Selasa, 03 Feb 2026 03:08 WIB

Unej Tarik Ribuan Mahasiswa KKN dari Lumajang Akibat Kasus Curanmor

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono

selalu.id – Universitas Jember (Unej) secara resmi menarik 1.307 mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, menyusul serangkaian insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menimpa para peserta KKN. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Unej.

 

Baca Juga: KKN UPN Veteran Jatim di Rungkut Tengah Tuai Kritik, Dinilai Minim Manfaat

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej, Prof. Yuli Witono, penarikan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjamin keselamatan dan keamanan mahasiswa. "Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama kami. Kami tidak ingin mengambil risiko apapun," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (13/8/2025).

 

Kasus curanmor terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di posko KKN Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, dan Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Total empat sepeda motor milik mahasiswa Unej dilaporkan hilang. Insiden ini juga berdampak pada peserta KKN dari tujuh perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program KKN Kolaboratif di Lumajang.

 

Baca Juga: Komitmen Tak Ada Nepotisme, Ganjar Pranowo: Duit Rakyat Tak Boleh Dicopet!

Prof. Yuli menjelaskan bahwa Unej akan memberikan dispensasi kepada mahasiswa yang terkena dampak penarikan ini. "Sebagian besar program di desa sudah selesai. Mahasiswa akan fokus pada evaluasi, pembuatan laporan, video asesmen, dan sosialisasi," tambahnya.

 

Unej sebelumnya menempatkan 1.307 mahasiswa di 102 desa di seluruh Kabupaten Lumajang dalam program KKN Kolaboratif ini. Selain Unej, beberapa perguruan tinggi lain seperti Universitas Lumajang, Universitas Islam Negeri KH Achmad Shidiq Jember, dan STKIP PGRI Lumajang juga mengambil langkah serupa dengan menghentikan program KKN mereka di Lumajang.

Baca Juga: Dukung Penerapan Kampus Merdeka, SIER Kolaborasi dengan Universitas Jember

 

Prof. Yuli berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perguruan tinggi mitra. "Kami berharap ada kolaborasi yang lebih baik untuk memastikan keamanan dan kondusivitas di lapangan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.