Rabu, 28 Okt 2026 01:47 WIB

Kos-kosan di Surabaya Wajib Diawasi, Wali Kota Eri: Harus Ada Ibu atau Bapak Kos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Sep 2025 12:53 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap rumah indekos di kawasan permukiman warga untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.

 

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Dalam pengarahan kepada kepala perangkat daerah, camat, dan lurah di Graha Sawunggaling, Rabu (24/9/2025), Eri menyoroti aspek perizinan dan pola pengawasan kos-kosan.

 

“Kalau kos berada di pemukiman, maka harus ada ibu atau bapak kos yang tinggal di lokasi untuk mengawasi. Kalau tidak ada, potensi tindak pencabulan atau gangguan keamanan akan tinggi,” tegas Eri.

 

Eri meminta agar setiap pembangunan kos di kawasan kampung mendapat persetujuan minimal sepertiga hingga dua pertiga warga setempat. Menurutnya, hal itu penting agar aktivitas penghuni kos tidak mengganggu lingkungan sekitar.

 

“Kalau kos dibangun di pinggir jalan raya utama, tidak perlu izin warga. Tapi kalau di dalam kampung, tanpa izin, jelas mengganggu keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

 

Eri mencontohkan kasus rumah di ujung gang yang dijadikan kos tanpa persetujuan warga. “Itu jelas bisa bikin kampung tidak aman, lalu siapa yang mengontrol?” katanya.

 

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Selain pengawasan, Eri juga menyinggung soal perizinan dan retribusi kos-kosan. Ia meminta Dispendukcapil dan DPMPTSP berkoordinasi dengan Komisi A DPRD Surabaya untuk membahas regulasi terkait.

 

“Selama ini kos tidak ada retribusinya. Nanti tolong koordinasi dengan Komisi A,” ujarnya.

 

Eri juga mengingatkan kos campur antara laki-laki dan perempuan di dalam kampung dapat berdampak buruk bagi anak-anak. Karena itu, aturan harus sejalan dengan semangat Kampung Pancasila.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

“Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dalam kehidupan kampung. Kalau itu kuat, keamanan dan ketertiban bisa lebih terjaga,” tambahnya.

 

Menurut Eri, pengawasan kos-kosan juga penting untuk mendukung program pemetaan warga miskin dan pra-miskin. Dengan data akurat, Pemkot menargetkan program beasiswa hingga lulus sarjana dapat terealisasi pada 2026.

 

“Karena saya ingin di tahun 2026, satu pun warga miskin bisa sekolah sampai sarjana. Kalau datanya jelas, intervensi bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG

Waspadai bencana susulan, mulai dari pohon tumbang, banjir genangan di kawasan perkotaan, hingga ancaman tanah longsor.

Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog

Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.

PLTS Terapung Terbesar ke-2 RI di Malang Siap Aliri Listrik Akhir 2026

Percepatan ini menjadi komitmen PLN NP dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengawal transisi energi nasional.

Viral BPJS Kesehatan Dikabarkan Mau Dihapus, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Intip Kecagihan dan Harganya

Diproduksi langsung di fasilitas Mitsubishi Motors Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand menawarkan Pajero terbaru dalam tiga pilihan varian.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

Proses distribusi komoditas dari berbagai wilayah dinilai tidak selalu bisa menyesuaikan ketentuan waktu yang berlaku.