Jumat, 04 Sep 2026 17:35 WIB

Tingginya Kekerasan, DPRD Jatim Siapkan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak

Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas
Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas

selalu.id – DPRD Jawa Timur tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kekerasan terhadap kelompok rentan di provinsi tersebut.

 

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menjelaskan bahwa Raperda tersebut akan menjadi payung hukum baru yang lebih komprehensif dan sesuai dengan dinamika sosial serta perkembangan regulasi nasional.

 

“Raperda ini merupakan langkah konkret dalam merespons dinamika sosial dan menyesuaikan dengan perkembangan regulasi nasional,” ujarnya kepada selalu.id.

 

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), pada 2023 tercatat 972 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 1.531 kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur. Meski turun di tahun 2024 menjadi 771 kasus terhadap perempuan dan 1.103 terhadap anak, angka tersebut masih dianggap tinggi.

 

Puguh menyebut kekerasan seksual sebagai bentuk kekerasan yang paling dominan, disusul oleh praktik perkawinan anak yang masih marak terjadi.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

 

Data dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur mencatat lonjakan kasus dispensasi kawin sejak 2019, dengan puncaknya pada 2020 sebanyak 17.214 kasus. Pada 2024, jumlahnya masih tercatat 8.753 kasus.

 

Raperda ini juga dirancang untuk menggantikan dua regulasi terdahulu yang dinilai sudah tidak relevan, yakni Perda Nomor 16 Tahun 2012 dan Perda Nomor 2 Tahun 2014.

 

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

“Perlindungan terhadap anak harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat anak-anak akan tumbuh menjadi dewasa, sehingga diperlukan sistem perlindungan yang utuh dari hulu ke hilir,” tegas Puguh.

 

Raperda baru ini tidak hanya mengatur penanganan kasus kekerasan, tetapi juga memuat strategi pencegahan menyeluruh, termasuk edukasi dan penguatan sistem perlindungan di masyarakat. DPRD Jatim berharap penyusunan dan pengesahan Raperda ini dapat segera rampung demi memberikan perlindungan lebih efektif bagi warga Jawa Timur.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.