Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 15 Jan 2026 15:47 WIB
selalu.id - Peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) menyebabkan ratusan siswa dan orang tua bahkan keluarga juga mengalami mual, muntah, pusing usai menyantap menu soto ayam.
Seperti yang dirasakan Ida Dwi Rahayu, dirinya dan dua anaknya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit usai menyantap soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.
Baca Juga: Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto
"Kemarin masuk rumah sakit itu karena makan MBG dari aslinya yang mendapat itu menunya nasi soto kejadian kita dapat MBG-nya hari jumat pagi. nasinya yang dapat itu anak saya yang TK. Dapat nasinya nasi kuah soto. Nasi kuah soto itu terdiri dari nasi, telur, sama ayam, kuahnya juga ada," kata Ida Dwi Rahayu.
Ia menambahkan, satu anaknya yang duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak (TK) membawa pulang menu soto ayam yang dapat dari makan bergizi gratis tersebut.
"Anak saya tidak dimakan di sekolah makanya itu dibawa pulang dibawa pulang yang dimakan itu ayamnya aja yang di sekolah. Dibawa pulang, dimakan kakaknya itu telurnya karena adiknya tahu kakaknya suka telur dikasihkan sama kakaknya. Jadi kemarin itu kita sekeluarga, saya ini sama itu masuk rumah sakit," terangnya.
Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto
Menurut Ida Dwi Rahayu, dirinya hanya makan sedikit telur sisa anak pertamanya yang tidak habis. Meski hanya sedikit, Ida juga mengalami keracunan.
"Habis telurnya masuk udah selesai kan makannya di depan tv gitu kan udah selesai, sudah beresin tuh mau tak cuci kan telurnya masih sedikit itu mau tak cuci tak ginikan aja kan, eman ya masih ada telur tak emplok aja tak makan lah tak makan abis itu tak cuci saya itu kena. Jam 9 malam jumat malam saya diare," tuturnya.
Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa
Masih kata Ida, dirinya dan dua anaknya sempat berobat ke dokter umum, karena tidak ada perkembangan baru ke rumah sakit.
"Kita enggak mempan dokter umum baru minggunya ke sini, sabtunya baru tahu kalau ada berita apa itu keracunan itu aku Minggunya ke sini. Baru tahu soalnya di grup baru itu hari Sabtunya heboh," pungkasnya.
Editor : Arif ArdiantoURL : https://selalu.id/news-12047-cerita-ibu-dua-anak-yang-keracunan-mbg-di-mojokerto
