Kamis, 06 Agu 2026 11:25 WIB

Keluhan Layanan Darurat, DPRD Minta Pemkot Tambah Posko dan Tenaga Medis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Jul 2025 14:46 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir

selalu.id – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, mendorong Pemerintah Kota melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kedaruratan kesehatan, menyusul keluhan warga di kawasan pinggiran yang harus menunggu hingga satu jam untuk mendapat pertolongan.

 

Baca Juga: Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Menurutnya, jumlah posko Tim Gerak Cepat (TGC) saat ini masih sangat terbatas. Dari tujuh posko yang ada, belum semuanya mampu menjangkau seluruh wilayah, terutama bagian barat kota.

 

“Tim Gerak Cepat sudah ada, tapi jumlah poskonya masih sangat kurang. Saat ini baru ada tujuh posko, dan itu belum mampu menjangkau seluruh wilayah, terutama bagian barat Surabaya,” kata Akmar, Senin (7/7/2025).

 

Komisi D mengusulkan penambahan tiga posko TGC di wilayah barat dan satu posko di pusat kota untuk mempercepat waktu respons dalam kondisi darurat.

 

“Kalau jumlah posko ditambah, time response akan lebih cepat, dan ini sangat krusial dalam kondisi darurat,” ujarnya.

 

Selain itu, Akmar juga menyoroti sistem rujukan antar rumah sakit yang dinilai belum terintegrasi. Ia mendorong adanya satu jaringan layanan darurat yang menghubungkan seluruh rumah sakit, baik negeri maupun swasta.

 

“Semua rumah sakit, sesuai aturan, wajib menerima pasien gawat darurat, apalagi kalau mereka peserta BPJS. Kalau sampai ada penolakan, itu bisa dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

 

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Ia menekankan pentingnya pemetaan fasilitas dan tenaga medis masing-masing rumah sakit agar tidak terjadi pemindahan pasien berulang karena keterbatasan ruang atau peralatan.

 

“Misalnya soal ketersediaan ICU, jumlah dokter jaga, dan peralatan darurat. Ini harus diketahui sejak awal, supaya pasien tidak dipindah-pindah lagi,” tambahnya.

 

Komisi D juga meminta Pemkot menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang baku serta melakukan evaluasi berkala terhadap sistem layanan darurat.

 

Persoalan lain yang disorot adalah keterbatasan tenaga medis di puskesmas 24 jam. Banyak tenaga medis yang juga bertugas di TGC, sehingga memengaruhi pelayanan primer di fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

 

“Apalagi puskesmas yang tidak memiliki layanan rawat inap. Ketika dokter dan perawatnya ditarik ke TGC, pelayanan di tempat jadi tidak optimal,” ujar Akmar.

 

Sebagai solusi, Komisi D mengusulkan penambahan tenaga medis khusus untuk memperkuat tim TGC tanpa mengganggu operasional puskesmas.

 

“Kalau SDM ditambah, maka puskesmas yang buka 24 jam bisa fokus menjalankan tugasnya, tanpa terganggu panggilan darurat yang mestinya ditangani tim khusus,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.