Senin, 03 Agu 2026 17:15 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Bentuk Generasi Emas  

Program MBG
Program MBG

selalu.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi strategi utama dalam menciptakan generasi emas bangsa. Program ini menekankan pentingnya gizi berkualitas sebagai fondasi utama untuk membangun generasi yang cerdas dan sehat.

 

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

Sosialisasi program MBG diadakan di Balai Warga RW 07, Balasklumprik, pada hari Minggu, 10 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia Kurniawati, Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi, Lurah Balasklumprik Moch Soeltoni, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Indah Kurniawati menjelaskan bahwa BGN dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menciptakan SDM unggul, profesional, berkualitas, dan berdaya saing. "MBG bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia," ujarnya. Ia menekankan pentingnya gizi seimbang sejak usia dini untuk mencegah stunting dan membentuk generasi unggul.

 

Teguh Suparngadi dari BGN menambahkan bahwa program MBG difokuskan pada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang paling membutuhkan perhatian gizi. "Dengan memenuhi kebutuhan gizi mereka sejak dini, MBG menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting dan mencapai Generasi Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

 

Program MBG juga dirancang untuk meningkatkan perekonomian warga lokal melalui keterlibatan aktif dalam dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga sekitar, terutama pelaku UMKM, dilibatkan langsung mulai dari penyedia bahan baku hingga tenaga kerja. "Program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat," lanjut Teguh.

 

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Masyarakat yang ingin menjadi mitra dapat mendaftar melalui portal resmi BGN, www.mitra.bgn.go.id, tanpa biaya. Provinsi Jawa Timur menargetkan memiliki 421 SPPG dengan 1.473.500 penerima manfaat. Surabaya, sebagai ibukota provinsi, masih jauh dari jumlah ideal dalam mengatasi masalah gizi. Teguh mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mengingatkan agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BGN.

 

Lurah Balasklumprik Moch Soeltoni menjelaskan bahwa MBG adalah langkah strategis untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Rajabasa. "Dengan adanya MBG, anak-anak mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin, yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.