Sabtu, 26 Sep 2026 02:04 WIB

Program Kamis Mlipis, Sekolah di Surabaya Wajib Gunakan Bahasa Jawa Setiap Kamis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Jul 2025 13:03 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan penggunaan Bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis melalui program “Kamis Mlipis”. Program ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMP, sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

 

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025 tentang muatan lokal wajib Bahasa Jawa.

 

“Kami sangat siap mendukung revitalisasi ini. Krama Inggil akan kami integrasikan langsung ke dalam modul ajar Bahasa Jawa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, Kamis (3/7/2025).

 

Yusuf menjelaskan, penggunaan Bahasa Jawa tak hanya diterapkan dalam pembelajaran, tapi juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa terbiasa menggunakan Bahasa Jawa secara aktif, bukan hanya pasif.

 

Ia juga menambahkan, materi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik Bahasa Jawa khas Surabaya agar lebih mudah diterima siswa.

 

“Misalnya dalam kegiatan mendongeng, siswa bisa menggunakan logat lokal seperti kata ‘rek’ atau ‘koen’,” ujarnya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Untuk mendukung implementasi, Dispendik menggandeng Balai Bahasa Jawa Timur dan MGMP Bahasa Jawa. Komitmen bersama telah diteken oleh Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, disaksikan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

 

Program ini juga didukung dengan anggaran khusus untuk lomba-lomba berbahasa Jawa antar sekolah, seperti menulis cerpen, puisi, pidato, menembang, hingga menulis aksara Jawa.

 

Selain itu, MGMP Bahasa Jawa Kota Surabaya ditugaskan menyusun modul ajar khusus untuk program ini. Dispendik telah membentuk tim yang terdiri dari 24 guru SD dan SMP untuk sosialisasi dan pelatihan.

 

Baca Juga: Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

Tim guru tersebut bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan perwakilan dari Gresik dan Sidoarjo dalam penyusunan modul. Modul yang tengah dalam tahap kurasi itu akan digunakan sebagai panduan pelaksanaan “Kamis Mlipis”.

 

Balai Bahasa akan melakukan evaluasi berkala melalui jurnal dan pendampingan. Grup koordinasi juga dibentuk untuk mempermudah pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

 

“Meski tidak ada program uji coba, pelatihan khusus akan diberikan kepada guru-guru tertentu agar mereka siap mengimbaskan ke rekan-rekan lainnya,” tutup Yusuf.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.