Minggu, 06 Sep 2026 23:56 WIB

Permintaan Pemotongan Capai 10 Ribu Ekor, Komisi B Minta Pemkot Tambah RPHU  

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Agu 2025 15:42 WIB
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud

selalu.id – Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, menilai keberadaan Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) Jeruk, Lakarsantri, sangat dibutuhkan warga. Fasilitas yang baru diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi pada Kamis (21/8/2025) itu disebut mampu menekan pencemaran lingkungan akibat pemotongan unggas di pasar tradisional.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

“Darahnya mengalir ke mana-mana dan bisa menimbulkan penyakit. Kalau dipusatkan di RPHU, limbah bisa ditampung dan tidak mencemari lingkungan,” kata Machmud, Selasa (25/8/2025).

 

Namun, Machmud mengungkapkan kapasitas RPHU yang hanya 5 ribu ekor per hari sudah tidak mencukupi. Menurutnya, permintaan pemotongan justru tembus 10 ribu ekor.

 

“Yang mau potong kemarin langsung terungkap, sudah ada 10 ribu. Artinya lebih besar dari kapasitas,” jelas politisi Demokrat itu.

 

Permintaan bahkan datang dari luar kota. Selama ini, pemotongan unggas masih banyak dilakukan hingga ke Jawa Tengah karena keterbatasan fasilitas di Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

 

Machmud menyebut Pemkot berencana membangun rumah potong ayam khusus. Selain menekan limbah, fasilitas baru itu juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

 

“Harapan saya dari situ tidak ada limbah, sekaligus menjadi potensi pendapatan baru bagi kota. Karena setiap pemotongan dikenai Rp1.000 per ekor, dan jumlahnya ribuan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan RPHU Jeruk sudah dilengkapi peralatan modern. Ia menyebut Pemkot bersama PT RPH Perseroda tengah mengurus sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikasi halal.

 

“Nanti setelah ini kami akan mengurus NKV sekaligus sertifikasi halalnya. Kalau untuk ekspor, maka NKV RPHU ini harus satu. Jadi kalau ada yang mau ekspor ayam atau unggas, bisa memotong di tempat ini,” kata Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.