Sabtu, 13 Jun 2026 16:41 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan Jam Malam untuk Anak Bukan Bentuk Pembatasan Hak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Jul 2025 12:55 WIB
Jam malam anak
Jam malam anak

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan kebijakan pembatasan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun. Pemberlakuan ini ditandai dengan Apel Asuhan Rembulan di halaman Balai Kota, Kamis malam (3/7/2025), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 yang mengatur larangan anak berkeliaran di luar rumah tanpa pendampingan orang tua pada malam hari.

 

Usai apel bersama jajaran TNI, Polri, dan perangkat daerah, Wali Kota Eri memimpin patroli ke sejumlah titik seperti Jalan Tunjungan, Kembang Jepun, Rajawali, Kedung Cowek, MERR, Kenjeran, Gubeng, dan Basuki Rahmat.

 

“Kita bukan mengekang anak-anak, bukan menghilangkan hak asasi mereka. Tapi orang tua wajib mencegah ketika kegiatan itu negatif,” tegas Eri.

 

Ia menegaskan bahwa pembatasan jam malam ini bertujuan melindungi anak dari potensi kejahatan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga aksi kriminal seperti geng motor.

 

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

Eri juga meminta masyarakat, Satgas RW, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) aktif melakukan pengawasan. Ia memastikan pendekatan yang digunakan bersifat humanis, bukan represif.

 

“Anak yang terjaring akan dibawa ke kantor kecamatan dan diantar pulang bersama Satgas RW. Orang tua juga diberi pemahaman,” jelasnya.

 

Kebijakan ini, lanjut Eri, diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus kenakalan remaja, termasuk kehamilan di luar nikah dan konsumsi minuman keras di kalangan pelajar.

Baca Juga: Jam Malam Anak Dinilai Efektif, Wali Kota Eri Soroti Peran Kampung Pancasila

 

“Kita tidak ingin menyesal ketika anak kita sudah terjerumus. Maka pembinaan ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.

 

Wali kota berharap kebijakan ini dipahami sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap masa depan anak-anak Surabaya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.