Senin, 07 Sep 2026 19:29 WIB

Dari Gedung ke Jiwa Kota: Thony Serukan Perubahan Arah Pemajuan Budaya Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:00 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony menilai peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 harus menjadi momentum refleksi arah pemajuan budaya, bukan sekadar seremoni tahunan atau pembangunan ulang bangunan tua.

 

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

“Selama ini revitalisasi cagar budaya hanya berhenti pada fisik bangunan. Padahal nilai sejarah dan semangat kepahlawanan di dalamnya jauh lebih penting,” ujar Thony kepada selalu.id, Rabu (28/5/2025).

 

Ia menekankan bahwa situs sejarah semestinya tidak hanya dijadikan objek wisata, melainkan ruang hidup yang menyampaikan nilai, membangun karakter, dan memberi dampak ekonomi bagi warga.

 

“Revitalisasi bukan soal cat tembok atau papan nama baru. Kita harus bicara nilai, fungsi, dan lingkungan. Tempat bersejarah harus hidup dan membentuk karakter masyarakat,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya itu.

 

Thony juga menyoroti pentingnya menumbuhkan semangat perjuangan dalam keseharian warga Surabaya. Ia menegaskan bahwa tekad, bukan sekadar keberanian nekat, lahir dari pemahaman sejarah.

 

“Kita butuh warga dengan tekad. Itu dibangun dari pengetahuan dan kesadaran akan sejarah perjuangan,” ujarnya.

 

Ia mengkritisi kondisi sejumlah situs sejarah yang tidak terawat dan bahkan dijadikan tempat pembuangan sampah, mencerminkan minimnya kepedulian terhadap warisan sejarah.

 

Thony pun mendorong Pemerintah Kota dan warga membangun ingatan kolektif agar sejarah tidak hanya dikenang setiap 31 Mei, tetapi menjadi identitas yang hidup dalam keseharian.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

 

Selain itu, Thony memperjuangkan masuknya aksara lokal dalam Raperda Kebudayaan sebagai bagian pelestarian naskah kuno (manuskrip), yang banyak ditulis dalam aksara Jawa dan Cina.

 

“Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham aksaranya. Ini bagian penting dari identitas budaya Surabaya,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan sejarah panjang Kongres Aksara Jawa yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda.

 

“Artinya ini bukan hal baru, tapi warisan penting yang harus kita hidupkan kembali,” tambah politisi Gerindra itu.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

 

Menurutnya, pelestarian aksara lokal bukan bentuk penolakan terhadap bahasa asing, melainkan membuka ruang pertukaran pengetahuan lintas budaya, sejalan dengan semangat Pasal 32 UUD 1945.

 

Thony berharap, dengan adanya Perda ini, Surabaya bisa menjadi kota panutan dalam membangun budaya yang hidup dalam semangat masyarakatnya, bukan hanya terlihat dari sisi fisik.

 

“Kalau masyarakatnya semangat, produktif, dan berintegritas, maka keberhasilannya juga akan tinggi. HJKS ini harus jadi awal dari semua itu,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.