Selasa, 20 Okt 2026 05:47 WIB

Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

selalu.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara tegas melarang penyelenggaraan wisuda di sekolah negeri jenjang menengah, serta mengimbau sekolah swasta untuk mengikuti kebijakan serupa. Larangan ini bertujuan mencegah dampak psikologis negatif pada siswa dan meringankan beban keuangan orang tua.

 

Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa proses kelulusan cukup dilakukan melalui upacara penamatan sederhana dan penyerahan ijazah atau surat keterangan kelulusan. Oleh karenanya ia menekankan, untuk fokus pada prestasi, alih-alih seremoni.

“Di sekolah menengah, tidak ada istilah wisuda. Cukup penamatan, penerimaan ijazah, dan surat keterangan kelulusan,” tegas Aries.

 

Menurut Aries, wisuda yang cenderung mewah dan berbiaya tinggi dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa pendidikan telah selesai sepenuhnya, sehingga berpotensi menghambat keinginan siswa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Jangan sampai mereka merasa cukup sampai di situ. Ini bisa berdampak negatif secara psikologis,” jelasnya.

 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang bertujuan menghentikan praktik wisuda, terutama yang diselenggarakan di luar sekolah dan membebani orang tua dengan biaya tambahan.

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

“Atas arahan Ibu Gubernur, saya tekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk menghentikan kegiatan wisuda, khususnya yang di luar sekolah karena berbiaya,” ujar Aries.

 

Pemprov mencatat, hampir seluruh sekolah negeri telah mematuhi arahan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditaati dengan baik, kecuali beberapa sekolah swasta,” tambahnya.

 

Baca Juga: Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Terhadap sekolah swasta, Pemprov hanya dapat mengimbau, mengingat mereka memiliki otonomi pengelolaan. Namun, Aries berharap pihak swasta tetap mempertimbangkan kondisi orang tua dan menghindari seremoni yang membebani.

 

Aries juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang melaksanakan penamatan sederhana namun bermakna, seperti konsep drive thru atau upacara kecil lainnya.

“Saya lihat di media sosial, banyak sekolah yang kreatif dan tetap menghargai momen kelulusan dengan cara sederhana,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).