Kamis, 03 Sep 2026 15:01 WIB

Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Bebaskan Puluhan Ijazah Warga Tak Mampu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Jun 2025 12:13 WIB

Selalu.id– Memperingati Bulan Bung Karno pada Juni ini, Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menunjukkan aksi nyata dengan membantu membebaskan puluhan ijazah milik warga tidak mampu yang tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk advokasi terhadap para alumni pelajar yang kesulitan mengambil ijazahnya, padahal dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

“Ini adalah bagian dari semangat Bung Karno, menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ijazah adalah hak siswa, bukan alat jaminan,” ujar Achmad Hidayat, Minggu (8/6/2025).

Tunggakan yang menyebabkan ijazah ditahan bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga mencapai Rp10 juta per orang. Melalui proses pendampingan, puluhan warga akhirnya bisa mengambil kembali ijazah mereka yang sudah bertahun-tahun tertahan.

Salah satunya Rizky Yudha Putra, alumni salah satu SMK swasta di Surabaya yang ijazahnya tertahan sejak lulus pada 2015.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Mas Achmad Hidayat. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat bagi warga Surabaya,” ucap Rizky.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Ucapan serupa juga disampaikan Amelia, siswi lulusan salah satu SMP swasta di Surabaya. Ia mengaku lega karena kini bisa menggunakan ijazahnya sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, khususnya Pak Achmad Hidayat, yang selalu hadir membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Achmad menegaskan bahwa ijazah seharusnya tidak dijadikan alat untuk menekan siswa atau keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi. 

Baca Juga: Pemain dan Penonton Soekarno Cup 2026 Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Ia juga mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan sistem E-Ijazah (Ijazah Elektronik) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dengan E-Ijazah, data siswa bisa diakses di mana saja. Tidak perlu legalisir berulang-ulang, dan yang terpenting, ijazah tidak bisa lagi dijadikan objek jaminan karena fungsinya sudah digital dan transparan,” jelasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.