Kamis, 06 Agu 2026 00:32 WIB

Bantuan Pusat ke Surabaya Turun Jadi 20,68 Persen, Eri Pastikan Program Rakyat Tetap Berjalan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Okt 2025 14:21 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat untuk Kota Surabaya terus menurun. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2026, porsinya hanya tersisa 20,68 persen.

Meski begitu, Eri memastikan program kerakyatan tetap menjadi prioritas utama dalam belanja daerah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

“Surabaya ini kota dengan fiskal yang kuat, tapi justru karena itu bantuan dari pusat terus berkurang. Tahun ini tinggal 20,6 persen. Maka kita harus berani berinovasi agar masyarakat tetap bisa merasakan manfaatnya,” kata Eri usai Rapat Paripurna R-APBD 2026 di DPRD Kota Surabaya, Senin (7/10/2025).

Eri menjelaskan, dari total proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp12,6 triliun, sebagian besar bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp8,15 triliun atau 64,6 persen. Sementara dana transfer dari pusat terus berkurang setiap tahun.

“Kalau fiskal kuat, otomatis transfer pusat dipotong. Tapi bukan berarti kita berhenti membantu warga. Justru dengan kekuatan fiskal ini, kita bisa lebih mandiri membangun Surabaya,” ujarnya.

Meski transfer pusat menurun, Pemkot Surabaya memastikan seluruh program pro-rakyat tetap berjalan. Program pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, dan program Satu Keluarga Satu Sarjana akan tetap dijalankan pada 2026.

Eri juga menegaskan, bantuan pendidikan untuk siswa SMA dan SMK swasta tetap diberikan sebesar Rp350 ribu per bulan atau sekitar Rp4 juta per tahun per siswa.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

“Dengan cara ini, tidak boleh lagi ada penahanan ijazah karena alasan tunggakan. Semua anak Surabaya harus bisa sekolah sampai lulus,” tegasnya.

Dalam rancangan APBD 2026, Pemkot Surabaya menitikberatkan anggaran pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur sebesar Rp6,13 triliun (48,7 persen), pendidikan Rp2,83 triliun (22,4 persen), dan kesehatan Rp2,46 triliun (19,5 persen).

Eri menyebut, fokus pembangunan tahun depan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada infrastruktur sosial seperti sekolah, rumah sakit, dan rumah layak huni.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

“Infrastruktur sosial ini yang paling penting. Kalau masyarakat sehat dan anak-anak berpendidikan, maka ekonomi akan tumbuh dari bawah,” ujarnya.

Eri menargetkan, meski bantuan pusat menurun, angka kemiskinan harus turun dari 4,65 persen menjadi 3,96 persen, pengangguran dari 6,76 persen menjadi 4,91 persen, dan pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,8 persen.

“Tidak boleh ada alasan mundur. Fiskal turun, tapi semangat melayani tidak boleh turun. Pemerintah harus hadir di setiap rumah warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.