Selasa, 29 Sep 2026 03:27 WIB

Bantuan Pusat ke Surabaya Turun Jadi 20,68 Persen, Eri Pastikan Program Rakyat Tetap Berjalan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Okt 2025 14:21 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat untuk Kota Surabaya terus menurun. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2026, porsinya hanya tersisa 20,68 persen.

Meski begitu, Eri memastikan program kerakyatan tetap menjadi prioritas utama dalam belanja daerah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

“Surabaya ini kota dengan fiskal yang kuat, tapi justru karena itu bantuan dari pusat terus berkurang. Tahun ini tinggal 20,6 persen. Maka kita harus berani berinovasi agar masyarakat tetap bisa merasakan manfaatnya,” kata Eri usai Rapat Paripurna R-APBD 2026 di DPRD Kota Surabaya, Senin (7/10/2025).

Eri menjelaskan, dari total proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp12,6 triliun, sebagian besar bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp8,15 triliun atau 64,6 persen. Sementara dana transfer dari pusat terus berkurang setiap tahun.

“Kalau fiskal kuat, otomatis transfer pusat dipotong. Tapi bukan berarti kita berhenti membantu warga. Justru dengan kekuatan fiskal ini, kita bisa lebih mandiri membangun Surabaya,” ujarnya.

Meski transfer pusat menurun, Pemkot Surabaya memastikan seluruh program pro-rakyat tetap berjalan. Program pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, dan program Satu Keluarga Satu Sarjana akan tetap dijalankan pada 2026.

Eri juga menegaskan, bantuan pendidikan untuk siswa SMA dan SMK swasta tetap diberikan sebesar Rp350 ribu per bulan atau sekitar Rp4 juta per tahun per siswa.

Baca Juga: Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

“Dengan cara ini, tidak boleh lagi ada penahanan ijazah karena alasan tunggakan. Semua anak Surabaya harus bisa sekolah sampai lulus,” tegasnya.

Dalam rancangan APBD 2026, Pemkot Surabaya menitikberatkan anggaran pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur sebesar Rp6,13 triliun (48,7 persen), pendidikan Rp2,83 triliun (22,4 persen), dan kesehatan Rp2,46 triliun (19,5 persen).

Eri menyebut, fokus pembangunan tahun depan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada infrastruktur sosial seperti sekolah, rumah sakit, dan rumah layak huni.

Baca Juga: Cerita Wali Kota Eri Bebaskan ART yang Disandera Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

“Infrastruktur sosial ini yang paling penting. Kalau masyarakat sehat dan anak-anak berpendidikan, maka ekonomi akan tumbuh dari bawah,” ujarnya.

Eri menargetkan, meski bantuan pusat menurun, angka kemiskinan harus turun dari 4,65 persen menjadi 3,96 persen, pengangguran dari 6,76 persen menjadi 4,91 persen, dan pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,8 persen.

“Tidak boleh ada alasan mundur. Fiskal turun, tapi semangat melayani tidak boleh turun. Pemerintah harus hadir di setiap rumah warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek Ditemukan Tewas dengan Tangan Terputus di Ladang Tebu Probolinggo

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Probolinggo masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Pembunuhan Berantai di Afsel, Korban Capai 30 Orang Lebih

Tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 30 nyawa ini makin mempertegas krisis kejahatan kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

Momen Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Kehadiran Presiden beserta jajaran menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Guna menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama yang berbasis impor, pemerintah terus menggenjot penyediaan sumber energi alternatif.

Hasil FIFA Asean Cup 2026: Indonesia vs Malaysia Berbagi Satu Poin

Malaysia masih berada di posisi teratas grup A Fifa Asean Cup 2026 disusul Indonesia di posisi kedua.

Fifa Asean Cup 2026: Babak Pertama Indonesia Vs Malaysia, Gol Hubner Dianulir

Menit ke-36, Thom Haye diganjar kartu merah setelah melanggar Arif Aiman.