Selasa, 03 Feb 2026 14:00 WIB

Santri Tertimbun Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo Kritis, Basarnas Fokus Golden Time 72 Jam

selalu.id – Basarnas menyatakan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo semakin kritis. Posisi tubuh korban yang semakin terhimpit beton menjadi tantangan utama tim penyelamat.

 

Baca Juga: Pesawat Latih Tergelincir di Bandara Juanda, 9 Penerbangan Dialihkan

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, mengatakan salah satu korban masih merespons suara, namun ruang geraknya semakin terbatas akibat bordes bangunan yang runtuh.

 

“Kami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10–12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,” ujar Emi, Kamis (2/10/2025).

 

Pola runtuhan berbentuk “pancake collapse” menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Meski telah menggunakan peralatan modern, akses menuju korban masih sangat terbatas. Dari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh berstatus merah (masih ada respons).

 

Baca Juga: Pesawat Latih Tergelincir di Bandara Juanda, Runway Sempat Tutup 1 Jam

Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase “golden time” 72 jam untuk penyelamatan. “Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban dengan kondisi struktur yang rapuh,” kata Emi.

 

Upaya yang dilakukan tim SAR antara lain membuat terowongan kecil di bawah reruntuhan agar korban bisa segera dibebaskan. Penggunaan alat berat ditunda karena berisiko memicu pergeseran konstruksi yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

 

Baca Juga: Belajar ke Surabaya, Sidoarjo Tiru Sistem Pajak Digital dan Anggaran Efisien

“Sedikit getaran saja bisa berdampak seperti gempa kecil di lokasi runtuhan,” jelas Emi.

 

Basarnas juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendampingi asesmen struktur bangunan. Pendampingan ini diperlukan agar langkah evakuasi dilakukan seaman mungkin hingga operasi penyelamatan berhasil.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.