Rabu, 04 Feb 2026 15:17 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Tak Kibarkan Bendera One Piece Saat 17 Agustus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 15:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi fenomena viral pemasangan bendera dan mural bergambar tokoh anime One Piece di beberapa sudut kota.

 

Baca Juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Ia mengingatkan warga agar tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan simbol-simbol lain selain bendera Merah Putih.

 

“Bendera One Piece sebenarnya tidak dilarang. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya, ini adalah Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengorbankan nyawanya. Janganlah ada bendera lain yang dikibarkan, selain bendera Merah Putih dan lambang Pancasila,” tegas Eri kepada selalu.id, Senin (5/8/2025).

 

Eri menekankan bahwa momentum perayaan kemerdekaan harus dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan, bukan sekadar mengikuti tren.

 

“Memang tidak ada larangan soal bendera Naruto atau One Piece, tapi jangan kurangi makna perjuangan para pahlawan kita. Mereka berjuang untuk memberikan rasa bahagia, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

 

Ia pun mengapresiasi warga yang telah memahami imbauan tersebut dan bersedia menurunkan sendiri bendera atau mural yang sempat dipasang.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

 

“Itulah peran pemerintah, peran warga, dan juga media dalam memberikan edukasi secara bijak,” tambah Eri.

 

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya mencatat delapan titik pemasangan bendera hingga mural bergambar tokoh One Piece di wilayah kota. Temuan itu muncul seiring tren viral simbol bajak laut fiksi tersebut di media sosial.

 

Baca Juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tunjung Iswandar mengatakan, rata-rata warga yang memasang atribut tersebut mengaku hanya ikut-ikutan.

 

Mayoritas bendera dan mural kini sudah diturunkan secara sukarela. Bahkan, mural permanen yang dibuat di tembok rumah juga sudah dihapus.

 

“Yang utama, mari pasang bendera Merah Putih secara masif. Jangan sampai atribut lain justru mengaburkan makna kemerdekaan kita,” pungkas Tunjung.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.