Selasa, 21 Jul 2026 18:28 WIB

Cegah Banjir, Gubernur Khofifah Tinjau Normalisasi Sungai di Pamekasan

Khofifah Indar Parawangsa
Khofifah Indar Parawangsa

selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek normalisasi sejumlah sungai di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (24/5/2025). Peninjauan difokuskan pada Sungai Jombang di Jalan Trunojoyo, Kali Klampar di sekitar Jembatan Gurem, dan Kali Klowang di kawasan Gladak Anyar — seluruhnya merupakan anak Sungai Semajid.

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Proyek normalisasi yang dimulai sejak Kamis, 22 Mei 2025 ini bertujuan memulihkan daya tampung sungai yang berkurang akibat sedimentasi, sekaligus mencegah banjir yang kerap melanda Desa Laden dan sebagian Jalan Raya Trunojoyo saat musim hujan.

 

“Hal ini penting untuk mengembalikan daya tampung air ke kondisi normal. Saat hujan lebat, banyak permukiman dan akses warga yang terdampak, termasuk Desa Laden dan Jalan Trunojoyo,” ujar Khofifah.

 

Pengerjaan dilakukan dengan pengerukan menggunakan ekskavator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab Pamekasan). Pemprov juga menurunkan armada truk untuk mengangkut hasil sedimentasi. Jumlah ekskavator direncanakan akan ditambah saat musim kemarau untuk memperluas cakupan normalisasi.

 

Proyek ini merupakan tindak lanjut atas usulan Pemkab Pamekasan yang mencakup 14 item pekerjaan, antara lain pengerukan, perbaikan pintu air, parapet, dan aliran sungai. Gubernur memperkirakan waktu pengerjaan sekitar dua setengah bulan, dengan pelaksanaan simultan.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

 

Sungai Jombang, salah satu lokasi yang dinormalisasi, memiliki lebar awal 20–30 meter dan kedalaman 5 meter, namun mengalami penyempitan hingga hanya tersisa 5–10 meter. Akibatnya, daya tampung air sangat menurun.

 

Khofifah juga menekankan perlunya solusi jangka panjang seperti pembangunan waduk. Namun proyek tersebut membutuhkan lahan luas dan dana besar sehingga umumnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

 

Baca Juga: Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

“Solusi yang lebih strategis adalah pembangunan waduk. Tapi itu membutuhkan lahan puluhan hektare dan anggaran lebih dari Rp1 triliun, sehingga biasanya dibiayai pusat,” ujarnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga berdialog dengan warga terdampak dan memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kerap dilanda banjir.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.