Rabu, 22 Jul 2026 18:06 WIB

Unej Tarik Ribuan Mahasiswa KKN dari Lumajang Akibat Kasus Curanmor

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono

selalu.id – Universitas Jember (Unej) secara resmi menarik 1.307 mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, menyusul serangkaian insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menimpa para peserta KKN. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Unej.

 

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono, penarikan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjamin keselamatan dan keamanan mahasiswa. "Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama kami. Kami tidak ingin mengambil risiko apapun," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/8/2025).

 

Kasus curanmor terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di posko KKN Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, dan Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Total empat sepeda motor milik mahasiswa Unej dilaporkan hilang. Insiden ini juga berdampak pada peserta KKN dari tujuh perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program KKN Kolaboratif di Lumajang.

 

Baca Juga: KKN UPN Veteran Jatim di Rungkut Tengah Tuai Kritik, Dinilai Minim Manfaat

Prof. Yuli menjelaskan bahwa Unej akan memberikan dispensasi kepada mahasiswa yang terkena dampak penarikan ini. "Sebagian besar program di desa sudah selesai. Mahasiswa akan fokus pada evaluasi, pembuatan laporan, video asesmen, dan sosialisasi," tambahnya.

 

Unej sebelumnya menempatkan 1.307 mahasiswa di 102 desa di seluruh Kabupaten Lumajang dalam program KKN Kolaboratif ini. Selain Unej, beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Lumajang, Universitas Islam Negeri KH Achmad Shidiq Jember, dan STKIP PGRI Lumajang juga mengambil langkah serupa dengan menghentikan program KKN mereka di Lumajang.

Baca Juga: Komitmen Tak Ada Nepotisme, Ganjar Pranowo: Duit Rakyat Tak Boleh Dicopet!

 

Prof. Yuli berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perguruan tinggi mitra. "Kami berharap ada kolaborasi yang lebih baik untuk memastikan keamanan dan kondusivitas di lapangan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.