Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Tren Iduladha 1446 H: Pemotongan di RPH Meningkat, Penjualan Sapi Turun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Jun 2025 12:25 WIB
Direktur Utama PD RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnuroho
Direktur Utama PD RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnuroho

selalu.id – Jumlah jasa pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya pada Hari Raya Iduladha 1446 H mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penjualan sapi kurban justru mengalami penurunan.

 

Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Direktur Utama PD RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnuroho, menyampaikan bahwa hingga Kamis (6/6/2025), jumlah jasa potong mencapai 189 ekor sapi, naik dari 172 ekor pada Iduladha tahun lalu.

 

"Alhamdulillah, tahun ini jasa potong mengalami peningkatan. Data terakhir yang saya lihat sudah 189, dan masih ada slot tersisa di hari Minggu dan Senin. Kemungkinan bisa tembus di angka 190-an ekor," ujar Fajar saat ditemui selalu.id di RPH Surabaya.

 

Fajar menilai peningkatan ini sebagai sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat untuk memotong hewan kurban di tempat yang higienis dan sesuai standar terus meningkat.

 

Menurutnya, kenyamanan dan minimnya gangguan lingkungan menjadi alasan masyarakat lebih memilih memotong di RPH ketimbang di permukiman.

 

“Mungkin karena faktor kebersihan, gangguan lingkungan, dan keterbatasan tempat pencucian jerohan, sehingga orang merasa lebih aman di RPH. Apalagi tahun ini Iduladha jatuh pada hari Jumat, yang biasanya cukup merepotkan jika harus memotong sendiri,” jelasnya.

 

Baca Juga: Tolakan Jagal Tak Mengubah Sikap Pemkot, RPH Pegirian Pindah Setelah Lebaran

Meski demikian, RPH mencatat penurunan dalam penjualan sapi kurban. Jika tahun lalu pihaknya menjual 137 ekor sapi, tahun ini hanya sekitar 75 ekor yang terjual.

 

“Tahun ini memang turun. Kami tidak tahu pasti penyebabnya. Tapi kalau bicara penjualan, masyarakat punya banyak alternatif selain RPH,” kata Fajar.

 

Ia juga menduga penurunan penjualan bisa dipengaruhi faktor non-teknis, seperti tahun politik pada 2024 lalu, yang kemungkinan mendorong lonjakan permintaan.

 

Baca Juga: Aksi Jagal RPH Pegirian Ricuh, Sapi Dibawa Masuk Halaman DPRD

Kendati demikian, Fajar menyebut peningkatan jasa potong tetap menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat terhadap hewan kurban masih stabil.

 

RPH Surabaya sendiri menargetkan mampu memotong hingga 70 ekor sapi per hari, dengan distribusi daging dilakukan sebelum sore hari.

 

“Hari ini sudah 50 ekor. Harapannya maksimal sampai jam 3 sore, dan jam 4 daging sudah bisa dinikmati masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.