

Pemkot juga memastikan tidak akan lepas tangan terhadap pesantren yang belum memiliki izin. Pemerintah siap membantu proses pengurusan perizinan agar lebih mudah dan cepat.

 

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

“Harus ada perizinannya. Kalau belum ada, kami bisa bantu. Karena izin itu penting sebagai dasar kami untuk bisa turun tangan,” tegas Eri.

 

Sejalan dengan pendataan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menyiapkan program pelatihan mitigasi bencana khusus untuk lingkungan pesantren.

 

Kepala BPBD Surabaya Irvan Widianto mengatakan pelatihan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sebelumnya diterapkan di sekolah-sekolah formal.

 

“Untuk sekolah SD dan SMP di Surabaya sudah dilakukan pelatihan mitigasi. Sekarang kami menargetkan pondok pesantren,” ujar Irvan.

 

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Pelatihan tersebut akan melibatkan pengurus hingga santri agar memahami langkah kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

 

“Pelatihan ini agar mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tambahnya.

 

Irvan menyebut pihaknya telah mengirim surat ke seluruh camat di Surabaya untuk melakukan pendataan pesantren di wilayah masing-masing.

 

“Pendataan sedang berjalan. Setelah itu, pelatihan mitigasi di pesantren akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.