Kamis, 03 Sep 2026 11:17 WIB

Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto
Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) menyebabkan ratusan siswa dan orang tua bahkan keluarga juga mengalami mual, muntah, pusing usai menyantap menu soto ayam.

Seperti yang dirasakan Ida Dwi Rahayu, dirinya dan dua anaknya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit usai menyantap soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

"Kemarin masuk rumah sakit itu karena makan MBG dari aslinya yang mendapat itu menunya nasi soto kejadian kita dapat MBG-nya hari jumat pagi. nasinya yang dapat itu anak saya yang TK. Dapat nasinya nasi kuah soto. Nasi kuah soto itu terdiri dari nasi, telur, sama ayam, kuahnya juga ada," kata Ida Dwi Rahayu.

Ia menambahkan, satu anaknya yang duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak (TK) membawa pulang menu soto ayam yang dapat dari makan bergizi gratis tersebut.

"Anak saya tidak dimakan di sekolah makanya itu dibawa pulang dibawa pulang yang dimakan itu ayamnya aja yang di sekolah. Dibawa pulang, dimakan kakaknya itu telurnya karena adiknya tahu kakaknya suka telur dikasihkan sama kakaknya. Jadi kemarin itu kita sekeluarga, saya ini sama itu masuk rumah sakit," terangnya.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Menurut Ida Dwi Rahayu, dirinya hanya makan sedikit telur sisa anak pertamanya yang tidak habis. Meski hanya sedikit, Ida juga mengalami keracunan.

"Habis telurnya masuk udah selesai kan makannya di depan tv gitu kan udah selesai, sudah beresin tuh mau tak cuci kan telurnya masih sedikit itu mau tak cuci tak ginikan aja kan, eman ya masih ada telur tak emplok aja tak makan lah tak makan abis itu tak cuci saya itu kena. Jam 9 malam jumat malam saya diare," tuturnya.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Masih kata Ida, dirinya dan dua anaknya sempat berobat ke dokter umum, karena tidak ada perkembangan baru ke rumah sakit.

"Kita enggak mempan dokter umum baru minggunya ke sini, sabtunya baru tahu kalau ada berita apa itu keracunan itu aku Minggunya ke sini. Baru tahu soalnya di grup baru itu hari Sabtunya heboh," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.