Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB

Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Bebaskan Puluhan Ijazah Warga Tak Mampu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Jun 2025 12:13 WIB

Selalu.id– Memperingati Bulan Bung Karno pada Juni ini, Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menunjukkan aksi nyata dengan membantu membebaskan puluhan ijazah milik warga tidak mampu yang tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk advokasi terhadap para alumni pelajar yang kesulitan mengambil ijazahnya, padahal dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

“Ini adalah bagian dari semangat Bung Karno, menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ijazah adalah hak siswa, bukan alat jaminan,” ujar Achmad Hidayat, Minggu (8/6/2025).

Tunggakan yang menyebabkan ijazah ditahan bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga mencapai Rp10 juta per orang. Melalui proses pendampingan, puluhan warga akhirnya bisa mengambil kembali ijazah mereka yang sudah bertahun-tahun tertahan.

Salah satunya Rizky Yudha Putra, alumni salah satu SMK swasta di Surabaya yang ijazahnya tertahan sejak lulus pada 2015.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Mas Achmad Hidayat. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat bagi warga Surabaya,” ucap Rizky.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Ucapan serupa juga disampaikan Amelia, siswi lulusan salah satu SMP swasta di Surabaya. Ia mengaku lega karena kini bisa menggunakan ijazahnya sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, khususnya Pak Achmad Hidayat, yang selalu hadir membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Achmad menegaskan bahwa ijazah seharusnya tidak dijadikan alat untuk menekan siswa atau keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi. 

Baca Juga: Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

Ia juga mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan sistem E-Ijazah (Ijazah Elektronik) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dengan E-Ijazah, data siswa bisa diakses di mana saja. Tidak perlu legalisir berulang-ulang, dan yang terpenting, ijazah tidak bisa lagi dijadikan objek jaminan karena fungsinya sudah digital dan transparan,” jelasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.