Senin, 02 Feb 2026 18:33 WIB

Kasus Ijazah Ditahan Rp 3 Juta, Azhar Kahfi Advokasi Langsung Siswi SMA di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Sep 2025 16:21 WIB
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi

selalu.id – Kasus penahanan ijazah kembali terjadi di Surabaya. Aini (nama samaran), siswi SMA Tanwir Surabaya asal Dupak Masigit, Kecamatan Bubutan, terancam tidak bisa menerima ijazah asli karena menunggak biaya sekolah Rp 3,1 juta.

 

Baca Juga: UD Sentosa Seal Sita 108 Ijazah, Jan Hwa Diana Dijerat Pasal Penggelapan

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, turun tangan mengadvokasi kasus ini pada Senin dan Selasa, 15-16 September 2025.

 

Pada kunjungan pertama, Azhar hanya bertemu seorang guru yang tidak berwenang mengambil keputusan. Pertemuan kedua akhirnya mempertemukannya dengan Kepala Sekolah SMA Tanwir, Yuni.

 

“Meski ada subsidi, ijazah asli tidak bisa diberikan selama tunggakan belum dilunasi. Yang bisa kami berikan hanya fotokopi legalisir,” kata Yuni.

 

Azhar menegaskan aturan pemerintah melarang sekolah menahan ijazah dengan alasan apapun. Berdasarkan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2024, sekolah swasta maupun negeri tidak boleh menjadikan ijazah sebagai jaminan.

 

Baca Juga: Penahanan Ijazah Karyawan Sentosa Seal, Polda Jatim Siapkan Penetapan Tersangka

“Sekolah swasta memang bergantung pada iuran, tapi hak siswa atas ijazah mutlak. Itu pintu untuk melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja,” ujarnya.

 

Politisi yang dikenal dengan tagline Aku Koncomu itu menyatakan akan mengawal kasus ini hingga selesai. Ia juga siap membawa persoalan ini ke sidang paripurna DPRD Surabaya agar praktik penahanan ijazah tidak terulang.

 

“Tidak boleh ada lagi anak Surabaya yang ijazahnya ditahan karena alasan ekonomi. Pemkot dan sekolah harus cari solusi lain,” tegasnya.

Baca Juga: Geledah UD Sentoso Seal, Polda Jatim Temukan Ijazah Mantan Karyawan

 

Azhar menambahkan, kasus Aini hanya satu dari banyak aduan yang ia terima saat reses. Data BPS Jatim 2023 mencatat angka kemiskinan di Surabaya masih 4,2 persen atau sekitar 122 ribu jiwa. Kondisi ini membuat banyak keluarga kesulitan membayar biaya sekolah.

 

“Ini masalah struktural. Diperlukan sinergi Pemkot, DPRD, dan sekolah agar tidak ada lagi siswa yang terhalang mengakses masa depan hanya karena tunggakan,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.