Sabtu, 07 Feb 2026 06:14 WIB

Keluhan Layanan Darurat, DPRD Minta Pemkot Tambah Posko dan Tenaga Medis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Jul 2025 14:46 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir

selalu.id – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, mendorong Pemerintah Kota melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kedaruratan kesehatan, menyusul keluhan warga di kawasan pinggiran yang harus menunggu hingga satu jam untuk mendapat pertolongan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

Menurutnya, jumlah posko Tim Gerak Cepat (TGC) saat ini masih sangat terbatas. Dari tujuh posko yang ada, belum semuanya mampu menjangkau seluruh wilayah, terutama bagian barat kota.

 

“Tim Gerak Cepat sudah ada, tapi jumlah poskonya masih sangat kurang. Saat ini baru ada tujuh posko, dan itu belum mampu menjangkau seluruh wilayah, terutama bagian barat Surabaya,” kata Akmar, Senin (7/7/2025).

 

Komisi D mengusulkan penambahan tiga posko TGC di wilayah barat dan satu posko di pusat kota untuk mempercepat waktu respons dalam kondisi darurat.

 

“Kalau jumlah posko ditambah, time response akan lebih cepat, dan ini sangat krusial dalam kondisi darurat,” ujarnya.

 

Selain itu, Akmar juga menyoroti sistem rujukan antar rumah sakit yang dinilai belum terintegrasi. Ia mendorong adanya satu jaringan layanan darurat yang menghubungkan seluruh rumah sakit, baik negeri maupun swasta.

 

“Semua rumah sakit, sesuai aturan, wajib menerima pasien gawat darurat, apalagi kalau mereka peserta BPJS. Kalau sampai ada penolakan, itu bisa dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

 

Baca Juga: Polisi Juga Bakal Panggil Anggota DPRD Surabaya dalam Kasus Bimtek, Siapa Jadi Tersangka?

Ia menekankan pentingnya pemetaan fasilitas dan tenaga medis masing-masing rumah sakit agar tidak terjadi pemindahan pasien berulang karena keterbatasan ruang atau peralatan.

 

“Misalnya soal ketersediaan ICU, jumlah dokter jaga, dan peralatan darurat. Ini harus diketahui sejak awal, supaya pasien tidak dipindah-pindah lagi,” tambahnya.

 

Komisi D juga meminta Pemkot menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang baku serta melakukan evaluasi berkala terhadap sistem layanan darurat.

 

Persoalan lain yang disorot adalah keterbatasan tenaga medis di puskesmas 24 jam. Banyak tenaga medis yang juga bertugas di TGC, sehingga memengaruhi pelayanan primer di fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga: Dalami Kasus Bimtek 2011, Anggota DPRD Surabaya Aktif juga Bakal Diperiksa

 

“Apalagi puskesmas yang tidak memiliki layanan rawat inap. Ketika dokter dan perawatnya ditarik ke TGC, pelayanan di tempat jadi tidak optimal,” ujar Akmar.

 

Sebagai solusi, Komisi D mengusulkan penambahan tenaga medis khusus untuk memperkuat tim TGC tanpa mengganggu operasional puskesmas.

 

“Kalau SDM ditambah, maka puskesmas yang buka 24 jam bisa fokus menjalankan tugasnya, tanpa terganggu panggilan darurat yang mestinya ditangani tim khusus,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.

Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Sebelum dikabarkan hilang, korban terlihat berada di depan teras rumahnya. Tak berselang lama, korban dikabarkan hilang.