Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto
Ida Dwi Rahayu, ibu dua anak yang keracunan MBG di Mojokerto

selalu.id - Peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) menyebabkan ratusan siswa dan orang tua bahkan keluarga juga mengalami mual, muntah, pusing usai menyantap menu soto ayam.

Seperti yang dirasakan Ida Dwi Rahayu, dirinya dan dua anaknya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit usai menyantap soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

"Kemarin masuk rumah sakit itu karena makan MBG dari aslinya yang mendapat itu menunya nasi soto kejadian kita dapat MBG-nya hari jumat pagi. nasinya yang dapat itu anak saya yang TK. Dapat nasinya nasi kuah soto. Nasi kuah soto itu terdiri dari nasi, telur, sama ayam, kuahnya juga ada," kata Ida Dwi Rahayu.

Ia menambahkan, satu anaknya yang duduk di bangku sekolah taman kanak-kanak (TK) membawa pulang menu soto ayam yang dapat dari makan bergizi gratis tersebut.

"Anak saya tidak dimakan di sekolah makanya itu dibawa pulang dibawa pulang yang dimakan itu ayamnya aja yang di sekolah. Dibawa pulang, dimakan kakaknya itu telurnya karena adiknya tahu kakaknya suka telur dikasihkan sama kakaknya. Jadi kemarin itu kita sekeluarga, saya ini sama itu masuk rumah sakit," terangnya.

Baca Juga: Icha Chellow, Mala Agatha dan Tim Kreatif Dilaporkan ke Polisi Soal Lagu Gapapa

Menurut Ida Dwi Rahayu, dirinya hanya makan sedikit telur sisa anak pertamanya yang tidak habis. Meski hanya sedikit, Ida juga mengalami keracunan.

"Habis telurnya masuk udah selesai kan makannya di depan tv gitu kan udah selesai, sudah beresin tuh mau tak cuci kan telurnya masih sedikit itu mau tak cuci tak ginikan aja kan, eman ya masih ada telur tak emplok aja tak makan lah tak makan abis itu tak cuci saya itu kena. Jam 9 malam jumat malam saya diare," tuturnya.

Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya

Masih kata Ida, dirinya dan dua anaknya sempat berobat ke dokter umum, karena tidak ada perkembangan baru ke rumah sakit.

"Kita enggak mempan dokter umum baru minggunya ke sini, sabtunya baru tahu kalau ada berita apa itu keracunan itu aku Minggunya ke sini. Baru tahu soalnya di grup baru itu hari Sabtunya heboh," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.