Senin, 19 Okt 2026 06:26 WIB

Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Bebaskan Puluhan Ijazah Warga Tak Mampu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Jun 2025 12:13 WIB

Selalu.id– Memperingati Bulan Bung Karno pada Juni ini, Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menunjukkan aksi nyata dengan membantu membebaskan puluhan ijazah milik warga tidak mampu yang tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk advokasi terhadap para alumni pelajar yang kesulitan mengambil ijazahnya, padahal dokumen tersebut sangat dibutuhkan untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

“Ini adalah bagian dari semangat Bung Karno, menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ijazah adalah hak siswa, bukan alat jaminan,” ujar Achmad Hidayat, Minggu (8/6/2025).

Tunggakan yang menyebabkan ijazah ditahan bervariasi, mulai dari Rp500.000 hingga mencapai Rp10 juta per orang. Melalui proses pendampingan, puluhan warga akhirnya bisa mengambil kembali ijazah mereka yang sudah bertahun-tahun tertahan.

Salah satunya Rizky Yudha Putra, alumni salah satu SMK swasta di Surabaya yang ijazahnya tertahan sejak lulus pada 2015.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Mas Achmad Hidayat. Semoga menjadi berkah dan bermanfaat bagi warga Surabaya,” ucap Rizky.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Ucapan serupa juga disampaikan Amelia, siswi lulusan salah satu SMP swasta di Surabaya. Ia mengaku lega karena kini bisa menggunakan ijazahnya sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Terima kasih kepada PDI Perjuangan, khususnya Pak Achmad Hidayat, yang selalu hadir membantu warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Achmad menegaskan bahwa ijazah seharusnya tidak dijadikan alat untuk menekan siswa atau keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi. 

Baca Juga: Mantan Kader PDIP Surabaya Ramai-ramai Pindah ke PSI, Ini Reaksi Armuji

Ia juga mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai menerapkan sistem E-Ijazah (Ijazah Elektronik) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Dengan E-Ijazah, data siswa bisa diakses di mana saja. Tidak perlu legalisir berulang-ulang, dan yang terpenting, ijazah tidak bisa lagi dijadikan objek jaminan karena fungsinya sudah digital dan transparan,” jelasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.