Kamis, 06 Agu 2026 02:17 WIB

Demo di Balai Kota, Aktivis SPM-MP Laporkan Dugaan Korupsi APBD Surabaya 2025

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Sep 2025 13:51 WIB

selalu.id – Puluhan massa Solidaritas Pemuda-Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9/2025). Mereka menuding Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2025 sarat praktik mark-up, pemborosan, hingga berpotensi korupsi.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

Dalam aksinya, massa membawa dokumen yang disebut sebagai hasil investigasi, berisi sejumlah pos belanja yang dinilai janggal. Mulai dari biaya perjalanan dinas luar negeri bernilai miliaran, anggaran konsumsi pejabat yang dianggap berlebihan, hingga sewa perlengkapan acara dengan nominal tidak wajar.

 

“Kami sudah mengkaji langsung dokumen anggaran dan temuan-temuan ini sangat melukai hati rakyat Surabaya. Ada anggaran makan minum nilainya sampai Rp6 miliar lebih, ada sewa kipas angin, sound system, hingga panggung dengan jumlah yang tidak masuk akal,” kata Koordinator Lapangan SPM-MP, A. Sholeh.

 

Sholeh menyebut pihaknya sempat berdebat dengan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser. Namun, jawaban yang diberikan disebut hanya berdasar pada acuan RPJMD, sementara sejumlah pos anggaran dinilai tetap janggal.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

 

“Kalau alasannya hanya RPJMD, lalu bagaimana dengan fakta-fakta pemborosan ini? Bahkan saat kami minta klarifikasi soal anggaran MAMIN (makanan dan minuman) miliaran rupiah, pejabat yang hadir mengaku tidak berwenang memberi penjelasan,” tambahnya.

 

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Usai aksi di Balai Kota, massa bergerak ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Polda Jatim untuk melaporkan temuan mereka. Laporan itu mencakup dugaan mark-up perjalanan dinas luar negeri dengan tarif harian di atas standar Kemenkeu, pembengkakan anggaran jamuan dan konsumsi melebihi jumlah ASN, hingga pengelolaan utang daerah berbunga tinggi yang dianggap merugikan Surabaya.

 

“APBD 2025 ini penuh manipulasi. Dari plesiran pejabat sampai utang berbunga tinggi, semua mencerminkan pengkhianatan terhadap rakyat. Kami mendesak aparat hukum segera bertindak dan meminta Wali Kota Eri Cahyadi turun dari jabatannya,” tegas Sholeh.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.