Rabu, 23 Sep 2026 17:35 WIB

Polda Jatim Bersama Unesa Deklarasi Wujudkan Ketahanan Pangan  

selalu.id – Polda Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten (Cabdindik) Lamongan, dan Sekolah Nasional Tangguh untuk Ketahanan Pangan Rakyat (Sentra) menggelar deklarasi sinergi ketahanan pangan di MTs Miftahul Ulum Solokuro, Lamongan.

 

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Deklarasi ini dihadiri oleh Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim AKBP Warsono, Wakil Rektor 4 Unesa Dwi Cahyo Kartiko, serta Dekan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa Nining Widyah Kusnanik.

 

Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim, AKBP Warsono, menyatakan bahwa sejumlah anggota Polisi, yang tergabung dalam Satgas Pangan Polda Jatim, dikerahkan untuk merealisasikan program ketahanan pangan bersama Unesa dan stakeholder pendidikan. “Ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan,” ujarnya.

 

Warsono berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional, dimulai dari Jawa Timur. Sementara itu, Dwi Cahyo Kartiko, Wakil Rektor 4 Unesa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun sinergi yang kuat antara Unesa, Kepolisian, dan mitra terkait, guna mewujudkan swasembada pangan dari daerah untuk Indonesia.

 

Menurut Dwi Cahyo, kerja sama ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani antara Unesa dan Polda Jatim pekan lalu. “Kami akan memperkuat sinergi dengan melibatkan cabdindik dan belasan sekolah menengah atas di Lamongan,” ungkap Dwi Cahyo.

 

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Program kerja sama ini juga mencakup penguatan kurikulum ketahanan pangan di sekolah-sekolah di Lamongan. “Unesa melalui FKP akan mendampingi sekolah yang menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari kurikulum, atau minimal sebagai program ekstrakurikuler,” jelasnya.

 

Dwi Cahyo menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan memerlukan komitmen semua pihak dan pendekatan yang komprehensif, yang dimulai dengan edukasi di sekolah dan menyentuh masyarakat luas.

 

Dekan FKP Unesa, Nining Widyah Kusnanik, menyampaikan bahwa pendidikan ketahanan pangan penting diterapkan sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran dan peran generasi muda sebagai bagian dari modal ketahanan pangan nasional. “Merekalah yang akan menggenggam arah ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan,” tegas Nining.

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

 

Nining juga menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal reposisi gerakan ketahanan pangan, yang dimulai dari sekolah. “Unesa melalui FKP siap melaksanakan program kerja sama strategis ini bersama Polda Jatim dan mitra terkait,” tambahnya.

 

Selain deklarasi, kegiatan ini diisi dengan kunjungan ke lahan pertanian, penanaman pohon bersama, dan seminar bertema “Menjadi Petani Muda Itu Keren: Mengembalikan Kejayaan Sektor Pertanian Menuju Swasembada Pangan dari Sekolah”, yang dihadiri oleh Wakil Dekan 1 FKP Unesa, Isnawati.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta setiap Kepala Perangkat Daerah menempatkan ASN yang memiliki kemampuan untuk menjadi pengampu wilayah.

KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Usut Kasus Suap HGB

Juru bicara KPK Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan paksa yang dilakukan oleh penyidik di Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026.

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.