Rabu, 22 Jul 2026 08:40 WIB

Santri Tertimbun Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo Kritis, Basarnas Fokus Golden Time 72 Jam

selalu.id – Basarnas menyatakan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo semakin kritis. Posisi tubuh korban yang semakin terhimpit beton menjadi tantangan utama tim penyelamat.

 

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, mengatakan salah satu korban masih merespons suara, namun ruang geraknya semakin terbatas akibat bordes bangunan yang runtuh.

 

“Kami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10–12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,” ujar Emi, Kamis (2/10/2025).

 

Pola runtuhan berbentuk “pancake collapse” menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Meski telah menggunakan peralatan modern, akses menuju korban masih sangat terbatas. Dari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh berstatus merah (masih ada respons).

 

Baca Juga: MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase “golden time” 72 jam untuk penyelamatan. “Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban dengan kondisi struktur yang rapuh,” kata Emi.

 

Upaya yang dilakukan tim SAR antara lain membuat terowongan kecil di bawah reruntuhan agar korban bisa segera dibebaskan. Penggunaan alat berat ditunda karena berisiko memicu pergeseran konstruksi yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

 

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

“Sedikit getaran saja bisa berdampak seperti gempa kecil di lokasi runtuhan,” jelas Emi.

 

Basarnas juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendampingi asesmen struktur bangunan. Pendampingan ini diperlukan agar langkah evakuasi dilakukan seaman mungkin hingga operasi penyelamatan berhasil.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.