Selasa, 03 Feb 2026 01:38 WIB

Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Bebaskan Puluhan Ijazah Warga Tak Mampu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Jun 2025 12:13 WIB

Selalu.id– Memperingati Bulan Bung Karno pada Juni ini, Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menunjukkan aksi nyata dengan membantu membebaskan puluhan ijazah milik warga tidak mampu yang tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk advokasi terhadap para alumni pelajar yang kesulitan mengambil ijazahnya, padahal dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Dihadiri Armuji, Rapat Evaluasi Fraksi PDIP Surabaya Digelar Tertutup, Isyarat Perombakan?

“Ini adalah bagian dari semangat Bung Karno, menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ijazah adalah hak siswa, bukan alat jaminan,” ujar Achmad Hidayat, Minggu (8/6/2025).

Tunggakan yang menyebabkan ijazah ditahan bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga mencapai Rp10 juta per orang. Melalui proses pendampingan, puluhan warga akhirnya bisa mengambil kembali ijazah mereka yang sudah bertahun-tahun tertahan.

Salah satunya Rizky Yudha Putra, alumni salah satu SMK swasta di Surabaya yang ijazahnya tertahan sejak lulus pada 2015.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Mas Achmad Hidayat. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat bagi warga Surabaya,” ucap Rizky.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

Ucapan serupa juga disampaikan Amelia, siswi lulusan salah satu SMP swasta di Surabaya. Ia mengaku lega karena kini bisa menggunakan ijazahnya sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, khususnya Pak Achmad Hidayat, yang selalu hadir membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Achmad menegaskan bahwa ijazah seharusnya tidak dijadikan alat untuk menekan siswa atau keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi. 

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

Ia juga mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan sistem E-Ijazah (Ijazah Elektronik) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dengan E-Ijazah, data siswa bisa diakses di mana saja. Tidak perlu legalisir berulang-ulang, dan yang terpenting, ijazah tidak bisa lagi dijadikan objek jaminan karena fungsinya sudah digital dan transparan,” jelasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.