Selasa, 21 Jul 2026 22:44 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Pemerataan Dokter Gigi di Puskesmas Jatim

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Sebanyak 45 Puskesmas di Jawa Timur masih belum memiliki dokter gigi, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) per 30 Maret 2025. Pemerataan tenaga medis, khususnya dokter gigi, menjadi tantangan serius di tengah upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di daerah.

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerataan tenaga dokter gigi di seluruh Puskesmas di Jawa Timur. Hal ini disampaikannya usai menghadiri pembukaan Kongres Nasional Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) XXVIII di Grand City Surabaya, Kamis (15/5).

 

Khofifah mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menutup kekurangan tenaga dokter gigi tersebut. "Permasalahan kesehatan gigi dan mulut tidak bisa diabaikan. Peran dokter gigi sangat penting, baik dalam edukasi maupun perawatan," ujarnya.

 

Saat ini terdapat 8.031 dokter gigi yang tersebar di fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Timur. Namun, distribusi yang belum merata membuat sejumlah daerah masih mengalami kekosongan tenaga dokter gigi di Puskesmas.

 

Khofifah menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam penanganan kesehatan gigi dan mulut, mulai dari edukasi, promosi perilaku hidup bersih dan sehat, hingga peningkatan akses dan kualitas layanan. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi kesehatan nasional yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

 

Gubernur juga mendorong PDGI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan gigi dan memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat. Ia berharap Kongres Nasional PDGI XXVIII dapat menghasilkan langkah konkret untuk memajukan kedokteran gigi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

 

"Pemenuhan tenaga kesehatan, penguatan sistem jaminan kesehatan, dan pengembangan teknologi kesehatan menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan yang optimal dan berdaya saing," tambah Khofifah.

 

Baca Juga: Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat, termasuk isu stunting dan kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi perhatian di Jawa Timur.

 

Sebagai informasi, Kongres Nasional PDGI XXVIII dihadiri oleh Menko Polhukam RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Ketua Umum PB PDGI Drg. Usman Sumantri, serta ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.