Selasa, 22 Sep 2026 15:14 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Pemerataan Dokter Gigi di Puskesmas Jatim

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Sebanyak 45 Puskesmas di Jawa Timur masih belum memiliki dokter gigi, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) per 30 Maret 2025. Pemerataan tenaga medis, khususnya dokter gigi, menjadi tantangan serius di tengah upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di daerah.

 

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerataan tenaga dokter gigi di seluruh Puskesmas di Jawa Timur. Hal ini disampaikannya usai menghadiri pembukaan Kongres Nasional Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) XXVIII di Grand City Surabaya, Kamis (15/5).

 

Khofifah mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menutup kekurangan tenaga dokter gigi tersebut. "Permasalahan kesehatan gigi dan mulut tidak bisa diabaikan. Peran dokter gigi sangat penting, baik dalam edukasi maupun perawatan," ujarnya.

 

Saat ini terdapat 8.031 dokter gigi yang tersebar di fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Timur. Namun, distribusi yang belum merata membuat sejumlah daerah masih mengalami kekosongan tenaga dokter gigi di Puskesmas.

 

Khofifah menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam penanganan kesehatan gigi dan mulut, mulai dari edukasi, promosi perilaku hidup bersih dan sehat, hingga peningkatan akses dan kualitas layanan. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi kesehatan nasional yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

 

Gubernur juga mendorong PDGI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan gigi dan memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat. Ia berharap Kongres Nasional PDGI XXVIII dapat menghasilkan langkah konkret untuk memajukan kedokteran gigi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

 

"Pemenuhan tenaga kesehatan, penguatan sistem jaminan kesehatan, dan pengembangan teknologi kesehatan menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan yang optimal dan berdaya saing," tambah Khofifah.

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat, termasuk isu stunting dan kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi perhatian di Jawa Timur.

 

Sebagai informasi, Kongres Nasional PDGI XXVIII dihadiri oleh Menko Polhukam RI Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Ketua Umum PB PDGI Drg. Usman Sumantri, serta ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.

Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Sidang putusan digelar di Ruang Kartika dengan Ketua Majelis Hakim S Pujiono.

Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Tradisi, wajah masyarakat, kesenian, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah direkam dan ditampilkan dalam pameran fotografi.

DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Buku Letter C yang seharusnya menjadi salah satu dokumen penelusuran riwayat tanah disebut tidak ditemukan.

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.