Minggu, 06 Sep 2026 14:10 WIB

4 Juta Warga Jatim Masih Miskin, Gerindra Desak RPJMD Fokus Wilayah Tertinggal

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama

selalu.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Namun, persetujuan tersebut disertai catatan kritis terkait ketimpangan wilayah dan persoalan sosial ekonomi.

 

Baca Juga: Gubernur Lemhannas Apresiasi Jatim jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama, menegaskan bahwa RPJMD harus menjadi panduan nyata pembangunan lima tahun ke depan, bukan sekadar formalitas. Ia mendesak agar RPJMD selaras dengan target besar menuju Indonesia Emas 2045.

 

Salah satu sorotan utama adalah masih tingginya angka kemiskinan di Jatim. Hingga 2024, hampir 4 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan. Wilayah seperti Madura, Probolinggo, Tuban, dan Ngawi disebut membutuhkan kebijakan afirmatif.

 

“Kami mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut melalui peningkatan layanan dasar dan kualitas SDM,” ujarnya.

 

Gerindra juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang terpusat di kawasan Gerbangkertasusila. Mereka mendesak pengembangan pusat ekonomi baru di Madura, Pantura, Mataraman, dan Tapal Kuda untuk pemerataan wilayah.

 

Dari sisi kebencanaan, Gerindra meminta Pemprov mampu merespons bencana dalam waktu maksimal 2x24 jam, mengingat Jawa Timur merupakan daerah rawan.

 

Baca Juga: Said Abdullah Tegaskan Konferda-Konfercab PDIP Jatim Perkuat Solidaritas Kader

Di sektor fiskal, Fraksi Gerindra menilai target pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,87 persen terlalu rendah. Mereka mendorong target ditingkatkan menjadi 5–7 persen, dengan efisiensi anggaran yang fokus pada program prioritas.

 

Pengelolaan aset dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi sorotan. Gerindra menilai banyak aset mangkrak dan beberapa BUMD justru menjadi beban. Pihaknya meminta evaluasi menyeluruh dan masterplan optimalisasi aset untuk mendukung sektor UMKM.

 

Sektor pertanian dan perikanan juga mendapat perhatian. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB dinilai menurun. Gerindra mendorong hilirisasi, perlindungan lahan pangan, serta dukungan teknologi dan insentif untuk pelaku sektor.

 

Baca Juga: Satukan 10 Ribu Warga Kalimantan, K3 Jatim Perkuat Jejaring dan Kolaborasi

Persoalan sosial turut disorot, seperti kasus perkawinan anak (8.753 kasus), kekerasan (1.800 kasus), dan perceraian (lebih dari 77 ribu kasus) pada 2024. Fraksi Gerindra menekankan pentingnya ketahanan keluarga, pendidikan perempuan, dan peran ibu dalam pembangunan sosial.

 

Meski mengapresiasi capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang melebihi target, Gerindra menekankan penguatan program lingkungan melalui pendekatan Green dan Blue Economy yang terintegrasi dengan sektor industri, pertanian, dan pariwisata.

 

Fraksi Gerindra juga mendorong agar RPJMD selaras dengan program nasional, seperti Sekolah Rakyat, Makanan Bergizi Gratis, dan Koperasi Merah Putih.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item