Selasa, 21 Jul 2026 12:56 WIB

Tingginya Kekerasan, DPRD Jatim Siapkan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak

Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas
Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas

selalu.id – DPRD Jawa Timur tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kekerasan terhadap kelompok rentan di provinsi tersebut.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menjelaskan bahwa Raperda tersebut akan menjadi payung hukum baru yang lebih komprehensif dan sesuai dengan dinamika sosial serta perkembangan regulasi nasional.

 

“Raperda ini merupakan langkah konkret dalam merespons dinamika sosial dan menyesuaikan dengan perkembangan regulasi nasional,” ujarnya kepada selalu.id.

 

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), pada 2023 tercatat 972 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 1.531 kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur. Meski turun di tahun 2024 menjadi 771 kasus terhadap perempuan dan 1.103 terhadap anak, angka tersebut masih dianggap tinggi.

 

Puguh menyebut kekerasan seksual sebagai bentuk kekerasan yang paling dominan, disusul oleh praktik perkawinan anak yang masih marak terjadi.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

 

Data dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur mencatat lonjakan kasus dispensasi kawin sejak 2019, dengan puncaknya pada 2020 sebanyak 17.214 kasus. Pada 2024, jumlahnya masih tercatat 8.753 kasus.

 

Raperda ini juga dirancang untuk menggantikan dua regulasi terdahulu yang dinilai sudah tidak relevan, yakni Perda Nomor 16 Tahun 2012 dan Perda Nomor 2 Tahun 2014.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

“Perlindungan terhadap anak harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat anak-anak akan tumbuh menjadi dewasa, sehingga diperlukan sistem perlindungan yang utuh dari hulu ke hilir,” tegas Puguh.

 

Raperda baru ini tidak hanya mengatur penanganan kasus kekerasan, tetapi juga memuat strategi pencegahan menyeluruh, termasuk edukasi dan penguatan sistem perlindungan di masyarakat. DPRD Jatim berharap penyusunan dan pengesahan Raperda ini dapat segera rampung demi memberikan perlindungan lebih efektif bagi warga Jawa Timur.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.