Minggu, 01 Feb 2026 22:45 WIB

Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi Berujung Ricuh

Demonstrasi nelayan tolak reklamasi di Surabaya
Demonstrasi nelayan tolak reklamasi di Surabaya

selalu.id - Ratusan nelayan di pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya, terlibat aksi demonstrasi yang berakhir ricuh pada Selasa pagi.  Mereka menolak keras uji konsultasi publik proyek Strategis Nasional (PSN) reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) yang dilakukan oleh PT Granting Jaya. Aksi yang semula tertib berubah menjadi kericuhan saat terjadi aksi dorong-mendorong antara nelayan dan pihak keamanan.

Para nelayan memprotes keras ketidakikutsertaan mereka dalam uji konsultasi publik tersebut.  "Nelayan mana yang dilibatkan?," teriak Ramadani Jaka Samudra, Korlap aksi, di tengah kericuhan, Selasa (11/2/2025). 

Ia menegaskan bahwa seluruh koperasi nelayan dan Lembaga Keuangan Mikro Kecil (LKMK) di wilayah pesisir secara bulat menolak rencana pembangunan lima pulau baru di sekitar Pantai Kenjeran.  Mereka khawatir proyek ini akan mengancam mata pencaharian dan merusak ekosistem laut.

Penolakan ini bukan tanpa alasan.  Ramadani menjelaskan bahwa proyek reklamasi SWL dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan nelayan.  Dukungan terhadap penolakan ini pun datang dari berbagai pihak.  DPRD Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyatakan dukungan penuh kepada nelayan. 

Bahkan, Wali Kota Surabaya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, menyertakan hasil evaluasi dan kajian yang menunjukkan dampak negatif PSN SWL. "Kami sudah menyampaikan penolakan ini hingga ke Komisi IV DPR RI," tambah Ramadani. 

Komisi IV DPR RI telah memanggil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membahas permasalahan ini.  Kekhawatiran terhadap track record PT Granting Jaya yang dianggap kurang profesional dalam pengelolaan aset juga menjadi sorotan.  Ada kekhawatiran bahwa PSN SWL justru akan semakin merusak lingkungan Kota Surabaya.

Kericuhan yang terjadi mengakibatkan beberapa orang mengalami luka ringan.  Pihak kepolisian telah mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.  Aksi nelayan ini menunjukkan betapa besarnya penolakan terhadap proyek reklamasi SWL dan menjadi sorotan penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial sebelum melanjutkan proyek tersebut.  Nasib nelayan dan kelestarian lingkungan Pantai Kenjeran kini berada di ujung tanduk.

Baca Juga: Polri Perbarui Pelayanan Unjuk Rasa Berbasis HAM Internasional

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.