Kamis, 17 Sep 2026 04:47 WIB

Wali Kota Eri Ungkap Alasan Hutang atau Biaya Alternatif Turun dari Rp2,9 Triliun Jadi Rp1,5 Triliun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Sep 2025 19:26 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan skema pembiayaan proyek strategis dalam APBD 2026 bukan utang, melainkan pembiayaan alternatif.

 

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut nilai pembiayaan yang semula Rp2,9 triliun diturunkan menjadi Rp1,5 triliun.

 

Menurutnya, pembiayaan alternatif dipilih karena lebih efisien dibanding pola anggaran tahunan dalam RPJMD.

 

“Kalau proyek nilainya Rp100 miliar dikerjakan bertahap lima tahun, tiap tahun Rp20 miliar akan naik nilainya akibat inflasi, kenaikan UMR, hingga harga tanah. Kalau ditotal sampai 2027–2030, biayanya lebih mahal dibanding dikerjakan sekaligus 2026. Dengan pola ini, justru bisa hemat sekitar Rp50 miliar,” kata Eri usai rapat paripurna penetapan nota kesepahaman KUA-PPAS APBD 2026 bersama DPRD Surabaya, Selasa (30/9/2025).

 

Baca Juga: Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari

Selain efisiensi biaya, percepatan pembangunan juga diyakini berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. “Kalau jalan selesai 2027, maka 2028 ada lompatan PAD sekitar Rp500 miliar karena NJOP dan harga properti naik. Kalau menunggu tahunan, kita rugi lebih mahal sekaligus kehilangan momentum,” ujarnya.

 

Eri memastikan anggaran yang digunakan bukan dana fiktif. “Kalau nanti anggaran 2029 turun, itu bukan hilang. Tapi sudah ditarik lebih dulu di 2026. Jadi jelas, uangnya ada,” tegasnya.

 

Baca Juga: Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

Terkait turunnya pembiayaan dari Rp2,9 triliun menjadi Rp1,5 triliun, Eri menyebut hal itu penyesuaian proyek, bukan pengurangan utang. “Kalau proyek selesai 2027, pembiayaannya dihitung 2027. Jadi bukan pinjam uang lalu bayar entah kapan, tapi dicicil sesuai progres pekerjaan,” katanya.

 

“Pembiayaan alternatif ini berbeda. Dicicil sesuai pengerjaan. Jadi bukan berarti 2026 langsung utang besar lalu nyicil. Itu bukan begitu. Awalnya saya dan DPRD juga mengira ini utang, ternyata bukan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.