Sabtu, 04 Jul 2026 20:16 WIB

Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Ahli ITS Jelaskan Penyebabnya

selalu.id – Polemik kualitas bahan bakar Pertalite masih ramai diperbincangkan di Jawa Timur. Meski hasil uji resmi menyatakan Pertalite aman dan bebas dari kontaminasi, sejumlah pengguna kendaraan tetap melaporkan keluhan motor brebet hingga mogok setelah mengisi bahan bakar tersebut.

 

Baca Juga: Imbas BBM Kosong di Kawasan Perak Surabaya, Antrean Kendaraan Bikin Macet

Pada Rabu (29/10/2025), PT Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM melakukan pengujian langsung di SPBU Jalan Kayoon, Surabaya, dan satu lokasi di Gresik. Hasil uji menunjukkan Pertalite tidak mengandung air, etanol, atau pengotor lainnya.

 

Dirjen Migas, Laode Sulaeman, mengatakan hasil pengujian di dua lokasi menunjukkan kondisi Pertalite sesuai spesifikasi. “Pertalite terbukti bersih dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pengujian dilakukan dengan dua metode, yaitu menggunakan pasta air untuk mendeteksi kandungan air di tandon, serta uji visual guna memastikan tidak ada endapan atau perubahan warna bahan bakar. “Pasta tetap berwarna kuning dan bahan bakar terlihat jernih tanpa kontaminasi,” tambahnya.

 

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, juga menegaskan bahwa Pertalite tidak mengandung etanol. “Kandungan etanol hanya ada pada Pertamax Green 95 dengan RON 95. Pertalite murni sesuai spesifikasi RON 90 dan aman digunakan,” katanya.

 

Meski demikian, keluhan pengguna kendaraan terus bermunculan. Irul Putra, warga Jalan Bromo Surabaya, mengaku motornya terasa berat usai mengisi Pertalite di SPBU dekat rumahnya. “Tarikannya seperti tertahan dan suara mesin agak kasar,” ujarnya.

 

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Hal serupa dialami Rifky Anam, warga Gresik, yang motornya mogok setelah mengisi Pertalite. “Motor saya mati mendadak. Kata mekanik, ada endapan seperti minyak basi di tangki,” keluhnya.

 

Keluhan serupa ramai di media sosial. Pengguna mengeluhkan performa mesin menurun, konsumsi BBM meningkat, dan suara mesin lebih kasar.

 

Menanggapi hal itu, dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Bambang Sudarmanta, menjelaskan bahwa penyebab motor brebet tidak selalu berasal dari bahan bakar tercampur air atau kotoran. “Setiap mesin memiliki rasio kompresi tertentu. Jika nilai oktan bahan bakar tidak sesuai, performa mesin bisa langsung menurun,” jelasnya.

 

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Ia menerangkan, motor bebek dengan rasio kompresi 8,5–9,5:1 cocok menggunakan RON 90–92 (Pertalite). Motor matik modern di atas 9,5:1 sebaiknya memakai RON 92 ke atas (Pertamax). Sementara motor sport membutuhkan RON minimal 95 (Pertamax Turbo atau Pertamax Green 95).

 

Selain faktor teknis mesin, Prof. Bambang menyoroti kebersihan tandon SPBU. “Air dari kelembapan atau sisa pengiriman sebelumnya bisa menyebabkan kontaminasi mikro. Air dan endapan bisa tersedot ke kendaraan, menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan mesin brebet,” katanya.

 

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan melanjutkan pengujian di wilayah lain seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Masyarakat diminta melapor jika mengalami kendala, dengan membawa nota pembelian, fotokopi KTP, sampel BBM, serta bukti perbaikan kendaraan ke SPBU tempat pengisian terakhir. Pengaduan juga bisa dilakukan melalui Call Center Pertamina 135.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bus Sugeng Rahayu Terbalik Masuk Sungai di Nganjuk

Kecelakaan ini juga membuat jalanan setempat macet parah karena truk Fuso berhenti di tengah jalan.

Perkuat Daya Saing Global, PT Terminal Petikemas Surabaya Dukung Logistik Multimoda dan Transhipment

Pengembangan sistem ini juga untuk menurunkan biaya logistik nasional yang saat ini tercatat sebesar 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

Perilaku korban menarik perhatian warga, karena tidak menunjukkan upaya menjauh ketika kereta mulai mendekat.

Mayat Perempuan dalam Sumur Diduga Korban Pembunuhan, Kenal Pelaku dari Aplikasi Perjodohan

Korban diketahui meninggalkan rumah pada 30 Mei 2026 dengan alasan membeli ayam geprek menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru hitam.

Surabaya Printing Expo 2026: Perkuat Teknologi Baru, Perluas Peluang Bisnis

Pameran ini dibuka untuk umum pada 8–11 Juli 2026 mulai pukul 10.00–19.00 WIB di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.

Terbongkar, Mayat Wanita di Dalam Sumur Probolinggo Merupakan Korban Pembunuhan 

‎Untuk sementara, polisi telah menetapkan dua orang sebagai pelaku yang diamankan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif.