Minggu, 01 Feb 2026 23:37 WIB

Permintaan Pemotongan Capai 10 Ribu Ekor, Komisi B Minta Pemkot Tambah RPHU  

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Agu 2025 15:42 WIB
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud

selalu.id – Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, menilai keberadaan Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) Jeruk, Lakarsantri, sangat dibutuhkan warga. Fasilitas yang baru diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi pada Kamis (21/8/2025) itu disebut mampu menekan pencemaran lingkungan akibat pemotongan unggas di pasar tradisional.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Darahnya mengalir ke mana-mana dan bisa menimbulkan penyakit. Kalau dipusatkan di RPHU, limbah bisa ditampung dan tidak mencemari lingkungan,” kata Machmud, Selasa (25/8/2025).

 

Namun, Machmud mengungkapkan kapasitas RPHU yang hanya 5 ribu ekor per hari sudah tidak mencukupi. Menurutnya, permintaan pemotongan justru tembus 10 ribu ekor.

 

“Yang mau potong kemarin langsung terungkap, sudah ada 10 ribu. Artinya lebih besar dari kapasitas,” jelas politisi Demokrat itu.

 

Permintaan bahkan datang dari luar kota. Selama ini, pemotongan unggas masih banyak dilakukan hingga ke Jawa Tengah karena keterbatasan fasilitas di Surabaya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Machmud menyebut Pemkot berencana membangun rumah potong ayam khusus. Selain menekan limbah, fasilitas baru itu juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

 

“Harapan saya dari situ tidak ada limbah, sekaligus menjadi potensi pendapatan baru bagi kota. Karena setiap pemotongan dikenai Rp1.000 per ekor, dan jumlahnya ribuan setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan RPHU Jeruk sudah dilengkapi peralatan modern. Ia menyebut Pemkot bersama PT RPH Perseroda tengah mengurus sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikasi halal.

 

“Nanti setelah ini kami akan mengurus NKV sekaligus sertifikasi halalnya. Kalau untuk ekspor, maka NKV RPHU ini harus satu. Jadi kalau ada yang mau ekspor ayam atau unggas, bisa memotong di tempat ini,” kata Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.