Minggu, 06 Sep 2026 10:34 WIB

Tekan Kebocoran PAD Surabaya, DPRD Dorong Cashless Parkir Mobil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Jul 2025 15:45 WIB
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendorong penerapan sistem pembayaran parkir nontunai (cashless) untuk kendaraan roda empat guna menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Baca Juga: Temukan Indikasi Pungli Setoran Tunai, Wali Kota Eri Siap Sapu Bersih Jukir hingga Pejabat Dishub

Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyampaikan bahwa sistem tunai masih rawan penyalahgunaan dan praktik pungli. Menurutnya, mobil pribadi merupakan segmen yang paling siap menerapkan metode pembayaran digital.

 

“Mobil itu harus bayar pakai QRIS. Itu kan mudah. Semua orang yang punya mobil pasti minimal punya kartu Flazz karena mereka butuh e-toll,” kata Yuga, Rabu (2/7/2025).

 

Politisi PSI itu mengusulkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan uji coba sistem cashless di kawasan ramai terlebih dahulu, seperti di Jalan Tunjungan.

 

“Coba satu tempat dulu, paling gampang ya Jalan Tunjungan. Kalau berhasil, baru diperluas ke area lain,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan penerapan sistem serupa di Kota Medan, di mana juru parkir (jukir) sudah menggunakan alat Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran digital.

 

“Meski masih ada penyalahgunaan, setidaknya itu sudah jadi kebijakan baik. Minimal dimulai dulu dari satu atau dua titik agar masyarakat tahu dan bisa disosialisasikan,” jelasnya.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

 

Namun, ia menilai sistem ini belum efektif jika langsung diterapkan untuk kendaraan roda dua, karena belum semua pengendara motor terbiasa dengan metode digital.

 

“Pengendara motor yang nggak punya Flazz, akhirnya tetap bayar tunai. Jadi, tetap saja kembali ke sistem cash,” katanya.

 

Yuga menegaskan, fokus awal sebaiknya pada kendaraan roda empat karena pengguna mobil umumnya sudah terbiasa dengan sistem pembayaran elektronik.

 

Baca Juga: Sidak Alun-alun Sidoarjo, Wabup Catat Persoalan Parkir dan Penerangan

“Saya yakin 80 persen pemilik mobil pribadi sudah punya e-toll. Mereka pasti bisa dan justru lebih suka. Jujur, kalau parkir di mal, saya lebih nyaman tap kartu Flazz daripada bayar tunai,” ujarnya.

 

Usulan ini, kata Yuga, telah ia sampaikan dalam rapat kerja dengan Dishub Surabaya dan mendapat respons positif.

 

“Dishub mengapresiasi saran saya dan mereka siap mencobanya. Jadi fokus saja ke mobil dulu. Kalau sistemnya sudah berjalan baik di mobil, baru dikembangkan ke yang lain,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.