Senin, 02 Feb 2026 00:17 WIB

4 Juta Warga Jatim Masih Miskin, Gerindra Desak RPJMD Fokus Wilayah Tertinggal

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama
Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama

selalu.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Namun, persetujuan tersebut disertai catatan kritis terkait ketimpangan wilayah dan persoalan sosial ekonomi.

 

Baca Juga: Said Abdullah Tegaskan Konferda-Konfercab PDIP Jatim Perkuat Solidaritas Kader

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Farid Kurniawan Aditama, menegaskan bahwa RPJMD harus menjadi panduan nyata pembangunan lima tahun ke depan, bukan sekadar formalitas. Ia mendesak agar RPJMD selaras dengan target besar menuju Indonesia Emas 2045.

 

Salah satu sorotan utama adalah masih tingginya angka kemiskinan di Jatim. Hingga 2024, hampir 4 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan. Wilayah seperti Madura, Probolinggo, Tuban, dan Ngawi disebut membutuhkan kebijakan afirmatif.

 

“Kami mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut melalui peningkatan layanan dasar dan kualitas SDM,” ujarnya.

 

Gerindra juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang terpusat di kawasan Gerbangkertasusila. Mereka mendesak pengembangan pusat ekonomi baru di Madura, Pantura, Mataraman, dan Tapal Kuda untuk pemerataan wilayah.

 

Dari sisi kebencanaan, Gerindra meminta Pemprov mampu merespons bencana dalam waktu maksimal 2x24 jam, mengingat Jawa Timur merupakan daerah rawan.

 

Baca Juga: Satukan 10 Ribu Warga Kalimantan, K3 Jatim Perkuat Jejaring dan Kolaborasi

Di sektor fiskal, Fraksi Gerindra menilai target pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,87 persen terlalu rendah. Mereka mendorong target ditingkatkan menjadi 5–7 persen, dengan efisiensi anggaran yang fokus pada program prioritas.

 

Pengelolaan aset dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi sorotan. Gerindra menilai banyak aset mangkrak dan beberapa BUMD justru menjadi beban. Pihaknya meminta evaluasi menyeluruh dan masterplan optimalisasi aset untuk mendukung sektor UMKM.

 

Sektor pertanian dan perikanan juga mendapat perhatian. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB dinilai menurun. Gerindra mendorong hilirisasi, perlindungan lahan pangan, serta dukungan teknologi dan insentif untuk pelaku sektor.

 

Baca Juga: DPC PKB Se Jatim Diminta Usulkan Nama Calon Ketua DPW PKB Jatim

Persoalan sosial turut disorot, seperti kasus perkawinan anak (8.753 kasus), kekerasan (1.800 kasus), dan perceraian (lebih dari 77 ribu kasus) pada 2024. Fraksi Gerindra menekankan pentingnya ketahanan keluarga, pendidikan perempuan, dan peran ibu dalam pembangunan sosial.

 

Meski mengapresiasi capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang melebihi target, Gerindra menekankan penguatan program lingkungan melalui pendekatan Green dan Blue Economy yang terintegrasi dengan sektor industri, pertanian, dan pariwisata.

 

Fraksi Gerindra juga mendorong agar RPJMD selaras dengan program nasional, seperti Sekolah Rakyat, Makanan Bergizi Gratis, dan Koperasi Merah Putih.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.