Selasa, 21 Jul 2026 05:17 WIB

Program Kamis Mlipis, Sekolah di Surabaya Wajib Gunakan Bahasa Jawa Setiap Kamis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Jul 2025 13:03 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan penggunaan Bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis melalui program “Kamis Mlipis”. Program ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMP, sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025 tentang muatan lokal wajib Bahasa Jawa.

 

“Kami sangat siap mendukung revitalisasi ini. Krama Inggil akan kami integrasikan langsung ke dalam modul ajar Bahasa Jawa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, Kamis (3/7/2025).

 

Yusuf menjelaskan, penggunaan Bahasa Jawa tak hanya diterapkan dalam pembelajaran, tapi juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa terbiasa menggunakan Bahasa Jawa secara aktif, bukan hanya pasif.

 

Ia juga menambahkan, materi pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik Bahasa Jawa khas Surabaya agar lebih mudah diterima siswa.

 

“Misalnya dalam kegiatan mendongeng, siswa bisa menggunakan logat lokal seperti kata ‘rek’ atau ‘koen’,” ujarnya.

 

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Untuk mendukung implementasi, Dispendik menggandeng Balai Bahasa Jawa Timur dan MGMP Bahasa Jawa. Komitmen bersama telah diteken oleh Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, disaksikan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.

 

Program ini juga didukung dengan anggaran khusus untuk lomba-lomba berbahasa Jawa antar sekolah, seperti menulis cerpen, puisi, pidato, menembang, hingga menulis aksara Jawa.

 

Selain itu, MGMP Bahasa Jawa Kota Surabaya ditugaskan menyusun modul ajar khusus untuk program ini. Dispendik telah membentuk tim yang terdiri dari 24 guru SD dan SMP untuk sosialisasi dan pelatihan.

 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Tim guru tersebut bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan perwakilan dari Gresik dan Sidoarjo dalam penyusunan modul. Modul yang tengah dalam tahap kurasi itu akan digunakan sebagai panduan pelaksanaan “Kamis Mlipis”.

 

Balai Bahasa akan melakukan evaluasi berkala melalui jurnal dan pendampingan. Grup koordinasi juga dibentuk untuk mempermudah pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendidikan.

 

“Meski tidak ada program uji coba, pelatihan khusus akan diberikan kepada guru-guru tertentu agar mereka siap mengimbaskan ke rekan-rekan lainnya,” tutup Yusuf.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.