Kamis, 23 Jul 2026 05:31 WIB

Parkir Digital Mulai Diterapkan di Zona 1 Surabaya, Dishub Klaim Lebih Transparan dan Praktis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Jan 2026 15:44 WIB
Foto: Ilustrasi Jukir
Foto: Ilustrasi Jukir

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan sistem parkir digital di kawasan Zona 1, meliputi Jalan Tanjung Anom, Jalan Blauran, dan Jalan Genteng Besar. 

 

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Penerapan ini diawali dengan sosialisasi oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026).

 

Kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus memberikan kemudahan pembayaran bagi masyarakat yang kini semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai.

 

Kepala UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan sebelum parkir digital diterapkan, Dishub terlebih dahulu melakukan pembekalan terhadap para juru parkir (jukir).

 

“Mulai dari validasi dan pendataan jukir, hingga pembuatan rekening Bank Jatim. Ini menjadi syarat utama karena sistem parkir digital terhubung langsung dengan perbankan,” ujar Jeane.

 

Ia menjelaskan, para jukir dibekali perangkat dan aplikasi Smart Parking Solution yang terpasang di ponsel atau perangkat khusus. Melalui sistem tersebut, pendapatan parkir akan otomatis terbagi, 60 persen masuk ke kas Pemkot Surabaya dan 40 persen menjadi hak jukir.

 

“Pendapatan parkir akan langsung tersplit. Pembayaran untuk jukir masuk ke rekening masing-masing pada H+1 dan bisa dicek secara langsung,” katanya.

 

Setelah proses pendataan dan aktivasi rekening rampung, Dishub melakukan sistem jemput bola dengan mendatangi lokasi-lokasi parkir untuk memastikan jukir siap menerapkan parkir digital. Targetnya, sistem ini bisa berjalan efektif mulai Januari 2026.

 

Jeane menyebut Zona 1 dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki tingkat aktivitas parkir yang tinggi, terutama sebagai kawasan perdagangan dan wisata Tunjungan Romansa.

 

“Permintaan masyarakat untuk parkir digital cukup tinggi di kawasan ini. Karena itu, Zona 1 kami prioritaskan sekaligus mendata seluruh petugas parkirnya,” jelasnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

 

Dalam praktiknya, pembayaran parkir digital dapat dilakukan menggunakan kartu e-money, e-toll, maupun QRIS. Setelah transaksi, pengguna jasa parkir akan menerima struk sebagai bukti pembayaran resmi.

 

“Di alat akan muncul metode pembayaran, kode rekening Pemkot, serta alamat lokasi parkir. Tujuannya agar transparan dan masyarakat merasa lebih nyaman,” terang Jeane.

 

Meski demikian, Dishub mengakui penerapan parkir digital masih membutuhkan evaluasi dan sosialisasi lanjutan, terutama bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem non-tunai.

 

“Apalagi generasi sekarang jarang membawa uang tunai. Ini bagian dari adaptasi pelayanan publik,” tambahnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Salah satu jukir di Jalan Tanjung Anom, Muhammad Afnan, mengaku tidak kesulitan menggunakan aplikasi parkir digital tersebut. Menurutnya, sebagian besar pengguna parkir justru lebih memilih transaksi non-tunai.

 

“Aplikasinya mudah dipahami, dan sekarang sudah banyak yang bayar pakai digital,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan pengguna parkir, Intan, yang mengaku terbantu dengan sistem pembayaran parkir digital. “Lebih praktis pakai QRIS, apalagi kalau nggak bawa uang cash,” katanya.

 

Sementara itu, Riansyah Wahyu Pratama, pengguna parkir lainnya, menilai parkir digital membuat tarif lebih jelas dan transparan.

 

“Kalau tarifnya Rp2 ribu ya Rp2 ribu. Tidak ada lagi beda-beda. Harapannya bisa diterapkan di taman atau tempat hiburan lain di Surabaya,” pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.