Kamis, 04 Jun 2026 17:26 WIB

Polda Jatim Bersama Unesa Deklarasi Wujudkan Ketahanan Pangan  

selalu.id – Polda Jawa Timur bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten (Cabdindik) Lamongan, dan Sekolah Nasional Tangguh untuk Ketahanan Pangan Rakyat (Sentra) menggelar deklarasi sinergi ketahanan pangan di MTs Miftahul Ulum Solokuro, Lamongan.

 

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Deklarasi ini dihadiri oleh Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim AKBP Warsono, Wakil Rektor 4 Unesa Dwi Cahyo Kartiko, serta Dekan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa Nining Widyah Kusnanik.

 

Kabag Binkar Biro SDM Polda Jatim, AKBP Warsono, menyatakan bahwa sejumlah anggota Polisi, yang tergabung dalam Satgas Pangan Polda Jatim, dikerahkan untuk merealisasikan program ketahanan pangan bersama Unesa dan stakeholder pendidikan. “Ini merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan,” ujarnya.

 

Warsono berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional, dimulai dari Jawa Timur. Sementara itu, Dwi Cahyo Kartiko, Wakil Rektor 4 Unesa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun sinergi yang kuat antara Unesa, Kepolisian, dan mitra terkait, guna mewujudkan swasembada pangan dari daerah untuk Indonesia.

 

Menurut Dwi Cahyo, kerja sama ini dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani antara Unesa dan Polda Jatim pekan lalu. “Kami akan memperkuat sinergi dengan melibatkan cabdindik dan belasan sekolah menengah atas di Lamongan,” ungkap Dwi Cahyo.

 

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

Program kerja sama ini juga mencakup penguatan kurikulum ketahanan pangan di sekolah-sekolah di Lamongan. “Unesa melalui FKP akan mendampingi sekolah yang menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari kurikulum, atau minimal sebagai program ekstrakurikuler,” jelasnya.

 

Dwi Cahyo menambahkan bahwa penguatan ketahanan pangan memerlukan komitmen semua pihak dan pendekatan yang komprehensif, yang dimulai dengan edukasi di sekolah dan menyentuh masyarakat luas.

 

Dekan FKP Unesa, Nining Widyah Kusnanik, menyampaikan bahwa pendidikan ketahanan pangan penting diterapkan sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran dan peran generasi muda sebagai bagian dari modal ketahanan pangan nasional. “Merekalah yang akan menggenggam arah ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan,” tegas Nining.

Baca Juga: Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah

 

Nining juga menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi langkah awal reposisi gerakan ketahanan pangan, yang dimulai dari sekolah. “Unesa melalui FKP siap melaksanakan program kerja sama strategis ini bersama Polda Jatim dan mitra terkait,” tambahnya.

 

Selain deklarasi, kegiatan ini diisi dengan kunjungan ke lahan pertanian, penanaman pohon bersama, dan seminar bertema “Menjadi Petani Muda Itu Keren: Mengembalikan Kejayaan Sektor Pertanian Menuju Swasembada Pangan dari Sekolah”, yang dihadiri oleh Wakil Dekan 1 FKP Unesa, Isnawati.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.