Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto
Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) menyebabkan ratusan siswa dan orang tua bahkan keluarga juga mengalami mual, muntah, pusing usai menyantap menu soto ayam.

Seperti yang dirasakan Ida Dwi Rahayu, dirinya dan dua anaknya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit usai menyantap soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

"Kemarin masuk rumah sakit itu karena makan MBG dari aslinya yang mendapat itu menunya nasi soto kejadian kita dapat MBG-nya hari jumat pagi. nasinya yang dapat itu anak saya yang TK. Dapat nasinya nasi kuah soto. Nasi kuah soto itu terdiri dari nasi, telur, sama ayam, kuahnya juga ada," kata Ida Dwi Rahayu.

Ia menambahkan, satu anaknya yang duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak (TK) membawa pulang menu soto ayam yang dapat dari makan bergizi gratis tersebut.

"Anak saya tidak dimakan di sekolah makanya itu dibawa pulang dibawa pulang yang dimakan itu ayamnya aja yang di sekolah. Dibawa pulang, dimakan kakaknya itu telurnya karena adiknya tahu kakaknya suka telur dikasihkan sama kakaknya. Jadi kemarin itu kita sekeluarga, saya ini sama itu masuk rumah sakit," terangnya.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Menurut Ida Dwi Rahayu, dirinya hanya makan sedikit telur sisa anak pertamanya yang tidak habis. Meski hanya sedikit, Ida juga mengalami keracunan.

"Habis telurnya masuk udah selesai kan makannya di depan tv gitu kan udah selesai, sudah beresin tuh mau tak cuci kan telurnya masih sedikit itu mau tak cuci tak ginikan aja kan, eman ya masih ada telur tak emplok aja tak makan lah tak makan abis itu tak cuci saya itu kena. Jam 9 malam jumat malam saya diare," tuturnya.

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Masih kata Ida, dirinya dan dua anaknya sempat berobat ke dokter umum, karena tidak ada perkembangan baru ke rumah sakit.

"Kita enggak mempan dokter umum baru minggunya ke sini, sabtunya baru tahu kalau ada berita apa itu keracunan itu aku Minggunya ke sini. Baru tahu soalnya di grup baru itu hari Sabtunya heboh," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.