Rabu, 22 Jul 2026 21:57 WIB

Tekan Kebocoran PAD Surabaya, DPRD Dorong Cashless Parkir Mobil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Jul 2025 15:45 WIB
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendorong penerapan sistem pembayaran parkir nontunai (cashless) untuk kendaraan roda empat guna menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Baca Juga: Sidak Alun-alun Sidoarjo, Wabup Catat Persoalan Parkir dan Penerangan

Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyampaikan bahwa sistem tunai masih rawan penyalahgunaan dan praktik pungli. Menurutnya, mobil pribadi merupakan segmen yang paling siap menerapkan metode pembayaran digital.

 

“Mobil itu harus bayar pakai QRIS. Itu kan mudah. Semua orang yang punya mobil pasti minimal punya kartu Flazz karena mereka butuh e-toll,” kata Yuga, Rabu (2/7/2025).

 

Politisi PSI itu mengusulkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan uji coba sistem cashless di kawasan ramai terlebih dahulu, seperti di Jalan Tunjungan.

 

“Coba satu tempat dulu, paling gampang ya Jalan Tunjungan. Kalau berhasil, baru diperluas ke area lain,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan penerapan sistem serupa di Kota Medan, di mana juru parkir (jukir) sudah menggunakan alat Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran digital.

 

“Meski masih ada penyalahgunaan, setidaknya itu sudah jadi kebijakan baik. Minimal dimulai dulu dari satu atau dua titik agar masyarakat tahu dan bisa disosialisasikan,” jelasnya.

Baca Juga: Bulan April Parkir di Surabaya Mulai Non Tunai, Tapi Masih Bisa Bayar Tunai

 

Namun, ia menilai sistem ini belum efektif jika langsung diterapkan untuk kendaraan roda dua, karena belum semua pengendara motor terbiasa dengan metode digital.

 

“Pengendara motor yang nggak punya Flazz, akhirnya tetap bayar tunai. Jadi, tetap saja kembali ke sistem cash,” katanya.

 

Yuga menegaskan, fokus awal sebaiknya pada kendaraan roda empat karena pengguna mobil umumnya sudah terbiasa dengan sistem pembayaran elektronik.

 

Baca Juga: DPRD Dukung Pemkot Surabaya soal Parkir Nontunai dengan Skema Voucher-Perbankan

“Saya yakin 80 persen pemilik mobil pribadi sudah punya e-toll. Mereka pasti bisa dan justru lebih suka. Jujur, kalau parkir di mal, saya lebih nyaman tap kartu Flazz daripada bayar tunai,” ujarnya.

 

Usulan ini, kata Yuga, telah ia sampaikan dalam rapat kerja dengan Dishub Surabaya dan mendapat respons positif.

 

“Dishub mengapresiasi saran saya dan mereka siap mencobanya. Jadi fokus saja ke mobil dulu. Kalau sistemnya sudah berjalan baik di mobil, baru dikembangkan ke yang lain,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.