Jumat, 19 Jun 2026 15:59 WIB

Surabaya Padat, Ketua Komisi C Usulkan Konsolidasi Tanah Vertikal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Agu 2025 13:14 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan

selalu.id – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfasilitasi program konsolidasi tanah vertikal sebagai solusi penyediaan hunian layak dan terjangkau di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

 

Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

“Untuk penataan ruang ke depan, kita harus mendorong perkembangan kota ke atas, bukan melebar ke samping. Penduduk Surabaya terus bertambah dengan laju pertumbuhan 0,45% per tahun, sedangkan ruang tidak bertambah. Konsolidasi tanah vertikal bisa menjadi bagian dari solusi,” kata Eri, Kamis (21/8/2025).

 

Ia menjelaskan skema konsolidasi tanah vertikal dilakukan dengan menggabungkan beberapa bidang tanah dalam satu kawasan untuk dikembangkan menjadi bangunan bertingkat, seperti rumah susun atau flat 4–6 lantai.

 

Menurutnya, penggunaan lahan di Surabaya masih didominasi hunian tapak, meski kepadatan penduduk sangat tinggi. Data BPS 2022 mencatat kepadatan penduduk Surabaya mencapai 8.600 jiwa per kilometer persegi, jauh di atas rata-rata nasional 147 jiwa per kilometer persegi.

 

“Artinya, kita harus mendorong vertikalitas sebagai strategi perkotaan, baik untuk tujuan ekologi, sosial-ekonomi, maupun estetika kota,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Bawa Tuntutan Mahasiswa ke Pusat

 

Eri mencontohkan program serupa di Jakarta yang berhasil mengubah rumah sempit berukuran 5–6 meter persegi menjadi hunian flat 18 meter persegi melalui konsolidasi tanah vertikal di kawasan Palmerah dan Tanah Tinggi.

 

“Konsolidasi tanah vertikal menciptakan hunian layak sekaligus menjamin kepastian hukum tanpa relokasi bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Namun, ia menekankan keberhasilan program ini bergantung pada kesepakatan warga, keterlibatan komunitas, dan regulasi yang jelas. Pemkot Surabaya diharapkan dapat memfasilitasi penataan zona sekaligus menghubungkan dengan Kementerian ATR/BPN.

 

“Pembentukan koperasi perumahan bisa menjadi opsi pengelolaan. Sekaligus ini mencerminkan gotong royong khas Surabaya, dari proses awal hingga konsolidasi lahan,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 19 Juni 2026, Berikut Rincian Lengkapnya

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp2.796.000-2.830.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Angka Keberuntungan Datang, Cek Segera Bintangmu

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Kali ini banyak angka keberuntungan.

Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

Selain soal stabilitas fiskal, Purbaya mengatakan, menteri keuangan China turut memastikan cara pandang Indonesia dalam menyelesaikan masalah global.

Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan

Polres Mojokerto Kota berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya.

OMIPAS Pasuruan Resmi Digelar, Dorong Kualitas Akademik-Prestasi Siswa Madrasah

Melalui OMIPAS, diharapkan lahir generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama Kabupaten Pasuruan di berbagai ajang kompetisi.

Ada Gangguan Listrik pada Sistem Lalu Lintas di Surabaya, Berikut Lokasinya

PLN kini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.