Minggu, 25 Okt 2026 01:26 WIB

Sudah Tiga Kali Dianiaya, Keluarga Korban di Blitar Tolak Mediasi

selalu.id – Keluarga korban kasus penganiayaan siswa kelas 1 SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, menolak penyelesaian damai dan meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum.

 

Baca Juga: Antisipasi Siswa Bolos, Sekolah di Mojokerto Resmikan Absensi Digital di MPLS

Kakek korban, Karlan, menyatakan cucunya telah tiga kali mengalami penganiayaan sejak masuk sekolah, termasuk peristiwa yang videonya viral di media sosial.

 

“Masih masuk sekolah kok sudah tiga kali anak itu digitukan. Sebelum yang viral itu, juga sudah pernah. Saya sempat dibilangin anaknya, tapi dia tidak berani ngomong ke orang tuanya. Baru yang terakhir ini dia cerita ke saya,” ujar Karlan, Selasa (22/7/2025).

 

Menurut Karlan, kejadian sebelumnya tidak diketahui pasti, namun peristiwa terakhir terekam video sehingga tidak bisa dibantah. Ia juga mengungkapkan, cucunya mengalami trauma fisik dan psikis, dengan keluhan sakit di bagian perut hingga dada yang sudah divisum.

 

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

“Ya kami maunya dilanjutkan (secara hukum), karena kondisinya seperti itu. Yang dikeluhkan anak itu badannya sakit, mulai dari perut ke atas. Sudah divisum. Gurunya juga sudah ke sini, termasuk orang tua pelaku,” tambah Karlan.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, membenarkan adanya mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Ia menyebut, keluarga korban meminta jaminan keamanan bagi anaknya dan pembinaan langsung dari Babinsa kepada para pelaku.

 

Baca Juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

“Keluarga korban meminta jaminan keamanan bagi anaknya dan pembinaan langsung dari Babinsa bagi para pelaku,” jelas Adi.

 

Meski mediasi dilakukan, keluarga korban tetap meminta proses hukum dilanjutkan. Polisi telah melakukan visum dan memeriksa saksi terkait kasus tersebut. Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap fakta dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.