Jumat, 04 Sep 2026 14:26 WIB

Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

selalu.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara tegas melarang penyelenggaraan wisuda di sekolah negeri jenjang menengah, serta mengimbau sekolah swasta untuk mengikuti kebijakan serupa. Larangan ini bertujuan mencegah dampak psikologis negatif pada siswa dan meringankan beban keuangan orang tua.

 

Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa proses kelulusan cukup dilakukan melalui upacara penamatan sederhana dan penyerahan ijazah atau surat keterangan kelulusan. Oleh karenanya ia menekankan, untuk fokus pada prestasi, alih-alih seremoni.

“Di sekolah menengah, tidak ada istilah wisuda. Cukup penamatan, penerimaan ijazah, dan surat keterangan kelulusan,” tegas Aries.

 

Menurut Aries, wisuda yang cenderung mewah dan berbiaya tinggi dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa pendidikan telah selesai sepenuhnya, sehingga berpotensi menghambat keinginan siswa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Jangan sampai mereka merasa cukup sampai di situ. Ini bisa berdampak negatif secara psikologis,” jelasnya.

 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang bertujuan menghentikan praktik wisuda, terutama yang diselenggarakan di luar sekolah dan membebani orang tua dengan biaya tambahan.

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

“Atas arahan Ibu Gubernur, saya tekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk menghentikan kegiatan wisuda, khususnya yang di luar sekolah karena berbiaya,” ujar Aries.

 

Pemprov mencatat, hampir seluruh sekolah negeri telah mematuhi arahan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditaati dengan baik, kecuali beberapa sekolah swasta,” tambahnya.

 

Baca Juga: Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Terhadap sekolah swasta, Pemprov hanya dapat mengimbau, mengingat mereka memiliki otonomi pengelolaan. Namun, Aries berharap pihak swasta tetap mempertimbangkan kondisi orang tua dan menghindari seremoni yang membebani.

 

Aries juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang melaksanakan penamatan sederhana namun bermakna, seperti konsep drive thru atau upacara kecil lainnya.

“Saya lihat di media sosial, banyak sekolah yang kreatif dan tetap menghargai momen kelulusan dengan cara sederhana,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.