Kamis, 22 Okt 2026 00:55 WIB

Polisi Prioritaskan Penegakan Hukum Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

selalu.id - Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya menindaklanjuti kasus runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khonziny melalui jalur hukum. Penegasan ini disampaikan bersamaan dengan proses identifikasi jenazah korban yang masih dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abast menyatakan, proses hukum akan berjalan paralel dengan upaya identifikasi korban. Sementara itu, pencarian korban oleh tim Basarnas telah dinyatakan selesai, tetapi proses identifikasi jenazah masih terus berlangsung.

 

"Kami akan melakukan proses penegakan hukum terkait peristiwa ini. Dukungan dari masyarakat sangat kami harapkan, baik dalam proses pencarian korban maupun dalam proses identifikasi jenazah," ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Selasa (7/10/2025) malam.

 

Hingga saat ini, Tim DVI telah mengidentifikasi 34 jenazah dari 67 kantong jenazah yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya. Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM).

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

Kombes Pol Jules Abast menambahkan, proses identifikasi memerlukan waktu dan ketelitian tinggi. Karena itu, masyarakat terutama keluarga korban diminta bersabar dan memberi waktu bagi Tim DVI untuk menyelesaikan tugasnya dengan cermat.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

"Pemulasaran dan identifikasi jenazah adalah prioritas utama kami, sama halnya dengan langkah hukum yang akan kami lakukan. Kami tidak ingin tahapan hukum justru menghambat proses identifikasi yang sedang berjalan," tegasnya.

 

Polda Jatim juga memastikan pemeriksaan saksi-saksi dari keluarga korban dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu nilai kemanusiaan dalam proses identifikasi jenazah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.