Sabtu, 05 Sep 2026 16:59 WIB

Santri Tertimbun Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo Kritis, Basarnas Fokus Golden Time 72 Jam

selalu.id – Basarnas menyatakan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo semakin kritis. Posisi tubuh korban yang semakin terhimpit beton menjadi tantangan utama tim penyelamat.

 

Baca Juga: Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, mengatakan salah satu korban masih merespons suara, namun ruang geraknya semakin terbatas akibat bordes bangunan yang runtuh.

 

“Kami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10–12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,” ujar Emi, Kamis (2/10/2025).

 

Pola runtuhan berbentuk “pancake collapse” menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Meski telah menggunakan peralatan modern, akses menuju korban masih sangat terbatas. Dari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh berstatus merah (masih ada respons).

 

Baca Juga: Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase “golden time” 72 jam untuk penyelamatan. “Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban dengan kondisi struktur yang rapuh,” kata Emi.

 

Upaya yang dilakukan tim SAR antara lain membuat terowongan kecil di bawah reruntuhan agar korban bisa segera dibebaskan. Penggunaan alat berat ditunda karena berisiko memicu pergeseran konstruksi yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

 

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

“Sedikit getaran saja bisa berdampak seperti gempa kecil di lokasi runtuhan,” jelas Emi.

 

Basarnas juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendampingi asesmen struktur bangunan. Pendampingan ini diperlukan agar langkah evakuasi dilakukan seaman mungkin hingga operasi penyelamatan berhasil.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.