Senin, 02 Feb 2026 06:11 WIB

Polisi Prioritaskan Penegakan Hukum Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo

selalu.id - Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya menindaklanjuti kasus runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khonziny melalui jalur hukum. Penegasan ini disampaikan bersamaan dengan proses identifikasi jenazah korban yang masih dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abast menyatakan, proses hukum akan berjalan paralel dengan upaya identifikasi korban. Sementara itu, pencarian korban oleh tim Basarnas telah dinyatakan selesai, tetapi proses identifikasi jenazah masih terus berlangsung.

 

"Kami akan melakukan proses penegakan hukum terkait peristiwa ini. Dukungan dari masyarakat sangat kami harapkan, baik dalam proses pencarian korban maupun dalam proses identifikasi jenazah," ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Selasa (7/10/2025) malam.

 

Hingga saat ini, Tim DVI telah mengidentifikasi 34 jenazah dari 67 kantong jenazah yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya. Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM).

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

Kombes Pol Jules Abast menambahkan, proses identifikasi memerlukan waktu dan ketelitian tinggi. Karena itu, masyarakat terutama keluarga korban diminta bersabar dan memberi waktu bagi Tim DVI untuk menyelesaikan tugasnya dengan cermat.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

"Pemulasaran dan identifikasi jenazah adalah prioritas utama kami, sama halnya dengan langkah hukum yang akan kami lakukan. Kami tidak ingin tahapan hukum justru menghambat proses identifikasi yang sedang berjalan," tegasnya.

 

Polda Jatim juga memastikan pemeriksaan saksi-saksi dari keluarga korban dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu nilai kemanusiaan dalam proses identifikasi jenazah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.