Selasa, 03 Feb 2026 16:15 WIB

DPRD Surabaya: Utang Rp3,15 Triliun Bisa Percepat Pembangunan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Sep 2025 16:27 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id – DPRD Kota Surabaya memastikan rencana pinjaman daerah senilai Rp2,7 triliun bukan semata beban, melainkan peluang untuk mendorong pembangunan infrastruktur strategis.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Hal ini disampaikan usai rombongan dewan melakukan konsultasi ke Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta pekan lalu.

 

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut Surabaya memenuhi syarat untuk mengambil opsi pembiayaan alternatif tersebut.

 

“Berdasarkan dokumen yang diterima Kemendagri, Kemenkeu, dan Bappenas, serta studi kelayakan yang ada, Surabaya sangat memenuhi syarat,” ujarnya, Senin (21/9/2025).

 

Pinjaman itu akan diajukan pada periode 2026–2027 dengan nilai total Rp3,15 triliun. Rinciannya, Rp2,71 triliun melalui PT SMI dan Rp447,8 miliar dari Bank Jatim.

 

Dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai proyek besar seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Flyover Dolog, pelebaran Jalan Wiyung, saluran Diversi Gunungsari, pembangunan Jalan Tembus Dharmahusada, penanganan genangan, hingga pemasangan PJU.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

 

Menurut pria yang akrab disapa Mas Toni itu, proyek infrastruktur yang dibiayai pinjaman bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi. “Diversi Gunungsari misalnya, ditarget rampung 2025. Kami yakin bisa membuka pusat usaha baru dan lapangan kerja. Dampaknya akan terasa di 2026,” katanya.

 

Mas Toni menegaskan DPRD Surabaya akan mengawal penggunaan dana pinjaman ini agar tepat sasaran dan terhindar dari potensi penyimpangan. “Seluruh fraksi akan menugaskan anggotanya untuk memastikan apa yang direncanakan benar-benar terlaksana,” tegasnya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Ia menilai Surabaya perlu berbenah menghadapi dinamika pembangunan nasional, termasuk pemindahan IKN pada 2028. “Surabaya bersama daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik harus berkembang bersama. Kami berharap gubernur bisa jadi jembatan kolaborasi,” ujarnya.

 

Selain infrastruktur, Mas Toni menekankan APBD 2026 tetap harus menyentuh sektor ekonomi kreatif dan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, pengembangan Surabaya sebagai gaming city juga butuh dukungan anggaran.

 

“Dengan pembiayaan alternatif ditambah APBD yang tepat sasaran, Surabaya bisa memperkuat infrastruktur sekaligus memacu ekonomi kreatif dan kualitas SDM,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.