Merasakan Khusyuk Sembahyang Sambut Imlek di Klenteng Berusia Satu Abad Lebih
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 01 Feb 2022 13:34 WIB
selalu.id - Hari ini Warga Tiongha tengah merayakan tahun baru imlek, Selasa (1/2/2022). Sebelumnya mereka juga sudah melakukan berbagai ritual untuk menyambut datangnya shio macan di tahun baru 2022 ini.
Seperti yang dilakukan di Rumah Ibadah klenteng Tridharma Hong Tiek Hian yang terletak di jalan Dukuh, Surabaya Utara. Para umat Tionghoa tampak terlihat melakukan ritual sembahyang menjelang tahun baru tiba.
Ada sejarah dari rumah ibadah tersebut. Ternyata menurut informasi yang diterima oleh Pimpinan Hong Tiek Hian atau Ketua Bidang Agama, Ong Khing Kiong mengatakan bahwa rumah ibadah itu didirikan lebih dari 1 abad.
Menurut informasi yang diterimanya, rumah ibadah Hong Tiek Hian ini berdiri sejak 700 tahun yang lalu.
"Tahun 1899 itu dipugar, bukan didirikan. Dari prasasti di tempat ibadah kami, didirikan 500 tahun sebelum dipugar. Artinya Hong Tiek Hian berdiri lebih dari 1 abad yang lalu," kata Ong ketika ditemui Senin (31/1/2022) malam.
Pada malam perayaan tahun baru, selalu.id mengunjungi klenteng tersebut dan mendapati pagelaran wayang Pho Tee Hi yang digelar di sebelah kiri klenteng. Saat memasuki bangunan tersebut disambut alunan musik tradisional.
Ong menyampaikan bahwa rumah ibadah yang berada di dekat Jalan Dukuh Surabaya itu berada di dalam perkampungan, kebanyakan warga menyebut rumah ibadah itu sebagai klenteng Dukuh.
Tempatnya berada tepat di samping gapura Kya-kya. Akses masuknya cukup mudah, yakni melewati gapura kampung. Ong mengatakan bahwa Rumah ibadah ini dulunya hanya seluas 5x7 meter.
Baca Juga: Omset Pedagang Pernak Pernik Imlek Pasar Atom Capai Rp2 Miliar
"Dari dulu memang tempatnya di dalam gang. Tempatnya dulu kecil. Lalu setelah dipugar jadi 2 lantai," ujarnya.
Di depan gang yang menjadi akses masuk, dulunya terdapat rumah makan yang sering disinggahi warga Tionghoa. Rumah makan sederhana itu buka tiap pagi.
"Menunya sederhana, bubur dan kacang. Tapi ramai. Jalanan disini dulu juga ramai sampai ke arah gapura Ampel," ungkapnya.
Lebih lanjut Ong menambahkan, tempat Ibadah itu berada dilingkungan pecinan seperti di Masjid Ampel yang sering disebut kampung Arab, mereka hidup saling berdampingan.
Baca Juga: Nikmati Suasana Imlek di Pasar Atom Surabaya, Wapres Gibran Sebut Pasar Lama Ini Harus Direnovasi
"Tempat ibadah ini di lingkungan Pecinan kalau di masjid Ampel itu kampung Arab, yang bangun masjid Ampel itu juga orang cina, ini produk Jawa china, makanya bisa hidup berdampingan," terangnya.
Di perayaan Imlek tahun 2507 ini, Ong berharap Indonesia, utamanya Surabaya dan Jawa Timur menjadi lebih sejahtera.
"Hari raya itu adalah ciptaan tuhan yang memang melekat pada alam yang ciptaan Tuhan dan oleh umatnya," ujarnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi