Selasa, 20 Okt 2026 23:32 WIB

Santri Tertimbun Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo Kritis, Basarnas Fokus Golden Time 72 Jam

selalu.id – Basarnas menyatakan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo semakin kritis. Posisi tubuh korban yang semakin terhimpit beton menjadi tantangan utama tim penyelamat.

 

Baca Juga: Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, mengatakan salah satu korban masih merespons suara, namun ruang geraknya semakin terbatas akibat bordes bangunan yang runtuh.

 

“Kami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10–12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,” ujar Emi, Kamis (2/10/2025).

 

Pola runtuhan berbentuk “pancake collapse” menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Meski telah menggunakan peralatan modern, akses menuju korban masih sangat terbatas. Dari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh berstatus merah (masih ada respons).

 

Baca Juga: Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase “golden time” 72 jam untuk penyelamatan. “Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban dengan kondisi struktur yang rapuh,” kata Emi.

 

Upaya yang dilakukan tim SAR antara lain membuat terowongan kecil di bawah reruntuhan agar korban bisa segera dibebaskan. Penggunaan alat berat ditunda karena berisiko memicu pergeseran konstruksi yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

 

Baca Juga: Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

“Sedikit getaran saja bisa berdampak seperti gempa kecil di lokasi runtuhan,” jelas Emi.

 

Basarnas juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendampingi asesmen struktur bangunan. Pendampingan ini diperlukan agar langkah evakuasi dilakukan seaman mungkin hingga operasi penyelamatan berhasil.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.