Kamis, 04 Jun 2026 05:39 WIB

Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

selalu.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara tegas melarang penyelenggaraan wisuda di sekolah negeri jenjang menengah, serta mengimbau sekolah swasta untuk mengikuti kebijakan serupa. Larangan ini bertujuan mencegah dampak psikologis negatif pada siswa dan meringankan beban keuangan orang tua.

 

Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa proses kelulusan cukup dilakukan melalui upacara penamatan sederhana dan penyerahan ijazah atau surat keterangan kelulusan. Oleh karenanya ia menekankan, untuk fokus pada prestasi, alih-alih seremoni.

“Di sekolah menengah, tidak ada istilah wisuda. Cukup penamatan, penerimaan ijazah, dan surat keterangan kelulusan,” tegas Aries.

 

Menurut Aries, wisuda yang cenderung mewah dan berbiaya tinggi dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa pendidikan telah selesai sepenuhnya, sehingga berpotensi menghambat keinginan siswa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Jangan sampai mereka merasa cukup sampai di situ. Ini bisa berdampak negatif secara psikologis,” jelasnya.

 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang bertujuan menghentikan praktik wisuda, terutama yang diselenggarakan di luar sekolah dan membebani orang tua dengan biaya tambahan.

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

“Atas arahan Ibu Gubernur, saya tekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk menghentikan kegiatan wisuda, khususnya yang di luar sekolah karena berbiaya,” ujar Aries.

 

Pemprov mencatat, hampir seluruh sekolah negeri telah mematuhi arahan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditaati dengan baik, kecuali beberapa sekolah swasta,” tambahnya.

 

Baca Juga: Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Terhadap sekolah swasta, Pemprov hanya dapat mengimbau, mengingat mereka memiliki otonomi pengelolaan. Namun, Aries berharap pihak swasta tetap mempertimbangkan kondisi orang tua dan menghindari seremoni yang membebani.

 

Aries juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang melaksanakan penamatan sederhana namun bermakna, seperti konsep drive thru atau upacara kecil lainnya.

“Saya lihat di media sosial, banyak sekolah yang kreatif dan tetap menghargai momen kelulusan dengan cara sederhana,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.