Kamis, 03 Sep 2026 12:54 WIB

Hapus Praktik Tebus Ijazah, Eri Siapkan Bantuan Rp350 Ribu per Bulan untuk Siswa Swasta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Okt 2025 14:55 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan tidak akan ada lagi praktik penahanan ijazah di sekolah swasta tingkat SMA dan SMK di Kota Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan bantuan pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan bagi setiap siswa.

 

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada sekolah swasta untuk meringankan biaya administrasi siswa dari keluarga kurang mampu, dengan total sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per tahun per siswa.

 

“Setiap sekolah akan kita bantu Rp350 ribu per bulan. Kami akan kumpulkan seluruh SMA dan SMK swasta agar tidak ada lagi penahanan ijazah,” kata Eri Cahyadi usai rapat paripurna Rancangan APBD 2026 di DPRD Kota Surabaya, Selasa (7/10/2025).

 

Eri menjelaskan, meskipun SMA dan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya tetap turun tangan karena masih banyak warga yang kesulitan menebus ijazah.

 

“Kami mohon sekolah-sekolah ini ikut membantu warga miskin Surabaya. Karena mereka juga sudah mendapat bantuan dari pusat dan provinsi, kami tambahkan lagi supaya tidak ada alasan menahan ijazah,” ujarnya.

 

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Eri menegaskan, kebijakan ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga langkah sosial untuk memutus rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan dapat menempuh pendidikan lebih tinggi tanpa terbebani biaya.

 

Menurut Eri, keberhasilan pendidikan warga Surabaya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Ia berharap program ini menjadi langkah konkret agar anak-anak dari keluarga miskin memiliki peluang lebih besar memperbaiki kehidupan mereka.

 

“Kalau anak-anak Surabaya bisa kuliah dan bekerja lebih baik, ekonomi keluarga juga akan berubah. Jadi ini bukan hanya soal sekolah, tapi soal masa depan kota,” tegasnya.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

 

Selain bantuan pendidikan, Pemkot Surabaya juga memperluas program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) untuk meningkatkan kualitas hidup warga miskin.

 

“Kami terus bangun rumah layak huni agar warga bisa hidup lebih manusiawi. Kalau rumahnya layak, anak-anak bisa belajar lebih nyaman,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.