Jumat, 05 Jun 2026 00:07 WIB

5.000 Hektare Lahan Pertanian Jatim Hilang Tiap Tahun, DPRD Desak Penguatan KP2B

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti penyusutan lahan pertanian produktif di provinsi ini yang mencapai 5.212 hektare per tahun. Kondisi ini dinilai mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

 

Baca Juga: Dorong Penguatan Mutu Pendidikan, DPRD Jatim Minta Pergub PSM Segera Disahkan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundary Renny Paramana, mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk mencegah konversi lahan pertanian. Ia menegaskan, penurunan luas lahan pertanian harus diantisipasi melalui penegakan tata ruang wilayah yang konsisten.

 

“Lahan pertanian yang hilang mayoritas berubah fungsi menjadi kawasan perumahan, industri, dan jalan tol. Percuma program pertanian diintensifkan kalau lahannya terus berkurang,” kata Renny, Senin (21/7/2025).

 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), pengembangan lumbung pangan desa, dan hilirisasi hasil pertanian rakyat. Menurutnya, sekitar 35 persen penduduk Jawa Timur masih bergantung pada sektor pertanian.

 

Namun, penerapan tata ruang di sejumlah daerah dinilai belum konsisten melindungi kawasan pertanian. “Tata ruang harus menopang ketahanan pangan. Ini tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing,” ujar Renny.

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim dari Komisi B, Ony Setiawan, menambahkan bahwa upaya teknis sudah dilakukan, mulai dari intensifikasi pertanian, tumpangsari, hingga pemanfaatan lahan pekarangan. Termasuk kerja sama dengan Perhutani untuk lahan sekitar hutan.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

“Secara teknis sudah dilakukan, tetapi kalau lahan terus dikonversi, tetap akan jadi masalah,” ujarnya.

 

Sebagai contoh, Pemprov Jatim pada 2024 mengoptimalkan sekitar 80.000 hektare sawah dengan pola tanam IP400 (empat kali tanam dalam setahun) di wilayah lumbung pangan seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Banyuwangi, dan Madiun.

 

Namun, Ony menilai langkah tersebut tak efektif jika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat kabupaten/kota tidak berpihak pada sektor pertanian.

 

Baca Juga: Driver Online Malang Dukung Regulasi RUU dalam Demo di DPRD Jatim Besok

Selain menjaga produktivitas lahan sawah, Ony menekankan pentingnya diversifikasi usaha tani melalui pengembangan peternakan rakyat. Ia menilai akses petani terhadap bantuan ternak masih sulit.

 

“Tidak semua lahan cocok untuk sawah, maka pengembangan peternakan perlu didorong. Tapi, mendapatkan bantuan ternak sangat sulit di lapangan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.