Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Daftar 144 Diagnosa Dinilai Timbulkan Resah, DPRD Desak BPJS Lakukan Pembenahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Jul 2025 11:16 WIB
BPJS
BPJS

selalu.id – Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan BPJS Kesehatan menyusul polemik daftar 144 diagnosa yang dikabarkan tidak bisa dirujuk ke rumah sakit.

 

Baca Juga: Lindungi Pekerja, Disperinaker Surabaya Akan Sidak Perusahaan yang Tak Daftarkan BPJS

Ketua Komisi D, dr Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa daftar tersebut merupakan standar kompetensi kelulusan dokter umum, bukan pedoman dalam pelayanan pasien.

 

“Jadi saya luruskan, 144 penyakit itu adalah standar minimal kemampuan yang harus dikuasai untuk lulus menjadi dokter umum. Itu untuk ujian, bukan standar pelayanan pasien,” kata Akmarawita dalam rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya, Selasa (1/7/2025).

 

Rapat tersebut dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, rumah sakit daerah, dan kepala puskesmas se-Kota Surabaya.

 

Akmarawita mengkritik pemanfaatan daftar tersebut dalam praktik pelayanan kesehatan.

 

“Di buku itu jelas disebutkan, ini bukan untuk standar pelayanan. Jadi agak aneh, apakah BPJS mau jadi fakultas kedokteran?” ujarnya.

 

Ia mencontohkan kasus pasien serangan asma yang sempat ditolak karena masuk dalam daftar 144 diagnosa. Menurutnya, serangan asma adalah kondisi darurat medis yang seharusnya langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

“Pasien emergensi harus diterima di UGD, tidak boleh ditolak. Jangan sampai daftar ini jadi alasan untuk membatasi pelayanan,” tegasnya.

 

Komisi D juga meminta Dinas Kesehatan mengevaluasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang diduga menjadikan daftar 144 diagnosa sebagai filter otomatis dalam sistem rujukan.

 

“Acuan yang benar itu aturan emergensi dan non-emergensi sesuai Permenkes dan Perpres. Jangan gunakan dokumen tanpa dasar hukum untuk pelayanan,” tambah Akmarawita.

Baca Juga: Ojol Surabaya Berpenghasilan di Bawah UMK Dapat BPJS Gratis, Ini Syaratnya

 

Ia menyebut, kekhawatiran dokter di IGD terhadap kemungkinan klaim BPJS yang tidak dibayar membuat pelayanan menjadi tidak maksimal.

 

“Dokter jadi ragu. Jangan sampai aturan yang saklek justru mempertaruhkan nyawa,” katanya.

 

Ia juga menyoroti kasus seperti pasien demam berdarah dengan penurunan trombosit yang lambat, tetapi bisa memburuk secara cepat.

 

“BPJS harus lebih peka terhadap kasus-kasus borderline seperti ini,” lanjutnya.

 

Kepala Puskesmas Morokrembangan, Nurul, mengungkapkan adanya tekanan dari pasien yang meminta surat rujukan meski belum menjalani pemeriksaan di puskesmas.

Baca Juga: BPJS Surabaya: Dokter Tetap Bisa Rujuk Pasien Meski Masuk Daftar 144 Diagnosa

 

“Kalau belum periksa di puskesmas, bagaimana kami bisa tahu kondisi pasien? Tapi kami malah diancam akan dilaporkan,” ujarnya.

 

Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjadikan daftar 144 diagnosa sebagai kebijakan resmi dalam sistem rujukan.

 

Komisi D tetap meminta adanya edukasi dan sosialisasi yang merata kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk mencegah salah paham.

 

“Jangan sampai kesalahan informasi ini terus memakan korban. Regulasi harus tegas, tapi tidak boleh mengorbankan kemanusiaan,” tutup Akmarawita.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.