Beda Warna Seragam Sekolah, Wali Kota Eri: Tanda Dikerjakan Banyak UMKM
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 13 Agu 2025 17:54 WIB
selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pembelian seragam sekolah, termasuk bagi siswa penerima beasiswa Pemuda Tangguh, tidak boleh dipusatkan di sekolah. Orang tua bebas membeli di pasar, toko perlengkapan sekolah, atau UMKM lokal.
Baca Juga: Sekolah di Surabaya Wajib Tanpa HP, Pemkot Tetapkan Aturan Ketat Gawai
“Saya tidak menyarankan orang tua membeli seragam di sekolah. Bisa beli di Purnama atau toko lainnya,” ujar Eri usai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, jika produksi seragam dilakukan oleh satu pihak saja, berpotensi menimbulkan monopoli. Karena itu, Pemkot mendorong agar pengerjaan seragam melibatkan banyak penjahit UMKM.
Baca Juga: Cegah Flu Malaysia, DPRD Minta Dinkes Surabaya Perketat Pengawasan di Puskesmas dan Sekolah
“Kalau warnanya sedikit berbeda, itu wajar karena dikerjakan banyak UMKM. Kalau warnanya sama persis di seluruh Surabaya, berarti hanya dikerjakan satu pihak,” tegasnya.
Eri meminta Dinas Pendidikan Surabaya berkoordinasi dengan Dispendik Jawa Timur untuk memastikan tidak ada pihak yang menguasai produksi seragam sekolah.
Baca Juga: 6.144 Siswa Gakin Surabaya Dapat Seragam Gratis dan Uang Saku
Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menyoroti perbedaan warna dan kualitas seragam bantuan yang membuat sebagian siswa dari keluarga kurang mampu merasa minder. Sekitar 6.000 siswa SMA sederajat dari keluarga miskin dan pra-miskin di Surabaya menerima bantuan seragam tersebut.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-10550-beda-warna-seragam-sekolah-wali-kota-eri-tanda-dikerjakan-banyak-umkm
