Jumat, 24 Jul 2026 13:08 WIB

5.000 Hektare Lahan Pertanian Jatim Hilang Tiap Tahun, DPRD Desak Penguatan KP2B

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti penyusutan lahan pertanian produktif di provinsi ini yang mencapai 5.212 hektare per tahun. Kondisi ini dinilai mengancam ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

 

Baca Juga: Insiden Peluru Nyasar di Pasuruan, DPRD Jatim Pertanyakan Tindak Lanjut Kemenko Polhukam dan DPR RI

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundary Renny Paramana, mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk mencegah konversi lahan pertanian. Ia menegaskan, penurunan luas lahan pertanian harus diantisipasi melalui penegakan tata ruang wilayah yang konsisten.

 

“Lahan pertanian yang hilang mayoritas berubah fungsi menjadi kawasan perumahan, industri, dan jalan tol. Percuma program pertanian diintensifkan kalau lahannya terus berkurang,” kata Renny, Senin (21/7/2025).

 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), pengembangan lumbung pangan desa, dan hilirisasi hasil pertanian rakyat. Menurutnya, sekitar 35 persen penduduk Jawa Timur masih bergantung pada sektor pertanian.

 

Namun, penerapan tata ruang di sejumlah daerah dinilai belum konsisten melindungi kawasan pertanian. “Tata ruang harus menopang ketahanan pangan. Ini tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing,” ujar Renny.

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim dari Komisi B, Ony Setiawan, menambahkan bahwa upaya teknis sudah dilakukan, mulai dari intensifikasi pertanian, tumpangsari, hingga pemanfaatan lahan pekarangan. Termasuk kerja sama dengan Perhutani untuk lahan sekitar hutan.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

“Secara teknis sudah dilakukan, tetapi kalau lahan terus dikonversi, tetap akan jadi masalah,” ujarnya.

 

Sebagai contoh, Pemprov Jatim pada 2024 mengoptimalkan sekitar 80.000 hektare sawah dengan pola tanam IP400 (empat kali tanam dalam setahun) di wilayah lumbung pangan seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Banyuwangi, dan Madiun.

 

Namun, Ony menilai langkah tersebut tak efektif jika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat kabupaten/kota tidak berpihak pada sektor pertanian.

 

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Selain menjaga produktivitas lahan sawah, Ony menekankan pentingnya diversifikasi usaha tani melalui pengembangan peternakan rakyat. Ia menilai akses petani terhadap bantuan ternak masih sulit.

 

“Tidak semua lahan cocok untuk sawah, maka pengembangan peternakan perlu didorong. Tapi, mendapatkan bantuan ternak sangat sulit di lapangan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

FKPPH Jatim Tebar Semangat Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Tanam Mangrove

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Anniversary FKPPH Ke-39 yang mengusung tema "39 Tahun Mengabdi, Berkarya Sepenuh Hati".

Atasi Kendala Transportasi Warga Miskin, Pemkab Jember Luncurkan Layanan Kesehatan Home Care

Selain pelayanan medis, Pemkab Jember juga akan memberikan bantuan sembako secara berkala kepada keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan.

Kejari Jember Tetapkan Tiga Tersangka dalam Dugaan Korupsi Bank Jatim Rp2,9 Miliar

Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik mengumpulkan alat bukti yang cukup melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.

Tas Kresek Berisi Rp200 Juta dan Nama "Pak Wali" dalam Sidang Korupsi Proyek di Madiun

Saat ini, majelis hakim masih mendalami keterkaitan isi percakapan itu dengan dugaan aliran dana yang menjadi pokok perkara.

Miris, Ayah di Surabaya Pilih Berjudi untuk Beli Susu Anak

Kasus ini menggambarkan persoalan ekonomi yang dihadapi terdakwa. Namun, alasan tersebut tidak menghapus fakta bahwa perbuatannya tetap melanggar hukum.

Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Kalaksa BPBD Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan dropping air bersih untuk desa terdampak kekeringan diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026.