Senin, 02 Feb 2026 21:09 WIB

Sudah Tiga Kali Dianiaya, Keluarga Korban di Blitar Tolak Mediasi

selalu.id – Keluarga korban kasus penganiayaan siswa kelas 1 SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, menolak penyelesaian damai dan meminta agar kasus tersebut diproses secara hukum.

 

Baca Juga: Suami Lapor, Oknum Polwan Blitar Diperiksa karena Dugaan Selingkuh dengan Anggota DPRD

Kakek korban, Karlan, menyatakan cucunya telah tiga kali mengalami penganiayaan sejak masuk sekolah, termasuk peristiwa yang videonya viral di media sosial.

 

“Masih masuk sekolah kok sudah tiga kali anak itu digitukan. Sebelum yang viral itu, juga sudah pernah. Saya sempat dibilangin anaknya, tapi dia tidak berani ngomong ke orang tuanya. Baru yang terakhir ini dia cerita ke saya,” ujar Karlan, Selasa (22/7/2025).

 

Menurut Karlan, kejadian sebelumnya tidak diketahui pasti, namun peristiwa terakhir terekam video sehingga tidak bisa dibantah. Ia juga mengungkapkan, cucunya mengalami trauma fisik dan psikis, dengan keluhan sakit di bagian perut hingga dada yang sudah divisum.

 

Baca Juga: Usut Ladang Ganja di Blitar, Polda Jatim Kirim Tim Khusus

“Ya kami maunya dilanjutkan (secara hukum), karena kondisinya seperti itu. Yang dikeluhkan anak itu badannya sakit, mulai dari perut ke atas. Sudah divisum. Gurunya juga sudah ke sini, termasuk orang tua pelaku,” tambah Karlan.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, membenarkan adanya mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Ia menyebut, keluarga korban meminta jaminan keamanan bagi anaknya dan pembinaan langsung dari Babinsa kepada para pelaku.

 

Baca Juga: Penganiayaan Siswa saat MPLS di Blitar, Pemkab Beri Pendampingan

“Keluarga korban meminta jaminan keamanan bagi anaknya dan pembinaan langsung dari Babinsa bagi para pelaku,” jelas Adi.

 

Meski mediasi dilakukan, keluarga korban tetap meminta proses hukum dilanjutkan. Polisi telah melakukan visum dan memeriksa saksi terkait kasus tersebut. Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap fakta dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.