Sabtu, 06 Jun 2026 01:05 WIB

6.144 Siswa Gakin Surabaya Dapat Seragam Gratis dan Uang Saku

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Jul 2025 12:27 WIB
Pelajar Surabaya
Pelajar Surabaya

selalu.id – Sebanyak 6.144 pelajar SMA/SMK dan MA dari keluarga miskin (Gakin) di Surabaya menerima perlengkapan sekolah dan bantuan pendidikan bulanan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program Beasiswa Pemuda Tangguh.

 

Baca Juga: Beda Warna Seragam Sekolah, Wali Kota Eri: Tanda Dikerjakan Banyak UMKM

Penyaluran dilakukan bertahap di Gelanggang Remaja Surabaya sejak Selasa (22/7/2025) hingga Jumat (25/7/2025).

 

Setiap pelajar menerima satu set seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, kaus kaki, serta uang saku pendidikan sebesar Rp200 ribu per bulan.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bantuan ini bertujuan meringankan beban keluarga miskin dan mendorong semangat belajar siswa.

 

“Masih banyak yang pakai seragam SMP karena belum mampu beli yang baru. Sekarang mereka dapat lengkap, termasuk sepatu dan kaos kaki,” ujar Eri, Jumat (25/7/2025).

 

Pemkot juga akan membelikan seragam batik sesuai motif masing-masing sekolah. Mekanismenya, sekolah akan didata dan dana langsung dibayarkan ke pihak sekolah.

 

Menurut Eri, program ini berjalan berkat kontribusi warga, termasuk para dermawan dan orang tua asuh.

 

“Dana dari masyarakat sangat membantu. Harusnya anggaran untuk seragam bisa ratusan miliar, tapi sekarang bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” katanya.

 

Setiap penerima wajib melaporkan aktivitas belajar dan nilai secara berkala kepada pemkot. Laporan akan diteruskan ke orang tua asuh sebagai bentuk transparansi.

 

Baca Juga: 4 Juta Warga Jatim Masih Miskin, Gerindra Desak RPJMD Fokus Wilayah Tertinggal

Pemkot juga menyisir lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan. “Kalau belum masuk SMA atau pondok, akan kami datangi bersama Satgas Kampung Pancasila,” kata Eri.

 

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra), Arief Boediarto, menyampaikan bahwa siswa penerima harus melakukan daftar ulang dan akan diberi akun khusus untuk pelaporan pendidikan.

 

“Mereka juga akan dibukakan rekening Bank Jatim untuk menerima bantuan,” jelas Arief.

 

Program ini menyasar siswa SMA/MA atau pondok pesantren dari keluarga miskin dan pra-sejahtera, dengan durasi bantuan maksimal tiga tahun hingga lulus.

 

Dari 12.000 pendaftar daring, hanya 6.144 siswa yang lolos verifikasi. “Kriterianya jelas, warga ber-KTP Surabaya dan dari keluarga tidak mampu. Yang tidak lolos kebanyakan berasal dari keluarga mampu,” tambah Arief.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bakal Sekolahkan Anak Keluarga Miskin, Begini Syaratnya

 

Total anggaran program ini mencapai Rp60 miliar per tahun, mencakup 21.000 siswa dari semua jenjang. Jumlah penerima tahun ini turun dari 7.000 menjadi 6.000 siswa. Arief berharap penurunan ini seiring dengan meningkatnya kesejahteraan warga.

 

Pemkot juga menggandeng UMKM lokal sebagai penyedia perlengkapan sekolah, termasuk sepatu dan seragam.

 

Salah satu penerima, Muhammad Dimas Kurniawan, siswa kelas X SMKN 2 Surabaya, mengaku terbantu dengan program ini.

 

“Alhamdulillah, bisa meringankan beban orang tua. Terima kasih Pak Wali atas bantuannya,” ujar Dimas.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.