Selasa, 21 Jul 2026 12:23 WIB

Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

selalu.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara tegas melarang penyelenggaraan wisuda di sekolah negeri jenjang menengah, serta mengimbau sekolah swasta untuk mengikuti kebijakan serupa. Larangan ini bertujuan mencegah dampak psikologis negatif pada siswa dan meringankan beban keuangan orang tua.

 

Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa proses kelulusan cukup dilakukan melalui upacara penamatan sederhana dan penyerahan ijazah atau surat keterangan kelulusan. Oleh karenanya ia menekankan, untuk fokus pada prestasi, alih-alih seremoni.

“Di sekolah menengah, tidak ada istilah wisuda. Cukup penamatan, penerimaan ijazah, dan surat keterangan kelulusan,” tegas Aries.

 

Menurut Aries, wisuda yang cenderung mewah dan berbiaya tinggi dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa pendidikan telah selesai sepenuhnya, sehingga berpotensi menghambat keinginan siswa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Jangan sampai mereka merasa cukup sampai di situ. Ini bisa berdampak negatif secara psikologis,” jelasnya.

 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang bertujuan menghentikan praktik wisuda, terutama yang diselenggarakan di luar sekolah dan membebani orang tua dengan biaya tambahan.

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

“Atas arahan Ibu Gubernur, saya tekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk menghentikan kegiatan wisuda, khususnya yang di luar sekolah karena berbiaya,” ujar Aries.

 

Pemprov mencatat, hampir seluruh sekolah negeri telah mematuhi arahan tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ditaati dengan baik, kecuali beberapa sekolah swasta,” tambahnya.

 

Baca Juga: Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Terhadap sekolah swasta, Pemprov hanya dapat mengimbau, mengingat mereka memiliki otonomi pengelolaan. Namun, Aries berharap pihak swasta tetap mempertimbangkan kondisi orang tua dan menghindari seremoni yang membebani.

 

Aries juga mengapresiasi sejumlah sekolah yang melaksanakan penamatan sederhana namun bermakna, seperti konsep drive thru atau upacara kecil lainnya.

“Saya lihat di media sosial, banyak sekolah yang kreatif dan tetap menghargai momen kelulusan dengan cara sederhana,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.