Kamis, 17 Sep 2026 04:46 WIB

DPRD Surabaya: Utang Rp3,15 Triliun Bisa Percepat Pembangunan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Sep 2025 16:27 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id – DPRD Kota Surabaya memastikan rencana pinjaman daerah senilai Rp2,7 triliun bukan semata beban, melainkan peluang untuk mendorong pembangunan infrastruktur strategis.

 

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Hal ini disampaikan usai rombongan dewan melakukan konsultasi ke Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta pekan lalu.

 

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut Surabaya memenuhi syarat untuk mengambil opsi pembiayaan alternatif tersebut.

 

“Berdasarkan dokumen yang diterima Kemendagri, Kemenkeu, dan Bappenas, serta studi kelayakan yang ada, Surabaya sangat memenuhi syarat,” ujarnya, Senin (21/9/2025).

 

Pinjaman itu akan diajukan pada periode 2026–2027 dengan nilai total Rp3,15 triliun. Rinciannya, Rp2,71 triliun melalui PT SMI dan Rp447,8 miliar dari Bank Jatim.

 

Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai proyek besar seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Flyover Dolog, pelebaran Jalan Wiyung, saluran Diversi Gunungsari, pembangunan Jalan Tembus Dharmahusada, penanganan genangan, hingga pemasangan PJU.

Baca Juga: Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

 

Menurut pria yang akrab disapa Mas Toni itu, proyek infrastruktur yang dibiayai pinjaman bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi. “Diversi Gunungsari misalnya, ditarget rampung 2025. Kami yakin bisa membuka pusat usaha baru dan lapangan kerja. Dampaknya akan terasa di 2026,” katanya.

 

Mas Toni menegaskan DPRD Surabaya akan mengawal penggunaan dana pinjaman ini agar tepat sasaran dan terhindar dari potensi penyimpangan. “Seluruh fraksi akan menugaskan anggotanya untuk memastikan apa yang direncanakan benar-benar terlaksana,” tegasnya.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Ia menilai Surabaya perlu berbenah menghadapi dinamika pembangunan nasional, termasuk pemindahan IKN pada 2028. “Surabaya bersama daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik harus berkembang bersama. Kami berharap gubernur bisa jadi jembatan kolaborasi,” ujarnya.

 

Selain infrastruktur, Mas Toni menekankan APBD 2026 tetap harus menyentuh sektor ekonomi kreatif dan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, pengembangan Surabaya sebagai gaming city juga butuh dukungan anggaran.

 

“Dengan pembiayaan alternatif ditambah APBD yang tepat sasaran, Surabaya bisa memperkuat infrastruktur sekaligus memacu ekonomi kreatif dan kualitas SDM,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswanto menegaskan pihak legislatif wajib melihat kondisi objektif sebelum menentukan sikap penyesuaian kelas jalan.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Warga mendesak Pemkot Surabaya berdiri tegak menjalankan fungsi regulasi dan tidak memihak kepada pengembang.