Jumat, 05 Jun 2026 21:37 WIB

Wali Kota Eri Minta Warga Tak Kibarkan Bendera One Piece Saat 17 Agustus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Agu 2025 15:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi fenomena viral pemasangan bendera dan mural bergambar tokoh anime One Piece di beberapa sudut kota.

 

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Ia mengingatkan warga agar tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan simbol-simbol lain selain bendera Merah Putih.

 

“Bendera One Piece sebenarnya tidak dilarang. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya, ini adalah Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengorbankan nyawanya. Janganlah ada bendera lain yang dikibarkan, selain bendera Merah Putih dan lambang Pancasila,” tegas Eri kepada selalu.id, Senin (5/8/2025).

 

Eri menekankan bahwa momentum perayaan kemerdekaan harus dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan, bukan sekadar mengikuti tren.

 

“Memang tidak ada larangan soal bendera Naruto atau One Piece, tapi jangan kurangi makna perjuangan para pahlawan kita. Mereka berjuang untuk memberikan rasa bahagia, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

 

Ia pun mengapresiasi warga yang telah memahami imbauan tersebut dan bersedia menurunkan sendiri bendera atau mural yang sempat dipasang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

 

“Itulah peran pemerintah, peran warga, dan juga media dalam memberikan edukasi secara bijak,” tambah Eri.

 

Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya mencatat delapan titik pemasangan bendera hingga mural bergambar tokoh One Piece di wilayah kota. Temuan itu muncul seiring tren viral simbol bajak laut fiksi tersebut di media sosial.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tunjung Iswandar mengatakan, rata-rata warga yang memasang atribut tersebut mengaku hanya ikut-ikutan.

 

Mayoritas bendera dan mural kini sudah diturunkan secara sukarela. Bahkan, mural permanen yang dibuat di tembok rumah juga sudah dihapus.

 

“Yang utama, mari pasang bendera Merah Putih secara masif. Jangan sampai atribut lain justru mengaburkan makna kemerdekaan kita,” pungkas Tunjung.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.