Senin, 02 Feb 2026 18:39 WIB

Dua Hari Duduki Grahadi, Ratusan Karyawan PT Pakerin Tuntut Upah Dibayar

selalu.id — Ratusan karyawan PT Pakerin kembali menduduki Gedung Istana Grahadi Surabaya selama dua hari berturut-turut, sejak Selasa (23/12/2025) hingga Rabu (24/12/2025). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kejelasan ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap 2.500 pekerja, pembayaran upah yang tertunda selama beberapa bulan, serta pembukaan pemblokiran Administrasi Hukum Umum (AHU) perusahaan.

Sebelumnya, para karyawan juga menggelar aksi di Kantor Gubernuran Jawa Timur di sekitar Tugu Pahlawan selama beberapa hari. Selain itu, massa sempat memblokade Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur di Jalan Kayoon selama tiga hari tiga malam.

Baca Juga: Terdakwa Bom Molotov Demo Grahadi Wafat, Proses Hukum Gugur

Sekitar 1.200 karyawan PT Pakerin dari Mojokerto turut bergabung dalam aksi di Grahadi pada Kamis (18/12/2025). Aksi tersebut juga diikuti anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan KAHUDTINDO.

Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri FSPMI PT Pakerin, Ipang Sugiasmoro, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus mengambil peran aktif dalam penyelesaian persoalan tersebut.

“Berbagai upaya sudah kami tempuh, mulai dari OJK, LPS, Kanwil Kemenkumham, hingga kepolisian. Saat ini, kami menunggu peran nyata Pemprov Jatim untuk menyelesaikan seluruh permasalahan,” tegas Ipang.

Baca Juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet

Ia menambahkan, para pekerja akan tetap bertahan di lokasi aksi hingga ada langkah konkret dari pemerintah.

“Jika pemerintah tidak peduli, kami akan menginap di sini sampai persoalan kami selesai,” ujarnya.

Baca Juga: Demo Grahadi: Sinergi TNI, Pemprov, dan Damkar Redakan Kericuhan

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah dan Dinas Tenaga Kerja telah memfasilitasi tuntutan para pekerja. Berdasarkan berita acara koordinasi, pertemuan antara perwakilan karyawan, Sekda Jawa Timur, dan Kanwil Kemenkum Jawa Timur telah digelar pada Jumat (19/12/2025) untuk membahas upaya penyelesaian.

Massa aksi menegaskan akan mendirikan tenda perjuangan tanpa batas waktu dan menduduki instansi terkait apabila pertemuan lanjutan dibatalkan atau hasilnya tidak sesuai dengan tuntutan para pekerja.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.