Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Hari Pertama Sekolah, Dispendik Imbau Orang Tua Dampingi Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Jul 2025 10:25 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan seluruh sekolah siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (14/7/2025).

 

Baca Juga: Penganiayaan Siswa saat MPLS di Blitar, Pemkab Beri Pendampingan

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan MPLS akan berlangsung selama lima hari dengan materi mencakup pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, dan pengenalan mata pelajaran.

 

Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, terutama bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

 

“Untuk siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP, ada penyesuaian besar terkait mata pelajaran dan guru yang berbeda. Itu akan diperkenalkan selama MPLS,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).

 

Yusuf juga mengimbau orang tua ikut mendampingi anak di masa awal sekolah, terutama siswa kelas 1 SD.

 

“Luangkan waktu untuk hadir menemani putra-putri di sekolah. Setelah anak beradaptasi, orang tua bisa mulai mempercayakan mereka kepada para guru,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa pencegahan perundungan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS. Seluruh SD dan SMP telah diminta menerapkan pendekatan edukatif dan membangun sinergi antara guru dan siswa senior.

Baca Juga: Buntut Penganiayaan Siswa di Blitar, Komisi E DPRD Jatim Minta Sekolah Bertindak Tegas

 

“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan komite akan terus diperkuat untuk memberi pemahaman menyeluruh mengenai program sekolah, termasuk jadwal pelajaran dan kepulangan anak. Ini penting agar pengawasan bisa dilanjutkan di rumah,” jelasnya.

 

Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan pembagian seragam gratis bagi siswa dari keluarga miskin (gamis). Yusuf menyebut pendataan sudah dilakukan, dan seragam ditargetkan sudah dipakai pada Agustus 2025.

 

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Yusuf memastikan tidak ada penambahan kuota untuk SD dan SMP negeri di luar ketentuan.

 

Baca Juga: Sudah Tiga Kali Dianiaya, Keluarga Korban di Blitar Tolak Mediasi

“Sistem penerimaan yang diatur pemerintah pusat sudah sangat ketat dan otomatis mengunci data jika terjadi kelebihan kuota,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak mudah percaya pada tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

“Pagu sudah ditentukan. Dan baik sekolah negeri maupun swasta, kualitasnya sama-sama bagus,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.