Selasa, 21 Jul 2026 20:49 WIB

Kasus Ijazah Ditahan Rp 3 Juta, Azhar Kahfi Advokasi Langsung Siswi SMA di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Sep 2025 16:21 WIB
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi

selalu.id – Kasus penahanan ijazah kembali terjadi di Surabaya. Aini (nama samaran), siswi SMA Tanwir Surabaya asal Dupak Masigit, Kecamatan Bubutan, terancam tidak bisa menerima ijazah asli karena menunggak biaya sekolah Rp 3,1 juta.

 

Baca Juga: UD Sentosa Seal Sita 108 Ijazah, Jan Hwa Diana Dijerat Pasal Penggelapan

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, turun tangan mengadvokasi kasus ini pada Senin dan Selasa, 15-16 September 2025.

 

Pada kunjungan pertama, Azhar hanya bertemu seorang guru yang tidak berwenang mengambil keputusan. Pertemuan kedua akhirnya mempertemukannya dengan Kepala Sekolah SMA Tanwir, Yuni.

 

“Meski ada subsidi, ijazah asli tidak bisa diberikan selama tunggakan belum dilunasi. Yang bisa kami berikan hanya fotokopi legalisir,” kata Yuni.

 

Azhar menegaskan aturan pemerintah melarang sekolah menahan ijazah dengan alasan apapun. Berdasarkan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2024, sekolah swasta maupun negeri tidak boleh menjadikan ijazah sebagai jaminan.

 

Baca Juga: Penahanan Ijazah Karyawan Sentosa Seal, Polda Jatim Siapkan Penetapan Tersangka

“Sekolah swasta memang bergantung pada iuran, tapi hak siswa atas ijazah mutlak. Itu pintu untuk melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja,” ujarnya.

 

Politisi yang dikenal dengan tagline Aku Koncomu itu menyatakan akan mengawal kasus ini hingga selesai. Ia juga siap membawa persoalan ini ke sidang paripurna DPRD Surabaya agar praktik penahanan ijazah tidak terulang.

 

“Tidak boleh ada lagi anak Surabaya yang ijazahnya ditahan karena alasan ekonomi. Pemkot dan sekolah harus cari solusi lain,” tegasnya.

Baca Juga: Geledah UD Sentoso Seal, Polda Jatim Temukan Ijazah Mantan Karyawan

 

Azhar menambahkan, kasus Aini hanya satu dari banyak aduan yang ia terima saat reses. Data BPS Jatim 2023 mencatat angka kemiskinan di Surabaya masih 4,2 persen atau sekitar 122 ribu jiwa. Kondisi ini membuat banyak keluarga kesulitan membayar biaya sekolah.

 

“Ini masalah struktural. Diperlukan sinergi Pemkot, DPRD, dan sekolah agar tidak ada lagi siswa yang terhalang mengakses masa depan hanya karena tunggakan,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.