Minggu, 01 Nov 2026 23:45 WIB

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Hutang atau Biaya Alternatif Turun dari Rp2,9 Triliun Jadi Rp1,5 Triliun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Sep 2025 19:26 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan skema pembiayaan proyek strategis dalam APBD 2026 bukan utang, melainkan pembiayaan alternatif.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut nilai pembiayaan yang semula Rp2,9 triliun diturunkan menjadi Rp1,5 triliun.

 

Menurutnya, pembiayaan alternatif dipilih karena lebih efisien dibanding pola anggaran tahunan dalam RPJMD.

 

“Kalau proyek nilainya Rp100 miliar dikerjakan bertahap lima tahun, tiap tahun Rp20 miliar akan naik nilainya akibat inflasi, kenaikan UMR, hingga harga tanah. Kalau ditotal sampai 2027–2030, biayanya lebih mahal dibanding dikerjakan sekaligus 2026. Dengan pola ini, justru bisa hemat sekitar Rp50 miliar,” kata Eri usai rapat paripurna penetapan nota kesepahaman KUA-PPAS APBD 2026 bersama DPRD Surabaya, Selasa (30/9/2025).

 

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Selain efisiensi biaya, percepatan pembangunan juga diyakini berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. “Kalau jalan selesai 2027, maka 2028 ada lompatan PAD sekitar Rp500 miliar karena NJOP dan harga properti naik. Kalau menunggu tahunan, kita rugi lebih mahal sekaligus kehilangan momentum,” ujarnya.

 

Eri memastikan anggaran yang digunakan bukan dana fiktif. “Kalau nanti anggaran 2029 turun, itu bukan hilang. Tapi sudah ditarik lebih dulu di 2026. Jadi jelas, uangnya ada,” tegasnya.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Terkait turunnya pembiayaan dari Rp2,9 triliun menjadi Rp1,5 triliun, Eri menyebut hal itu penyesuaian proyek, bukan pengurangan utang. “Kalau proyek selesai 2027, pembiayaannya dihitung 2027. Jadi bukan pinjam uang lalu bayar entah kapan, tapi dicicil sesuai progres pekerjaan,” katanya.

 

“Pembiayaan alternatif ini berbeda. Dicicil sesuai pengerjaan. Jadi bukan berarti 2026 langsung utang besar lalu nyicil. Itu bukan begitu. Awalnya saya dan DPRD juga mengira ini utang, ternyata bukan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.