Jumat, 23 Okt 2026 19:57 WIB

Dari Gedung ke Jiwa Kota: Thony Serukan Perubahan Arah Pemajuan Budaya Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:00 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony menilai peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 harus menjadi momentum refleksi arah pemajuan budaya, bukan sekadar seremoni tahunan atau pembangunan ulang bangunan tua.

 

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

“Selama ini revitalisasi cagar budaya hanya berhenti pada fisik bangunan. Padahal nilai sejarah dan semangat kepahlawanan di dalamnya jauh lebih penting,” ujar Thony kepada selalu.id, Rabu (28/5/2025).

 

Ia menekankan bahwa situs sejarah semestinya tidak hanya dijadikan objek wisata, melainkan ruang hidup yang menyampaikan nilai, membangun karakter, dan memberi dampak ekonomi bagi warga.

 

“Revitalisasi bukan soal cat tembok atau papan nama baru. Kita harus bicara nilai, fungsi, dan lingkungan. Tempat bersejarah harus hidup dan membentuk karakter masyarakat,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya itu.

 

Thony juga menyoroti pentingnya menumbuhkan semangat perjuangan dalam keseharian warga Surabaya. Ia menegaskan bahwa tekad, bukan sekadar keberanian nekat, lahir dari pemahaman sejarah.

 

“Kita butuh warga dengan tekad. Itu dibangun dari pengetahuan dan kesadaran akan sejarah perjuangan,” ujarnya.

 

Ia mengkritisi kondisi sejumlah situs sejarah yang tidak terawat dan bahkan dijadikan tempat pembuangan sampah, mencerminkan minimnya kepedulian terhadap warisan sejarah.

 

Thony pun mendorong Pemerintah Kota dan warga membangun ingatan kolektif agar sejarah tidak hanya dikenang setiap 31 Mei, tetapi menjadi identitas yang hidup dalam keseharian.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

 

Selain itu, Thony memperjuangkan masuknya aksara lokal dalam Raperda Kebudayaan sebagai bagian pelestarian naskah kuno (manuskrip), yang banyak ditulis dalam aksara Jawa dan Cina.

 

“Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham aksaranya. Ini bagian penting dari identitas budaya Surabaya,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan sejarah panjang Kongres Aksara Jawa yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda.

 

“Artinya ini bukan hal baru, tapi warisan penting yang harus kita hidupkan kembali,” tambah politisi Gerindra itu.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

 

Menurutnya, pelestarian aksara lokal bukan bentuk penolakan terhadap bahasa asing, melainkan membuka ruang pertukaran pengetahuan lintas budaya, sejalan dengan semangat Pasal 32 UUD 1945.

 

Thony berharap, dengan adanya Perda ini, Surabaya bisa menjadi kota panutan dalam membangun budaya yang hidup dalam semangat masyarakatnya, bukan hanya terlihat dari sisi fisik.

 

“Kalau masyarakatnya semangat, produktif, dan berintegritas, maka keberhasilannya juga akan tinggi. HJKS ini harus jadi awal dari semua itu,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.