Jumat, 06 Nov 2026 19:14 WIB

Unej Tarik Ribuan Mahasiswa KKN dari Lumajang Akibat Kasus Curanmor

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono

selalu.id – Universitas Jember (Unej) secara resmi menarik 1.307 mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, menyusul serangkaian insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menimpa para peserta KKN. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Unej.

 

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono, penarikan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjamin keselamatan dan keamanan mahasiswa. "Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama kami. Kami tidak ingin mengambil risiko apapun," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/8/2025).

 

Kasus curanmor terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di posko KKN Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, dan Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Total empat sepeda motor milik mahasiswa Unej dilaporkan hilang. Insiden ini juga berdampak pada peserta KKN dari tujuh perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program KKN Kolaboratif di Lumajang.

 

Baca Juga: KKN UPN Veteran Jatim di Rungkut Tengah Tuai Kritik, Dinilai Minim Manfaat

Prof. Yuli menjelaskan bahwa Unej akan memberikan dispensasi kepada mahasiswa yang terkena dampak penarikan ini. "Sebagian besar program di desa sudah selesai. Mahasiswa akan fokus pada evaluasi, pembuatan laporan, video asesmen, dan sosialisasi," tambahnya.

 

Unej sebelumnya menempatkan 1.307 mahasiswa di 102 desa di seluruh Kabupaten Lumajang dalam program KKN Kolaboratif ini. Selain Unej, beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Lumajang, Universitas Islam Negeri KH Achmad Shidiq Jember, dan STKIP PGRI Lumajang juga mengambil langkah serupa dengan menghentikan program KKN mereka di Lumajang.

Baca Juga: Komitmen Tak Ada Nepotisme, Ganjar Pranowo: Duit Rakyat Tak Boleh Dicopet!

 

Prof. Yuli berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perguruan tinggi mitra. "Kami berharap ada kolaborasi yang lebih baik untuk memastikan keamanan dan kondusivitas di lapangan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Pilu Warga Madiun Bayar Utang Bank Orang Lain Rp170 Juta, Rumah juga Terancam Dilelang

Langkah berat itu terpaksa ia tempuh semata-mata demi pertahankan rumah tinggalnya di Sukomoro, Nganjuk yang ia beli secara sah sejak 13 tahun lalu.

BPOM Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal di Jatim, Omzetnya Setahun Ugal-ugalan

Dalam ungkap ini, petugas juga menemukan berbagai produk berupa krim, losion, dan toner yang dikemas dalam wadah polos tanpa label maupun izin edar.

Asa Baru Kebangkitan Jaranan Pogogan Nganjuk

Jaranan Pogogan mengisahkan perjalanan prajurit dari Bantarangin, Ponorogo, menuju Kediri untuk melamar Putri Kediri Dewi Songgolangit.

Nasdem Setuju Pemprov Sisihkan Dana 600 Miliar Lewat Skema Dana Ditanggung Bersama

Pengumpulan dana dilakukan bertahap selama 3 tahun anggaran.

DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru

selalu.id — Anggota DPRD Jawa Timur Lailatul Qodriyah meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur mitigasi bencana Gunung Semeru, m

Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Infrastruktur tersebut dirancang mengalirkan debit air hingga 23 meter kubik per detik.