Senin, 02 Feb 2026 02:30 WIB

6.144 Siswa Gakin Surabaya Dapat Seragam Gratis dan Uang Saku

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Jul 2025 12:27 WIB
Pelajar Surabaya
Pelajar Surabaya

selalu.id – Sebanyak 6.144 pelajar SMA/SMK dan MA dari keluarga miskin (Gakin) di Surabaya menerima perlengkapan sekolah dan bantuan pendidikan bulanan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program Beasiswa Pemuda Tangguh.

 

Baca Juga: Beda Warna Seragam Sekolah, Wali Kota Eri: Tanda Dikerjakan Banyak UMKM

Penyaluran dilakukan bertahap di Gelanggang Remaja Surabaya sejak Selasa (22/7/2025) hingga Jumat (25/7/2025).

 

Setiap pelajar menerima satu set seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, kaus kaki, serta uang saku pendidikan sebesar Rp200 ribu per bulan.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bantuan ini bertujuan meringankan beban keluarga miskin dan mendorong semangat belajar siswa.

 

“Masih banyak yang pakai seragam SMP karena belum mampu beli yang baru. Sekarang mereka dapat lengkap, termasuk sepatu dan kaos kaki,” ujar Eri, Jumat (25/7/2025).

 

Pemkot juga akan membelikan seragam batik sesuai motif masing-masing sekolah. Mekanismenya, sekolah akan didata dan dana langsung dibayarkan ke pihak sekolah.

 

Menurut Eri, program ini berjalan berkat kontribusi warga, termasuk para dermawan dan orang tua asuh.

 

“Dana dari masyarakat sangat membantu. Harusnya anggaran untuk seragam bisa ratusan miliar, tapi sekarang bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” katanya.

 

Setiap penerima wajib melaporkan aktivitas belajar dan nilai secara berkala kepada pemkot. Laporan akan diteruskan ke orang tua asuh sebagai bentuk transparansi.

 

Baca Juga: 4 Juta Warga Jatim Masih Miskin, Gerindra Desak RPJMD Fokus Wilayah Tertinggal

Pemkot juga menyisir lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan. “Kalau belum masuk SMA atau pondok, akan kami datangi bersama Satgas Kampung Pancasila,” kata Eri.

 

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra), Arief Boediarto, menyampaikan bahwa siswa penerima harus melakukan daftar ulang dan akan diberi akun khusus untuk pelaporan pendidikan.

 

“Mereka juga akan dibukakan rekening Bank Jatim untuk menerima bantuan,” jelas Arief.

 

Program ini menyasar siswa SMA/MA atau pondok pesantren dari keluarga miskin dan pra-sejahtera, dengan durasi bantuan maksimal tiga tahun hingga lulus.

 

Dari 12.000 pendaftar daring, hanya 6.144 siswa yang lolos verifikasi. “Kriterianya jelas, warga ber-KTP Surabaya dan dari keluarga tidak mampu. Yang tidak lolos kebanyakan berasal dari keluarga mampu,” tambah Arief.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bakal Sekolahkan Anak Keluarga Miskin, Begini Syaratnya

 

Total anggaran program ini mencapai Rp60 miliar per tahun, mencakup 21.000 siswa dari semua jenjang. Jumlah penerima tahun ini turun dari 7.000 menjadi 6.000 siswa. Arief berharap penurunan ini seiring dengan meningkatnya kesejahteraan warga.

 

Pemkot juga menggandeng UMKM lokal sebagai penyedia perlengkapan sekolah, termasuk sepatu dan seragam.

 

Salah satu penerima, Muhammad Dimas Kurniawan, siswa kelas X SMKN 2 Surabaya, mengaku terbantu dengan program ini.

 

“Alhamdulillah, bisa meringankan beban orang tua. Terima kasih Pak Wali atas bantuannya,” ujar Dimas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.