Jumat, 05 Jun 2026 06:33 WIB

Tekan Kebocoran PAD Surabaya, DPRD Dorong Cashless Parkir Mobil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Jul 2025 15:45 WIB
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendorong penerapan sistem pembayaran parkir nontunai (cashless) untuk kendaraan roda empat guna menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Baca Juga: Sidak Alun-alun Sidoarjo, Wabup Catat Persoalan Parkir dan Penerangan

Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyampaikan bahwa sistem tunai masih rawan penyalahgunaan dan praktik pungli. Menurutnya, mobil pribadi merupakan segmen yang paling siap menerapkan metode pembayaran digital.

 

“Mobil itu harus bayar pakai QRIS. Itu kan mudah. Semua orang yang punya mobil pasti minimal punya kartu Flazz karena mereka butuh e-toll,” kata Yuga, Rabu (2/7/2025).

 

Politisi PSI itu mengusulkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya melakukan uji coba sistem cashless di kawasan ramai terlebih dahulu, seperti di Jalan Tunjungan.

 

“Coba satu tempat dulu, paling gampang ya Jalan Tunjungan. Kalau berhasil, baru diperluas ke area lain,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan penerapan sistem serupa di Kota Medan, di mana juru parkir (jukir) sudah menggunakan alat Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran digital.

 

“Meski masih ada penyalahgunaan, setidaknya itu sudah jadi kebijakan baik. Minimal dimulai dulu dari satu atau dua titik agar masyarakat tahu dan bisa disosialisasikan,” jelasnya.

Baca Juga: Bulan April Parkir di Surabaya Mulai Non Tunai, Tapi Masih Bisa Bayar Tunai

 

Namun, ia menilai sistem ini belum efektif jika langsung diterapkan untuk kendaraan roda dua, karena belum semua pengendara motor terbiasa dengan metode digital.

 

“Pengendara motor yang nggak punya Flazz, akhirnya tetap bayar tunai. Jadi, tetap saja kembali ke sistem cash,” katanya.

 

Yuga menegaskan, fokus awal sebaiknya pada kendaraan roda empat karena pengguna mobil umumnya sudah terbiasa dengan sistem pembayaran elektronik.

 

Baca Juga: DPRD Dukung Pemkot Surabaya soal Parkir Nontunai dengan Skema Voucher-Perbankan

“Saya yakin 80 persen pemilik mobil pribadi sudah punya e-toll. Mereka pasti bisa dan justru lebih suka. Jujur, kalau parkir di mal, saya lebih nyaman tap kartu Flazz daripada bayar tunai,” ujarnya.

 

Usulan ini, kata Yuga, telah ia sampaikan dalam rapat kerja dengan Dishub Surabaya dan mendapat respons positif.

 

“Dishub mengapresiasi saran saya dan mereka siap mencobanya. Jadi fokus saja ke mobil dulu. Kalau sistemnya sudah berjalan baik di mobil, baru dikembangkan ke yang lain,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.