Kamis, 23 Jul 2026 05:53 WIB

Hari Pertama Sekolah, Dispendik Imbau Orang Tua Dampingi Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Jul 2025 10:25 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan seluruh sekolah siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (14/7/2025).

 

Baca Juga: Antisipasi Siswa Bolos, Sekolah di Mojokerto Resmikan Absensi Digital di MPLS

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan MPLS akan berlangsung selama lima hari dengan materi mencakup pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, dan pengenalan mata pelajaran.

 

Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, terutama bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

 

“Untuk siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP, ada penyesuaian besar terkait mata pelajaran dan guru yang berbeda. Itu akan diperkenalkan selama MPLS,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).

 

Yusuf juga mengimbau orang tua ikut mendampingi anak di masa awal sekolah, terutama siswa kelas 1 SD.

 

“Luangkan waktu untuk hadir menemani putra-putri di sekolah. Setelah anak beradaptasi, orang tua bisa mulai mempercayakan mereka kepada para guru,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa pencegahan perundungan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS. Seluruh SD dan SMP telah diminta menerapkan pendekatan edukatif dan membangun sinergi antara guru dan siswa senior.

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

 

“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan komite akan terus diperkuat untuk memberi pemahaman menyeluruh mengenai program sekolah, termasuk jadwal pelajaran dan kepulangan anak. Ini penting agar pengawasan bisa dilanjutkan di rumah,” jelasnya.

 

Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan pembagian seragam gratis bagi siswa dari keluarga miskin (gamis). Yusuf menyebut pendataan sudah dilakukan, dan seragam ditargetkan sudah dipakai pada Agustus 2025.

 

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Yusuf memastikan tidak ada penambahan kuota untuk SD dan SMP negeri di luar ketentuan.

 

Baca Juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

“Sistem penerimaan yang diatur pemerintah pusat sudah sangat ketat dan otomatis mengunci data jika terjadi kelebihan kuota,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak mudah percaya pada tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

“Pagu sudah ditentukan. Dan baik sekolah negeri maupun swasta, kualitasnya sama-sama bagus,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.