Selasa, 03 Feb 2026 22:10 WIB

Demo Grahadi: Sinergi TNI, Pemprov, dan Damkar Redakan Kericuhan

Caption: Mayjen TNI Rudy Saladin duduk bareng masa aksi, sebelum tragedi terbakarnya Gedung Istana Negara Grahadi
Caption: Mayjen TNI Rudy Saladin duduk bareng masa aksi, sebelum tragedi terbakarnya Gedung Istana Negara Grahadi

selalu.id – Kericuhan terjadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada akhir Agustus 2025 saat ribuan massa aksi melakukan pelemparan batu, molotov, dan petasan. Api sempat muncul di sisi barat gedung bersejarah tersebut sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

 

Baca Juga: Terdakwa Bom Molotov Demo Grahadi Wafat, Proses Hukum Gugur

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung menghadapi massa untuk meredam situasi. Ia mengaku mengambil risiko dengan mendekati mahasiswa dan mendengar tuntutan mereka.

 

"Saya lihat mereka dewasa. Ketika ada yang melempar botol, mahasiswa sendiri yang melarang. Mereka tidak suka kerusuhan," ujarnya kepada selalu.id, Sabtu (13/9/2025).

 

Menurut Rudy, mahasiswa meminta pembebasan rekan mereka yang ditahan di Polrestabes Surabaya. Ia kemudian bergerak bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim untuk melakukan koordinasi.

 

Baca Juga: Dua Hari Duduki Grahadi, Ratusan Karyawan PT Pakerin Tuntut Upah Dibayar

Meski sempat memanas kembali, upaya dialog membuat massa ikut membantu menjaga ketertiban. Bahkan, sebagian mahasiswa membantu TNI dan Damkar memadamkan api.

 

Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura mendapat instruksi langsung dari Pangdam untuk mengamankan lokasi. Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Bambang Vistadi, menegaskan betapa genting situasi saat itu.

 

Baca Juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet

"Kalau terlambat lima menit saja, habis sudah Grahadi," ucapnya.

 

Api berhasil dipadamkan dengan empat unit mobil pemadam yang masuk dari sisi belakang gedung. Situasi berangsur kondusif setelah aparat, mahasiswa, dan tim pemadam bekerja sama menjaga Grahadi dari ancaman kerusuhan lebih besar.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.