Rabu, 04 Feb 2026 01:09 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Bentuk Generasi Emas  

Program MBG
Program MBG

selalu.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi strategi utama dalam menciptakan generasi emas bangsa. Program ini menekankan pentingnya gizi berkualitas sebagai fondasi utama untuk membangun generasi yang cerdas dan sehat.

 

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

Sosialisasi program MBG diadakan di Balai Warga RW 07, Balasklumprik, pada hari Minggu, 10 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia Kurniawati, Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi, Lurah Balasklumprik Moch Soeltoni, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Indah Kurniawati menjelaskan bahwa BGN dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menciptakan SDM unggul, profesional, berkualitas, dan berdaya saing. "MBG bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia," ujarnya. Ia menekankan pentingnya gizi seimbang sejak usia dini untuk mencegah stunting dan membentuk generasi unggul.

 

Teguh Suparngadi dari BGN menambahkan bahwa program MBG difokuskan pada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang paling membutuhkan perhatian gizi. "Dengan memenuhi kebutuhan gizi mereka sejak dini, MBG menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting dan mencapai Generasi Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG

 

Program MBG juga dirancang untuk meningkatkan perekonomian warga lokal melalui keterlibatan aktif dalam dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga sekitar, terutama pelaku UMKM, dilibatkan langsung mulai dari penyedia bahan baku hingga tenaga kerja. "Program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat," lanjut Teguh.

 

Baca Juga: Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Masyarakat yang ingin menjadi mitra dapat mendaftar melalui portal resmi BGN, www.mitra.bgn.go.id, tanpa biaya. Provinsi Jawa Timur menargetkan memiliki 421 SPPG dengan 1.473.500 penerima manfaat. Surabaya, sebagai ibukota provinsi, masih jauh dari jumlah ideal dalam mengatasi masalah gizi. Teguh mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mengingatkan agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BGN.

 

Lurah Balasklumprik Moch Soeltoni menjelaskan bahwa MBG adalah langkah strategis untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Rajabasa. "Dengan adanya MBG, anak-anak mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin, yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.