Selasa, 21 Jul 2026 12:22 WIB

Biaya Wisuda SMP di Surabaya Selangit: Orang Tua Sampai Gadaikan Sertifikat Rumah

Ilustrasi wisuda
Ilustrasi wisuda

selalu.id – Pungutan biaya wisuda di sekolah kembali menjadi sorotan. Kali ini, polemik mencuat dari sebuah SMP favorit di pusat Kota Surabaya. Sejumlah orang tua siswa mengadukan praktik pungutan wajib yang memberatkan kepada Dewan Pendidikan Jawa Timur (Jatim).

 

Baca Juga: Bikin Haru, Begini Kisah Anak Penjual Es yang Lulus di Wisuda ke-261 Unair

Ali Yusa, perwakilan Dewan Pendidikan Jatim, membenarkan adanya aduan tersebut. Ia mengungkapkan, para orang tua siswa merasa terbebani dengan biaya wisuda yang mencapai Rp1.150.000 per siswa. "Mereka takut protes karena khawatir anaknya mendapat perlakuan kurang baik di sekolah," ujar Ali Yusa saat ditemui selalu.id di Surabaya, Senin (28/4/2025).

 

Situasi ini semakin memprihatinkan karena beban ekonomi sebagian orang tua siswa yang pas-pasan. Ali Yusa menceritakan, ada orang tua siswa yang berniat menggadaikan sertifikat rumah (SHM) demi membiayai acara wisuda anaknya. "Bayangkan, sampai rela menggadaikan SHM hanya untuk wisuda. Padahal, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA dan kebutuhan hidup sehari-hari," imbuhnya.

 

Menurut Ali Yusa, koordinator kelas (korlas) sebagai perwakilan panitia membagikan surat kesanggupan membayar biaya wisuda tersebut. Namun, ketika orang tua siswa menyatakan keberatan, korlas justru balik bertanya, "Mampunya berapa?"

 

Baca Juga: UNIPAR Jember Kukuhkan 1.243 Wisudawan Program Magister hingga Diploma

Hal ini menunjukkan adanya tekanan terselubung agar orang tua siswa tetap membayar, meski kondisi ekonomi mereka terbatas. "Mereka yang ekonominya pas-pasan merasa sungkan jika tidak ikut membayar," tambah Ali Yusa.

 

Praktik ini menimbulkan kecemasan dan tekanan bagi orang tua siswa yang terhimpit secara ekonomi. Kejadian ini menjadi bukti bahwa pungutan biaya di sekolah, khususnya untuk acara wisuda, masih menjadi masalah yang perlu ditangani serius.

 

Baca Juga: Jatim Resmi Hapus Wisuda Sekolah Negeri: Seremoni Bukan Prioritas

Dewan Pendidikan Jatim diharapkan menindaklanjuti aduan ini dan memastikan sekolah menerapkan kebijakan yang lebih transparan serta tidak memberatkan orang tua siswa. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat pengawasan agar praktik pungutan liar serta kegiatan konsumtif di sekolah dapat ditekan dan dihentikan.

 

"Pendidikan yang berkualitas seharusnya terjangkau oleh semua kalangan tanpa harus membebani orang tua siswa dengan biaya-biaya yang tidak masuk akal," tutup Ali Yusa.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.