Selasa, 03 Feb 2026 07:56 WIB

Komisi D Sidak MPLS, Tekankan Larangan Peloncoan dan Cabut Berkas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Jul 2025 19:39 WIB
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati

selalu.id — Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SMP di Surabaya selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/7/2025).

Dalam sidak ke SMPN 1, SMPN 6, dan SMP GIKI Surabaya, ia memastikan kegiatan MPLS berjalan aman, ramah anak, dan tanpa unsur peloncoan.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Kami ingin memastikan tidak ada atribut yang menyusahkan siswa, tidak ada peloncoan, dan siswa fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, termasuk nilai karakter dan semangat gotong royong,” kata Ajeng, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, selama pemantauan tidak ditemukan praktik perundungan. Sebaliknya, siswa senior dilibatkan sebagai fasilitator pengenalan sekolah dan penyampaian materi secara positif.

“Materi disampaikan melibatkan siswa senior dengan cara yang baik. Mereka membimbing adik-adiknya, bukan menekan. Ini sudah sesuai prinsip sekolah ramah anak,” jelasnya.

Ajeng juga menekankan pentingnya pembinaan karakter dan edukasi literasi digital bagi siswa baru. Di era media sosial, siswa perlu dibekali kemampuan menyaring informasi dan menjaga kesehatan mental.

“Anak-anak harus tahu bagaimana memilih pergaulan yang sehat, mengelola emosi, dan tidak mudah percaya informasi dari HP tanpa dicek kebenarannya,” tambahnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu menyebut, seluruh sekolah akan mengenalkan kegiatan ekstrakurikuler agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakat di luar akademik.

Ajeng mengaku mendengar praktik “cabut berkas” atau memindahkan berkas ke sekolah lain, usai proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai. 

Ia meminta Dinas Pendidikan dan sekolah menindaklanjuti laporan tersebut, karena jika dibiarkan, praktik itu akan merusak sistem PPDB yang dirancang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Kalau terbukti ada sekolah yang tetap menerima siswa di luar jadwal resmi, harus ada sanksi. Kita tidak boleh toleransi terhadap sekolah yang melanggar aturan,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Ajeng juga meminta DPRD, Dewan Pendidikan, dan Dinas Pendidikan Surabaya segera mengevaluasi pelaksanaan PPDB dan MPLS. Ia menegaskan pentingnya pendataan akurat agar tidak ada anak yang tercecer dan kehilangan hak pendidikan.

“Kalau ada yang tidak bisa masuk SMP karena kendala sistem atau administrasi, kita akan kawal datanya. Semua anak Surabaya harus mendapat hak pendidikan yang adil dan setara,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.