Bangunan Asrama Putra Ambruk, Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Berusia Lebih dari Seabad
- Penulis : Yasin
- | Senin, 29 Sep 2025 18:02 WIB
selalu.id – Asrama putra Pondok Pesantren Al-Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Sekitar 19 ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang diperkirakan tertimbun reruntuhan.
Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka
Pesantren ini diklaim telah berusia lebih dari satu abad. Mengutip situs NU Online Jawa Timur, Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, merayakan usia seabad pada 2024.
Terletak di Jalan KHR Moh Abbas I/18, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pondok ini menjadi salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Nama pesantren diambil dari pendirinya, KH Raden Khozin Khoiruddin, dan juga dikenal dengan nama Pesantren Buduran sesuai lokasi.
Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar
Menurut riset yang dikutip situs NU Online, pesantren ini berdiri sejak tahun 1920. Keterangan tersebut disampaikan KHR Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pesantren Al-Khoziny, pada Haul Masyayikh dan Haflah Rajabiyah ke-80 Pesantren Al-Khoziny pada 2024.
Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi
Beberapa ulama besar pernah menimba ilmu di pondok ini, termasuk KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang), KH Nasir (Bangkalan), KH Abd Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang), KH Umar (Jember), KH Nawawi (Pendiri Pesantren Ma’had Arriyadl Ringin Agung Kediri), KH Usman Al Ishaqi (Alfitrah Kedinding, Surabaya), KH Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan), KH Dimyati (Banten), KH Ali Mas’ud (Sidoarjo), dan KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo).
Editor : Ading