Jumat, 05 Jun 2026 05:13 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Jam Malam untuk Anak Bukan Bentuk Pembatasan Hak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Jul 2025 12:55 WIB
Jam malam anak
Jam malam anak

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan kebijakan pembatasan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun. Pemberlakuan ini ditandai dengan Apel Asuhan Rembulan di halaman Balai Kota, Kamis malam (3/7/2025), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 yang mengatur larangan anak berkeliaran di luar rumah tanpa pendampingan orang tua pada malam hari.

 

Usai apel bersama jajaran TNI, Polri, dan perangkat daerah, Wali Kota Eri memimpin patroli ke sejumlah titik seperti Jalan Tunjungan, Kembang Jepun, Rajawali, Kedung Cowek, MERR, Kenjeran, Gubeng, dan Basuki Rahmat.

 

“Kita bukan mengekang anak-anak, bukan menghilangkan hak asasi mereka. Tapi orang tua wajib mencegah ketika kegiatan itu negatif,” tegas Eri.

 

Ia menegaskan bahwa pembatasan jam malam ini bertujuan melindungi anak dari potensi kejahatan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga aksi kriminal seperti geng motor.

 

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

Eri juga meminta masyarakat, Satgas RW, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) aktif melakukan pengawasan. Ia memastikan pendekatan yang digunakan bersifat humanis, bukan represif.

 

“Anak yang terjaring akan dibawa ke kantor kecamatan dan diantar pulang bersama Satgas RW. Orang tua juga diberi pemahaman,” jelasnya.

 

Kebijakan ini, lanjut Eri, diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus kenakalan remaja, termasuk kehamilan di luar nikah dan konsumsi minuman keras di kalangan pelajar.

Baca Juga: Jam Malam Anak Dinilai Efektif, Wali Kota Eri Soroti Peran Kampung Pancasila

 

“Kita tidak ingin menyesal ketika anak kita sudah terjerumus. Maka pembinaan ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.

 

Wali kota berharap kebijakan ini dipahami sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap masa depan anak-anak Surabaya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.