Senin, 07 Sep 2026 18:03 WIB

Cegah Banjir, Gubernur Khofifah Tinjau Normalisasi Sungai di Pamekasan

Khofifah Indar Parawangsa
Khofifah Indar Parawangsa

selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek normalisasi sejumlah sungai di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (24/5/2025). Peninjauan difokuskan pada Sungai Jombang di Jalan Trunojoyo, Kali Klampar di sekitar Jembatan Gurem, dan Kali Klowang di kawasan Gladak Anyar — seluruhnya merupakan anak Sungai Semajid.

 

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

Proyek normalisasi yang dimulai sejak Kamis, 22 Mei 2025 ini bertujuan memulihkan daya tampung sungai yang berkurang akibat sedimentasi, sekaligus mencegah banjir yang kerap melanda Desa Laden dan sebagian Jalan Raya Trunojoyo saat musim hujan.

 

“Hal ini penting untuk mengembalikan daya tampung air ke kondisi normal. Saat hujan lebat, banyak permukiman dan akses warga yang terdampak, termasuk Desa Laden dan Jalan Trunojoyo,” ujar Khofifah.

 

Pengerjaan dilakukan dengan pengerukan menggunakan ekskavator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab Pamekasan). Pemprov juga menurunkan armada truk untuk mengangkut hasil sedimentasi. Jumlah ekskavator direncanakan akan ditambah saat musim kemarau untuk memperluas cakupan normalisasi.

 

Proyek ini merupakan tindak lanjut atas usulan Pemkab Pamekasan yang mencakup 14 item pekerjaan, antara lain pengerukan, perbaikan pintu air, parapet, dan aliran sungai. Gubernur memperkirakan waktu pengerjaan sekitar dua setengah bulan, dengan pelaksanaan simultan.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

 

Sungai Jombang, salah satu lokasi yang dinormalisasi, memiliki lebar awal 20–30 meter dan kedalaman 5 meter, namun mengalami penyempitan hingga hanya tersisa 5–10 meter. Akibatnya, daya tampung air sangat menurun.

 

Khofifah juga menekankan perlunya solusi jangka panjang seperti pembangunan waduk. Namun proyek tersebut membutuhkan lahan luas dan dana besar sehingga umumnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

“Solusi yang lebih strategis adalah pembangunan waduk. Tapi itu membutuhkan lahan puluhan hektare dan anggaran lebih dari Rp1 triliun, sehingga biasanya dibiayai pusat,” ujarnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga berdialog dengan warga terdampak dan memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kerap dilanda banjir.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.

Soal Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Jember, Bawaslu Bilang Begini

Persoalan disiplin ASN itu kini masih ditelusuri dari instansi berwenang guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan kepegawaian.

Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Kasus ini terbongkar usai seorang warga nekat melaporkan praktik percaloan tersebut secara langsung kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui DM TikTok.

Urai Macet di Jalur Ketapang, Ditlantas Polda Jatim Terjunkan 60 Personel dan Puluhan Motor Patroli

Para petugas bakal melakukan pengaturan lalu lintas, patroli berkala, hingga memastikan kelancaran arus pergerakan kendaraan.

Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Atas kondisi tersebut, Gus Fawait mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu liar dan menghindari panic buying.

Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Satgas Pangan berkomitmen memperketat pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern untuk antisipasi potensi penimbunan atau pungutan liar.