Senin, 02 Feb 2026 12:16 WIB

Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Ilustrasi wisuda
Ilustrasi wisuda

selalu.id – Pungutan biaya wisuda di sekolah kembali menjadi sorotan. Kali ini, polemik mencuat dari sebuah SMP favorit di pusat Kota Surabaya. Sejumlah orang tua siswa mengadukan praktik pungutan wajib yang memberatkan kepada Dewan Pendidikan Jawa Timur (Jatim).

 

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

Ali Yusa, perwakilan Dewan Pendidikan Jatim, membenarkan adanya aduan tersebut. Ia mengungkapkan, para orang tua siswa merasa terbebani dengan biaya wisuda yang mencapai Rp1.150.000 per siswa. "Mereka takut protes karena khawatir anaknya mendapat perlakuan kurang baik di sekolah," ujar Ali Yusa saat ditemui selalu.id di Surabaya, Senin (28/4/2025).

 

Situasi ini semakin memprihatinkan karena beban ekonomi sebagian orang tua siswa yang pas-pasan. Ali Yusa menceritakan, ada orang tua siswa yang berniat menggadaikan sertifikat rumah (SHM) demi membiayai acara wisuda anaknya. "Bayangkan, sampai rela menggadaikan SHM hanya untuk wisuda. Padahal, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA dan kebutuhan hidup sehari-hari," imbuhnya.

 

Menurut Ali Yusa, koordinator kelas (korlas) sebagai perwakilan panitia membagikan surat kesanggupan membayar biaya wisuda tersebut. Namun, ketika orang tua siswa menyatakan keberatan, korlas justru balik bertanya, "Mampunya berapa?"

 

Baca Juga: Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Hal ini menunjukkan adanya tekanan terselubung agar orang tua siswa tetap membayar, meski kondisi ekonomi mereka terbatas. "Mereka yang ekonominya pas-pasan merasa sungkan jika tidak ikut membayar," tambah Ali Yusa.

 

Praktik ini menimbulkan kecemasan dan tekanan bagi orang tua siswa yang terhimpit secara ekonomi. Kejadian ini menjadi bukti bahwa pungutan biaya di sekolah, khususnya untuk acara wisuda, masih menjadi masalah yang perlu ditangani serius.

 

Baca Juga: DPRD Jatim: Stop Wisuda PAUD hingga SMA, Bebani Orang Tua

Dewan Pendidikan Jatim diharapkan menindaklanjuti aduan ini dan memastikan sekolah menerapkan kebijakan yang lebih transparan serta tidak memberatkan orang tua siswa. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat pengawasan agar praktik pungutan liar serta kegiatan konsumtif di sekolah dapat ditekan dan dihentikan.

 

"Pendidikan yang berkualitas seharusnya terjangkau oleh semua kalangan tanpa harus membebani orang tua siswa dengan biaya-biaya yang tidak masuk akal," tutup Ali Yusa.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.