Selasa, 03 Feb 2026 22:12 WIB

Program Kamis Mlipis, Sekolah di Surabaya Wajib Gunakan Bahasa Jawa Setiap Kamis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Jul 2025 13:03 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan penggunaan Bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis melalui program “Kamis Mlipis”. Program ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMP, sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

 

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025 tentang muatan lokal wajib Bahasa Jawa.

 

“Kami sangat siap mendukung revitalisasi ini. Krama Inggil akan kami integrasikan langsung ke dalam modul ajar Bahasa Jawa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, Kamis (3/7/2025).

 

Yusuf menjelaskan, penggunaan Bahasa Jawa tak hanya diterapkan dalam pembelajaran, tapi juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa terbiasa menggunakan Bahasa Jawa secara aktif, bukan hanya pasif.

 

Ia juga menambahkan, materi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik Bahasa Jawa khas Surabaya agar lebih mudah diterima siswa.

 

“Misalnya dalam kegiatan mendongeng, siswa bisa menggunakan logat lokal seperti kata ‘rek’ atau ‘koen’,” ujarnya.

 

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Untuk mendukung implementasi, Dispendik menggandeng Balai Bahasa Jawa Timur dan MGMP Bahasa Jawa. Komitmen bersama telah diteken oleh Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, disaksikan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

 

Program ini juga didukung dengan anggaran khusus untuk lomba-lomba berbahasa Jawa antar sekolah, seperti menulis cerpen, puisi, pidato, menembang, hingga menulis aksara Jawa.

 

Selain itu, MGMP Bahasa Jawa Kota Surabaya ditugaskan menyusun modul ajar khusus untuk program ini. Dispendik telah membentuk tim yang terdiri dari 24 guru SD dan SMP untuk sosialisasi dan pelatihan.

 

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Tim guru tersebut bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan perwakilan dari Gresik dan Sidoarjo dalam penyusunan modul. Modul yang tengah dalam tahap kurasi itu akan digunakan sebagai panduan pelaksanaan “Kamis Mlipis”.

 

Balai Bahasa akan melakukan evaluasi berkala melalui jurnal dan pendampingan. Grup koordinasi juga dibentuk untuk mempermudah pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

 

“Meski tidak ada program uji coba, pelatihan khusus akan diberikan kepada guru-guru tertentu agar mereka siap mengimbaskan ke rekan-rekan lainnya,” tutup Yusuf.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.