Selasa, 03 Feb 2026 02:19 WIB

Pemkot Surabaya Bantah Boros, Tegaskan Tak Ada Anggaran Mamin untuk Pejabat Eselon

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Sep 2025 20:52 WIB

selalu.id – Pemkot Surabaya membantah tudingan pemborosan anggaran APBD 2025 yang sebelumnya disampaikan praktisi anggaran, Mauli Fikr, terkait pos makan-minum (mamin) pejabat eselon senilai Rp6,5 miliar.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M Fikser, menegaskan informasi itu tidak benar. Menurutnya, tidak ada anggaran mamin untuk pejabat internal. Seluruh belanja mamin diarahkan untuk kegiatan kemasyarakatan maupun jamuan tamu dari luar.

 

“Rapat internal pemkot saja tidak ada anggaran mamin. Belanja mamin baru bisa dilakukan kalau ada tamu dari luar, misalnya kepala daerah lain atau kegiatan publik seperti Festival Rujak Uleg,” kata Fikser, Kamis (25/9/2025).

 

Fikser juga meluruskan soal alokasi 557 ribu paket makan lapangan senilai Rp15,3 miliar. Ia memastikan anggaran tersebut bukan untuk konsumsi ASN, melainkan kebutuhan acara publik.

 

Terkait perjalanan dinas luar negeri Rp8,63 miliar yang sempat dipersoalkan, Fikser menyebut Pemkot sudah menghapus anggaran perjalanan luar negeri sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, perjalanan hanya bisa dilakukan jika seluruh biaya ditanggung penyelenggara.

 

“Kalaupun ada yang dikirim, itu tenaga teknis seperti guru atau tenaga medis, bukan pejabat. Dan semua harus izin Kemendagri,” jelasnya.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Soal belanja sewa ribuan kipas angin, tenda, hingga panggung, Fikser mengatakan anggaran dipusatkan pada satu perangkat daerah untuk efisiensi dan pengawasan. “Peralatan itu juga dipakai untuk acara yang melibatkan masyarakat, bukan pejabat semata,” tambahnya.

 

Ia juga membantah isu pinjaman daerah berbunga 13,7 persen. Menurutnya, Pemkot sudah menegosiasikan bunga hingga di bawah 6 persen melalui Bank Jatim. Pinjaman tersebut disebut khusus untuk pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rumah sakit.

 

“Setiap rupiah diarahkan untuk infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan warga Surabaya. Pengajuan pinjaman pun dilakukan dengan perhitungan fiskal dan kajian risiko yang ketat,” tandasnya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Sebelumnya, praktisi anggaran Mauli Fikr menilai APBD 2025 masih menyimpan banyak kejanggalan. Dari perjalanan dinas dengan tarif uang harian melebihi standar nasional, belanja sewa peralatan yang dianggap tidak realistis, hingga utang daerah yang disebut tidak diikuti kenaikan belanja modal.

 

Mauli menyebut data yang ia peroleh menunjukkan anggaran jamuan pejabat eselon mencapai Rp6,3 miliar untuk 28 ribu orang, padahal pejabat eselon II di Surabaya hanya sekitar 30 orang. Ia juga menyoroti paket makan lapangan hingga 557 ribu unit senilai Rp15,3 miliar, belanja sewa ribuan kipas angin dan sound system, hingga utang daerah Rp513 miliar dengan bunga tinggi.

 

“Ini bukan sekadar salah hitung, tapi inkonsistensi kebijakan. Utang yang seharusnya untuk infrastruktur justru tidak jelas manfaatnya bagi rakyat,” pungkas Mauli.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.