Sabtu, 06 Jun 2026 13:41 WIB

Pinjaman Rp 452 Miliar Pemkot Surabaya Dikaji DPRD, Risiko Fiskal Jadi Sorotan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Jul 2025 17:06 WIB
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya

selalu.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya tengah mengkaji rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 452 miliar kepada Bank Jatim.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Pinjaman ini diajukan untuk menjaga keberlanjutan program-program prioritas yang terancam tidak terealisasi akibat turunnya pendapatan daerah, terutama dari dana bagi hasil provinsi.

 

Anggota Banggar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyatakan bahwa rencana tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh masing-masing fraksi selama sepekan ke depan guna memastikan tidak menyalahi aturan dan tidak menimbulkan risiko fiskal.

 

“Awalnya, beberapa program yang sudah masuk dalam APBD Murni 2025 terancam tidak bisa direalisasikan karena ada pengurangan dana bagi hasil dari Pemprov. Dari Rp 1,6 triliun turun jadi sekitar Rp 1,1 sampai Rp 1,2 triliun. Maka dari itu, Pemkot mencari skema pembiayaan alternatif,” kata Achmad, Senin (28/7/2025).

 

Menurutnya, secara normatif skema pinjaman ini diperbolehkan dalam ketentuan APBD Perubahan, selama tercantum dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RKPD.

 

“Secara aturan diperbolehkan. Tapi Banggar tetap meminta kajian tambahan, tidak hanya dari sisi kelayakan teknis (FS), tapi juga dari sisi sosial dan ekonomi. Kita harus lihat apakah pembiayaan ini memberi dampak negatif bagi masyarakat atau tidak,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, prinsip kehati-hatian tetap menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Banggar disebut telah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, BPKP, serta melibatkan pakar kebijakan fiskal.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Terkait bunga pinjaman, Achmad menyebutkan bahwa besarannya masih dalam tahap negosiasi dan dalam paparan awal disebutkan sekitar 6 persen per tahun.

 

“Angkanya belum final, tapi kami juga mempertimbangkan apakah bunga itu terlalu tinggi. Ini masih akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

 

Achmad menjelaskan, kemampuan fiskal Kota Surabaya masih mencukupi untuk menanggung pinjaman tersebut. Berdasarkan perhitungan, kapasitas pinjaman jangka menengah Surabaya diperkirakan mencapai Rp 6,1 triliun dalam lima tahun.

 

“Namun kita tetap ingin pembayarannya bertahap, per tahun, agar tidak memberatkan APBD. Apalagi pinjaman ini harus lunas sebelum masa jabatan Wali Kota berakhir. Jangan sampai ada beban ke pemerintahan berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

Ia juga memastikan bahwa sejumlah program prioritas seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan beasiswa pendidikan tidak terdampak oleh skema pinjaman ini.

 

“Rutilahu tetap jalan, beasiswa SMK juga ditambah. Tapi kami tetap harus berhati-hati, jangan sampai pinjaman ini justru menimbulkan masalah baru jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

 

Kajian antarfraksi, kata dia, ditargetkan selesai dalam satu minggu ke depan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.