Jumat, 05 Jun 2026 23:10 WIB

Seragam Bantuan Siswa Miskin Berbeda Warna, DPRD Surabaya Soroti Potensi Diskriminasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Agu 2025 12:14 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti bantuan seragam sekolah bagi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh yang berbeda warna dari seragam reguler di sekolah negeri.

Perbedaan ini dinilai berpotensi memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengungkap temuan tersebut saat meninjau sejumlah SMA negeri. 

Ia menemukan warna seragam pramuka dan abu-abu bantuan tidak sesuai standar sekolah.

“Ternyata di SMA Negeri, seperti SMA 2 dan SMA 10, warna seragam pramukanya berbeda. Saya sudah cek langsung dan konfirmasi ke kepala sekolah,” kata Imam, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, perbedaan warna ini membuat siswa penerima bantuan merasa minder. “Anak-anak itu jadi malu. Kita tahu sendiri, anak dari keluarga miskin itu sensitif,” ujarnya.

Imam juga menyoroti kualitas kain seragam abu-abu bantuan yang dinilai lebih rendah. Bahkan, sebagian siswa terpaksa membeli kain sendiri seharga Rp280 ribu, ditambah ongkos jahit Rp200 ribu per set, agar seragamnya sama seperti teman-teman.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Meski ada kepala sekolah dan guru yang membantu menjahitkan seragam sesuai standar, jumlahnya sangat terbatas sekitar lima siswa per sekolah.

Melihat kondisi ini, Imam meminta Pemkot Surabaya lebih cermat dalam merancang dan mendistribusikan bantuan. “Harusnya sebelum dibagi, dicek dulu. Warnanya sesuai atau tidak, kualitas kainnya layak atau tidak,” tegas mantan jurnalis ini.

Ia menyayangkan jika bantuan yang dibeli dengan dana APBD justru tidak terpakai. “Kalau enggak sesuai, ya mubazir. Malah memperkuat stigma kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Imam juga menyinggung efisiensi belanja daerah, mengingat Pemkot saat ini masih menanggung utang hingga Rp452 miliar. 

“Memang utangnya bukan untuk seragam, tapi ironis kalau anggaran yang terbatas malah terbuang percuma,” tambahnya.

Sebagai solusi, Imam mendorong adanya standardisasi warna dan kualitas seragam bantuan agar tidak terlihat berbeda. “Kalau mau membantu anak miskin, ya berikan yang terbaik. Jangan sampai bantuan malah membuat mereka merasa dibedakan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.