Selasa, 21 Jul 2026 03:25 WIB

Dari Gedung ke Jiwa Kota: Thony Serukan Perubahan Arah Pemajuan Budaya Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:00 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony menilai peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 harus menjadi momentum refleksi arah pemajuan budaya, bukan sekadar seremoni tahunan atau pembangunan ulang bangunan tua.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Selama ini revitalisasi cagar budaya hanya berhenti pada fisik bangunan. Padahal nilai sejarah dan semangat kepahlawanan di dalamnya jauh lebih penting,” ujar Thony kepada selalu.id, Rabu (28/5/2025).

 

Ia menekankan bahwa situs sejarah semestinya tidak hanya dijadikan objek wisata, melainkan ruang hidup yang menyampaikan nilai, membangun karakter, dan memberi dampak ekonomi bagi warga.

 

“Revitalisasi bukan soal cat tembok atau papan nama baru. Kita harus bicara nilai, fungsi, dan lingkungan. Tempat bersejarah harus hidup dan membentuk karakter masyarakat,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya itu.

 

Thony juga menyoroti pentingnya menumbuhkan semangat perjuangan dalam keseharian warga Surabaya. Ia menegaskan bahwa tekad, bukan sekadar keberanian nekat, lahir dari pemahaman sejarah.

 

“Kita butuh warga dengan tekad. Itu dibangun dari pengetahuan dan kesadaran akan sejarah perjuangan,” ujarnya.

 

Ia mengkritisi kondisi sejumlah situs sejarah yang tidak terawat dan bahkan dijadikan tempat pembuangan sampah, mencerminkan minimnya kepedulian terhadap warisan sejarah.

 

Thony pun mendorong Pemerintah Kota dan warga membangun ingatan kolektif agar sejarah tidak hanya dikenang setiap 31 Mei, tetapi menjadi identitas yang hidup dalam keseharian.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

 

Selain itu, Thony memperjuangkan masuknya aksara lokal dalam Raperda Kebudayaan sebagai bagian pelestarian naskah kuno (manuskrip), yang banyak ditulis dalam aksara Jawa dan Cina.

 

“Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham aksaranya. Ini bagian penting dari identitas budaya Surabaya,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan sejarah panjang Kongres Aksara Jawa yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda.

 

“Artinya ini bukan hal baru, tapi warisan penting yang harus kita hidupkan kembali,” tambah politisi Gerindra itu.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

 

Menurutnya, pelestarian aksara lokal bukan bentuk penolakan terhadap bahasa asing, melainkan membuka ruang pertukaran pengetahuan lintas budaya, sejalan dengan semangat Pasal 32 UUD 1945.

 

Thony berharap, dengan adanya Perda ini, Surabaya bisa menjadi kota panutan dalam membangun budaya yang hidup dalam semangat masyarakatnya, bukan hanya terlihat dari sisi fisik.

 

“Kalau masyarakatnya semangat, produktif, dan berintegritas, maka keberhasilannya juga akan tinggi. HJKS ini harus jadi awal dari semua itu,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.