Rabu, 22 Jul 2026 15:47 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Tak Kibarkan Bendera One Piece Saat 17 Agustus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 15:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi fenomena viral pemasangan bendera dan mural bergambar tokoh anime One Piece di beberapa sudut kota.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia mengingatkan warga agar tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan simbol-simbol lain selain bendera Merah Putih.

 

“Bendera One Piece sebenarnya tidak dilarang. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya, ini adalah Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengorbankan nyawanya. Janganlah ada bendera lain yang dikibarkan, selain bendera Merah Putih dan lambang Pancasila,” tegas Eri kepada selalu.id, Senin (5/8/2025).

 

Eri menekankan bahwa momentum perayaan kemerdekaan harus dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan, bukan sekadar mengikuti tren.

 

“Memang tidak ada larangan soal bendera Naruto atau One Piece, tapi jangan kurangi makna perjuangan para pahlawan kita. Mereka berjuang untuk memberikan rasa bahagia, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

 

Ia pun mengapresiasi warga yang telah memahami imbauan tersebut dan bersedia menurunkan sendiri bendera atau mural yang sempat dipasang.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

 

“Itulah peran pemerintah, peran warga, dan juga media dalam memberikan edukasi secara bijak,” tambah Eri.

 

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya mencatat delapan titik pemasangan bendera hingga mural bergambar tokoh One Piece di wilayah kota. Temuan itu muncul seiring tren viral simbol bajak laut fiksi tersebut di media sosial.

 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tunjung Iswandar mengatakan, rata-rata warga yang memasang atribut tersebut mengaku hanya ikut-ikutan.

 

Mayoritas bendera dan mural kini sudah diturunkan secara sukarela. Bahkan, mural permanen yang dibuat di tembok rumah juga sudah dihapus.

 

“Yang utama, mari pasang bendera Merah Putih secara masif. Jangan sampai atribut lain justru mengaburkan makna kemerdekaan kita,” pungkas Tunjung.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.