Sabtu, 07 Nov 2026 20:34 WIB

Warga Graha Family Ngamuk, PT SAS Diduga Rampas Fasum buat Cafe NOOK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Okt 2025 16:38 WIB

selalu.id – Warga Graha Family memprotes pengembang PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) yang diduga membangun kafe di lahan fasilitas umum (fasum) tanpa izin lengkap dan tanpa persetujuan mereka.

 

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili: Putusan KI Jatim Bongkar Akses Orang Dalam, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

Protes tersebut disampaikan dalam hearing Komisi A DPRD Surabaya, Selasa (1/10/2025). Hearing dihadiri perwakilan warga RT 01–03 RW 11, pengembang PT SAS, manajemen Graha Family, DPRKPP, bagian hukum Pemkot, camat, dan lurah setempat.

 

Ketua RW 11, Hadi Wibisono, menyebut keresahan warga muncul sejak Juli 2023 ketika banner proyek dipasang. “Warga tidak pernah dilibatkan. Aturan jelas, perubahan fasum harus persetujuan dua pertiga pemilik. Faktanya tidak pernah ada,” ujarnya.

 

Hadi menegaskan warga tidak menolak investasi, tetapi menuntut aturan ditegakkan. Ia menyebut mediasi sejak 2023 selalu gagal karena pengembang jarang hadir. Bahkan DPRKPP sudah menyatakan lahan itu berstatus fasum dan tidak memiliki izin lengkap. “Kami sudah lapor ke Pak Wali Kota Eri Cahyadi, tapi proyek tetap jalan,” tambahnya.

 

Baca Juga: Dugaan Fasum Dijual Kaplingan, DPRD Surabaya Minta Revisi Site Plan Vila Bukit Mas Dibatalkan

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti indikasi kuat pelanggaran. Menurutnya, pembangunan fisik dimulai Juni 2023, sementara izin baru diajukan September 2023 dan disposisi keluar Desember 2024. “Artinya, PT SAS lebih dari setahun membangun tanpa legalitas,” ujarnya.

 

Komisi A juga mengingatkan Perwali 52/2017 yang mengatur syarat persetujuan dua pertiga pemilik untuk re-planning fasum. “Proses persetujuan ini tidak jelas, sementara bangunan sudah berdiri,” kata Yona.

 

Baca Juga: Warga Graha Famili Tolak The Nook Cafe, Desak Pemkot Hentikan Proyek

General Manager PT SAS, Veronika, menyatakan pihaknya akan mengikuti hasil rapat. “Kalau disuruh berhenti, kami berhenti. Kalau tukar guling fasum, lahan kompensasi sudah disiapkan,” ucapnya. Ia juga membantah pernah menjanjikan lapangan tenis di area fasum. “Layout kami tidak pernah menjanjikan lapangan tenis. Itu miskomunikasi,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kabid Perizinan DPRKPP, Oliver Reinhart, menyebut izin baru diproses akhir 2023 dan IMB keluar Mei 2025. “Kini masih evaluasi lanjutan, bahkan kami minta masukan kejaksaan,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.

Gelar Suling di Surabaya, Irjen Dekananto Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba

Masyarakat dapat menggunakan layanan bebas pulsa Call Center Kepolisian 110 untuk mengadukan gangguan kamtibmas maupun menyalurkan informasi keamanan.

Momen Bos Pelindo Terminal Petikemas Ajak Siswa soal Peluang Kerja di Sektor Pelabuhan

Pelindo Mengajar yang diinisiasi sejak 2022 ini telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai pelosok Nusantara.