Senin, 02 Nov 2026 19:30 WIB

Cegah Banjir, Gubernur Khofifah Tinjau Normalisasi Sungai di Pamekasan

Khofifah Indar Parawangsa
Khofifah Indar Parawangsa

selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek normalisasi sejumlah sungai di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (24/5/2025). Peninjauan difokuskan pada Sungai Jombang di Jalan Trunojoyo, Kali Klampar di sekitar Jembatan Gurem, dan Kali Klowang di kawasan Gladak Anyar — seluruhnya merupakan anak Sungai Semajid.

 

Baca Juga: Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi ESDM Jatim, Saksi Ungkap Alurnya

Proyek normalisasi yang dimulai sejak Kamis, 22 Mei 2025 ini bertujuan memulihkan daya tampung sungai yang berkurang akibat sedimentasi, sekaligus mencegah banjir yang kerap melanda Desa Laden dan sebagian Jalan Raya Trunojoyo saat musim hujan.

 

“Hal ini penting untuk mengembalikan daya tampung air ke kondisi normal. Saat hujan lebat, banyak permukiman dan akses warga yang terdampak, termasuk Desa Laden dan Jalan Trunojoyo,” ujar Khofifah.

 

Pengerjaan dilakukan dengan pengerukan menggunakan ekskavator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab Pamekasan). Pemprov juga menurunkan armada truk untuk mengangkut hasil sedimentasi. Jumlah ekskavator direncanakan akan ditambah saat musim kemarau untuk memperluas cakupan normalisasi.

 

Proyek ini merupakan tindak lanjut atas usulan Pemkab Pamekasan yang mencakup 14 item pekerjaan, antara lain pengerukan, perbaikan pintu air, parapet, dan aliran sungai. Gubernur memperkirakan waktu pengerjaan sekitar dua setengah bulan, dengan pelaksanaan simultan.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

 

Sungai Jombang, salah satu lokasi yang dinormalisasi, memiliki lebar awal 20–30 meter dan kedalaman 5 meter, namun mengalami penyempitan hingga hanya tersisa 5–10 meter. Akibatnya, daya tampung air sangat menurun.

 

Khofifah juga menekankan perlunya solusi jangka panjang seperti pembangunan waduk. Namun proyek tersebut membutuhkan lahan luas dan dana besar sehingga umumnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

 

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

“Solusi yang lebih strategis adalah pembangunan waduk. Tapi itu membutuhkan lahan puluhan hektare dan anggaran lebih dari Rp1 triliun, sehingga biasanya dibiayai pusat,” ujarnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga berdialog dengan warga terdampak dan memberikan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kerap dilanda banjir.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.