Selasa, 08 Sep 2026 00:45 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Tak Kibarkan Bendera One Piece Saat 17 Agustus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 15:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi fenomena viral pemasangan bendera dan mural bergambar tokoh anime One Piece di beberapa sudut kota.

 

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Ia mengingatkan warga agar tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan simbol-simbol lain selain bendera Merah Putih.

 

“Bendera One Piece sebenarnya tidak dilarang. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya, ini adalah Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengorbankan nyawanya. Janganlah ada bendera lain yang dikibarkan, selain bendera Merah Putih dan lambang Pancasila,” tegas Eri kepada selalu.id, Senin (5/8/2025).

 

Eri menekankan bahwa momentum perayaan kemerdekaan harus dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan, bukan sekadar mengikuti tren.

 

“Memang tidak ada larangan soal bendera Naruto atau One Piece, tapi jangan kurangi makna perjuangan para pahlawan kita. Mereka berjuang untuk memberikan rasa bahagia, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

 

Ia pun mengapresiasi warga yang telah memahami imbauan tersebut dan bersedia menurunkan sendiri bendera atau mural yang sempat dipasang.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

 

“Itulah peran pemerintah, peran warga, dan juga media dalam memberikan edukasi secara bijak,” tambah Eri.

 

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya mencatat delapan titik pemasangan bendera hingga mural bergambar tokoh One Piece di wilayah kota. Temuan itu muncul seiring tren viral simbol bajak laut fiksi tersebut di media sosial.

 

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tunjung Iswandar mengatakan, rata-rata warga yang memasang atribut tersebut mengaku hanya ikut-ikutan.

 

Mayoritas bendera dan mural kini sudah diturunkan secara sukarela. Bahkan, mural permanen yang dibuat di tembok rumah juga sudah dihapus.

 

“Yang utama, mari pasang bendera Merah Putih secara masif. Jangan sampai atribut lain justru mengaburkan makna kemerdekaan kita,” pungkas Tunjung.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.