Kamis, 06 Agu 2026 08:06 WIB

Seragam Bantuan Siswa Miskin Berbeda Warna, DPRD Surabaya Soroti Potensi Diskriminasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Agu 2025 12:14 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyoroti bantuan seragam sekolah bagi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh yang berbeda warna dari seragam reguler di sekolah negeri.

Perbedaan ini dinilai berpotensi memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengungkap temuan tersebut saat meninjau sejumlah SMA negeri. 

Ia menemukan warna seragam pramuka dan abu-abu bantuan tidak sesuai standar sekolah.

“Ternyata di SMA Negeri, seperti SMA 2 dan SMA 10, warna seragam pramukanya berbeda. Saya sudah cek langsung dan konfirmasi ke kepala sekolah,” kata Imam, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, perbedaan warna ini membuat siswa penerima bantuan merasa minder. “Anak-anak itu jadi malu. Kita tahu sendiri, anak dari keluarga miskin itu sensitif,” ujarnya.

Imam juga menyoroti kualitas kain seragam abu-abu bantuan yang dinilai lebih rendah. Bahkan, sebagian siswa terpaksa membeli kain sendiri seharga Rp280 ribu, ditambah ongkos jahit Rp200 ribu per set, agar seragamnya sama seperti teman-teman.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Meski ada kepala sekolah dan guru yang membantu menjahitkan seragam sesuai standar, jumlahnya sangat terbatas sekitar lima siswa per sekolah.

Melihat kondisi ini, Imam meminta Pemkot Surabaya lebih cermat dalam merancang dan mendistribusikan bantuan. “Harusnya sebelum dibagi, dicek dulu. Warnanya sesuai atau tidak, kualitas kainnya layak atau tidak,” tegas mantan jurnalis ini.

Ia menyayangkan jika bantuan yang dibeli dengan dana APBD justru tidak terpakai. “Kalau enggak sesuai, ya mubazir. Malah memperkuat stigma kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Imam juga menyinggung efisiensi belanja daerah, mengingat Pemkot saat ini masih menanggung utang hingga Rp452 miliar. 

“Memang utangnya bukan untuk seragam, tapi ironis kalau anggaran yang terbatas malah terbuang percuma,” tambahnya.

Sebagai solusi, Imam mendorong adanya standardisasi warna dan kualitas seragam bantuan agar tidak terlihat berbeda. “Kalau mau membantu anak miskin, ya berikan yang terbaik. Jangan sampai bantuan malah membuat mereka merasa dibedakan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.