Kamis, 03 Sep 2026 13:06 WIB

Menakar Potensi Eri Cahyadi dan Fuad Benardi untuk Ketua PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 21:26 WIB
Fuad Benardi dan Wali Kota Eri Cahyadi
Fuad Benardi dan Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Dua nama muncul dan diprediksi kuat menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya. Kedua orang ini disebutkan memiliki gaya kepemimpinan serta basis massa yang berbeda.

Dua nama yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat tersebut adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Putra mantan Wali Kota Tri Rismaharini, sekaligus legislator Jawa Timur, Fuad Benardi.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Menanggapi kabar tersebut, pakar politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai, siapa pun yang terpilih nanti bukan hanya akan menentukan arah partai di tingkat kota, tapi juga berpengaruh ke dinamika politik Jawa Timur menjelang 2029.

Bimo juga menyebut dinamika di internal PDIP Surabaya sebagai hal strategis, mengingat posisi Ketua DPC sangat menentukan konsolidasi partai di daerah basis kuat seperti Surabaya.

“Pak Eri sebagai petahana Wali Kota jelas punya keunggulan dalam hal kekuasaan dan akses birokrasi. Ia juga dinilai berhasil menjaga stabilitas dan pembangunan kota,” ujar Ken kepada selalu.id, Selasa (28/5/2025).

Menurutnya, jika Eri dipercaya memimpin DPC PDIP Surabaya, maka posisi itu bisa memperkuat pijakan politiknya menuju arena yang lebih tinggi termasuk potensi sebagai calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2029.

Namun Bimo juga mengingatkan adanya potensi sorotan publik jika Eri merangkap jabatan.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

“Isu efektivitas dan etika politik bisa muncul. Apalagi posisi Ketua DPC tak bisa dijalankan setengah hati,” katanya.

Sementara itu, nama Fuad Bernardi juga muncul sebagai alternatif kuat. Ia dinilai membawa semangat regenerasi sekaligus kesinambungan politik dari sang ibu, Risma, yang masih memiliki pengaruh besar di tubuh PDIP Surabaya.

“Fuad memang belum seterkenal Eri di level eksekutif. Tapi ia punya jaringan internal yang solid dan loyalis yang terbentuk sejak era Risma. Ini bisa jadi simbol keberlanjutan ideologis PDIP di Surabaya,” kata Ken.

Ia melihat kemunculan Fuad sebagai bagian dari skenario jangka panjang PDIP untuk menyiapkan kader potensial menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Tak hanya itu, Fuad Benardi yang juga mantan Ketua Karang Taruna Surabaya itu disebutkan bisa menarik massa anak muda untuk bergabung ke Partai PDI Perjuangan. Selama ini pengurus partai berlambang banteng itu lebih banyak digawangi para senior.

Apalagi, kata dia, dengan posisi Surabaya sebagai lumbung suara PDIP, arah konsolidasi partai di kota ini bisa memberi dampak ke wilayah lain di Jawa Timur.

“Siapa pun yang akhirnya memimpin DPC Surabaya, arah dan kekuatan PDIP di Jatim bisa ikut berubah. Apakah akan tetap menguat bersama Eri, atau membangun poros alternatif lewat Fuad,” pungkas Bimo.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.