Selasa, 29 Sep 2026 13:56 WIB

Seragam Bantuan Siswa Miskin Berbeda Warna, DPRD Surabaya Soroti Potensi Diskriminasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Agu 2025 12:14 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti bantuan seragam sekolah bagi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh yang berbeda warna dari seragam reguler di sekolah negeri.

Perbedaan ini dinilai berpotensi memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengungkap temuan tersebut saat meninjau sejumlah SMA negeri. 

Ia menemukan warna seragam pramuka dan abu-abu bantuan tidak sesuai standar sekolah.

“Ternyata di SMA Negeri, seperti SMA 2 dan SMA 10, warna seragam pramukanya berbeda. Saya sudah cek langsung dan konfirmasi ke kepala sekolah,” kata Imam, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, perbedaan warna ini membuat siswa penerima bantuan merasa minder. “Anak-anak itu jadi malu. Kita tahu sendiri, anak dari keluarga miskin itu sensitif,” ujarnya.

Imam juga menyoroti kualitas kain seragam abu-abu bantuan yang dinilai lebih rendah. Bahkan, sebagian siswa terpaksa membeli kain sendiri seharga Rp280 ribu, ditambah ongkos jahit Rp200 ribu per set, agar seragamnya sama seperti teman-teman.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Meski ada kepala sekolah dan guru yang membantu menjahitkan seragam sesuai standar, jumlahnya sangat terbatas sekitar lima siswa per sekolah.

Melihat kondisi ini, Imam meminta Pemkot Surabaya lebih cermat dalam merancang dan mendistribusikan bantuan. “Harusnya sebelum dibagi, dicek dulu. Warnanya sesuai atau tidak, kualitas kainnya layak atau tidak,” tegas mantan jurnalis ini.

Ia menyayangkan jika bantuan yang dibeli dengan dana APBD justru tidak terpakai. “Kalau enggak sesuai, ya mubazir. Malah memperkuat stigma kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Imam juga menyinggung efisiensi belanja daerah, mengingat Pemkot saat ini masih menanggung utang hingga Rp452 miliar. 

“Memang utangnya bukan untuk seragam, tapi ironis kalau anggaran yang terbatas malah terbuang percuma,” tambahnya.

Sebagai solusi, Imam mendorong adanya standardisasi warna dan kualitas seragam bantuan agar tidak terlihat berbeda. “Kalau mau membantu anak miskin, ya berikan yang terbaik. Jangan sampai bantuan malah membuat mereka merasa dibedakan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Pasuruan Usulkan Lima Raperda 2026, Masa Jabatan Kades Juga Diatur

Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori dalam rapat paripurna.

Top 3 News: Ternak Murai Batu hingga Hasil UEFA Nations League 2026

Ketiga berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.

Seorang Kakek Ditemukan Tewas dengan Tangan Terputus di Ladang Tebu Probolinggo

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Probolinggo masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Pembunuhan Berantai di Afsel, Korban Capai 30 Orang Lebih

Tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 30 nyawa ini makin mempertegas krisis kejahatan kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

Momen Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Kehadiran Presiden beserta jajaran menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Bocoran Subsidi BBM di RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna Besok

Guna menekan ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama yang berbasis impor, pemerintah terus menggenjot penyediaan sumber energi alternatif.