Minggu, 25 Okt 2026 02:30 WIB

Hari Pertama Sekolah, Dispendik Imbau Orang Tua Dampingi Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Jul 2025 10:25 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan seluruh sekolah siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (14/7/2025).

 

Baca Juga: Antisipasi Siswa Bolos, Sekolah di Mojokerto Resmikan Absensi Digital di MPLS

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan MPLS akan berlangsung selama lima hari dengan materi mencakup pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, dan pengenalan mata pelajaran.

 

Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, terutama bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

 

“Untuk siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP, ada penyesuaian besar terkait mata pelajaran dan guru yang berbeda. Itu akan diperkenalkan selama MPLS,” ujarnya, Minggu (13/7/2025).

 

Yusuf juga mengimbau orang tua ikut mendampingi anak di masa awal sekolah, terutama siswa kelas 1 SD.

 

“Luangkan waktu untuk hadir menemani putra-putri di sekolah. Setelah anak beradaptasi, orang tua bisa mulai mempercayakan mereka kepada para guru,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa pencegahan perundungan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS. Seluruh SD dan SMP telah diminta menerapkan pendekatan edukatif dan membangun sinergi antara guru dan siswa senior.

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

 

“Sinergi antara sekolah, orang tua, dan komite akan terus diperkuat untuk memberi pemahaman menyeluruh mengenai program sekolah, termasuk jadwal pelajaran dan kepulangan anak. Ini penting agar pengawasan bisa dilanjutkan di rumah,” jelasnya.

 

Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan pembagian seragam gratis bagi siswa dari keluarga miskin (gamis). Yusuf menyebut pendataan sudah dilakukan, dan seragam ditargetkan sudah dipakai pada Agustus 2025.

 

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Yusuf memastikan tidak ada penambahan kuota untuk SD dan SMP negeri di luar ketentuan.

 

Baca Juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

“Sistem penerimaan yang diatur pemerintah pusat sudah sangat ketat dan otomatis mengunci data jika terjadi kelebihan kuota,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak mudah percaya pada tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

“Pagu sudah ditentukan. Dan baik sekolah negeri maupun swasta, kualitasnya sama-sama bagus,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.